Pelangi Dimatamu

Pelangi Dimatamu
BAB 33 Menjenguk Sari


__ADS_3

Sudah lima hari Sari dirawat dirumah sakit, keadaannya pun sudah agak membaik. Sari sangat ingin sekali bertemu dengan anaknya Gilang.


"Mas aku kangen sama Gilang, tolong bawa Gilang kesini ya mas," pinta Sari.


"Tapi kamu belum sehat betul, lagian juga ada bik Inah yang jagain Gilang," kata Reza.


"Sudah...kamu banyak-banyak istirahat, dokter bilang kamu jangan terlalu banyak pikiran," kata Reza.


"Tapi mas....," ucap Sari.


"Kamu harus nurut kata suami jangan membantah lagi," kata Reza.


"Iya mas," ucap Sari.


"Sayang aku mau berangkat kerja dulu ya kamu gak apa-apa kan kalau aku tinggal," kata Reza.


"Iya mas, aku gak apa-apa kok," sahut Sari.


Setelah berpamitan dengan Istrinya, Reza pun berangkat ke kantor. Sari ingin sekali menelpon ibunya karena sudah lama dia tidak mendengar kabar ibunya. Tiba-tiba saja handphone Sari berbunyi dan dilihatnya ada nama ibu dilayar handphonenya.


"Halo...Assalamualaikum Sari," ucap Ibu.


"Waalaikumsalam bu...barusan aja Sari mau telepon ibu tadi, tapi keduluan ibu telpon," kata Sari.


"Gimana keadaanmu nak, beberapa hari ini ibu kepikiran kamu terus nak," ucap ibu.


"Iya bu...Sari sakit bu, ini Sari sudah lima hari dirawat dirumah sakit," kata Sari.


"Ya ampun kenapa kamu gak kasih tau ibu nak," kata ibu.


"Sari gak mau merepotkan ibu dan bikin ibu khawatir," ucap ibu.


"Nanti sore ibu mau jenguk kamu," ucap ibu lagi.


"Iya bu...," ucap Sari.


"Ya udah kamu istirahat yang banyak ya," kata ibu.


"Iya bu...," ucap Sari lagi.


Setelah mengucapkan salam kepada ibu, Sari menutup telponnya. Kebetulan hari ini Pelangi izin dari kerjaan tidak masuk kerja karena tidak enak badan. Ibu kekamar Pelangi berniat memberitahukan tentang kabar Sari.


"Pelangi gimana kamu nak, sudah sehat," tanya ibu.


"Sudah bu...ini udah keringetan, udah gak demam lagi," kataku.


"Syukurlah kalau gitu," ucap ibu.


"Pelangi nanti sore ibu mau menjenguk Sari," kata ibu.


"Sari masuk rumah sakit, sudah lima hari diopname," kata ibu lagi.


"Ibu gak tau sakit apa, ibu belum tanya tadi," ucap ibu.

__ADS_1


"Pelangi...kamu mau kan menemani ibu jenguk adikmu," ucap ibu lagi.


"Maaf bu, Pelangi gak bisa menemani ibu," kataku.


"Badan Pelangi masih lemas bu," kataku beralasan.


Sebenarnya aku tidak mau menjenguk Sari dirumah sakit. Aku sudah tidak perduli dan tidak mau tahu lagi apa pun tentang Sari. Aku tahu ini salah, sesama saudara tidak boleh memutuskan tali silaturahmi.


"Ya udah kalau gak bisa, ibu pergi sendiri," kata ibu.


"Ibu tau kamu gak mau ketemu Sari, tapi mau sampai kapan kamu begini nak," kata ibu.


Aku hanya diam mendengarkan kata-kata ibu. Aku juga tidak tahu hatiku bisa sekeras ini, aku sudah memaafkan Sari dan Reza tapi tetap saja aku tidak bisa lagi akrab sebagai saudara.


"Ibu cuma bisa berharap melihat kalian akur seperti dulu lagi," ucap ibu dengan sedih.


"Iya bu," kataku.


Ibu keluar kamar Pelangi dengan perasaan sedih. Ibu tidak menyangka hati Pelangi bisa sekeras itu kepada Sari, adiknya sendiri. Sore hari ibu pergi sendiri ke rumah sakit untuk menjenguk Sari. Setelah bertanya ke ruang informasi dimana Sari dirawat, suster membawa ibu keruangan Sari.


"Silakan ibu, ini ruangannya ibu Sari," kata suster yang mengantar ibu.


"Terima kasih ya sus," kata ibu.


"Iya ibu, sama-sama," kata suster dengan ramah.


"Sari....," panggil ibu pelan.


"Ibu datang sendiri, kak Pelangi mana bu," tanya Sari.


"Ibu sendiri nak...kakak kamu lagi gak enak badan, jadi gak bisa datang," kata ibu.


"Ohh....," ucap Sari.


"Ini ibu bawain buah-buahan, supaya kamu sehat makan buah," kata ibu.


"Gilang siapa yang jagain," tanya ibu.


"Gilang dirumah bu, dengan bik Inah," jawab Sari.


"Sari sebenarnya kamu itu sakit apa nak," tanya ibu lagi.


Sari mulai menangis mendengar pertanyaan dari ibu. Ibu semakin bingung kenapa Sari menangis seperti itu.


"Sari....," ucap ibu sambil mengelus-elus bahu Sari untuk menenangkannya.


"Ibu...Sari sakit kanker otak bu," tangis Sari pun pecah.


"Apa...!" teriak ibu.


"Kata dokter sudah stadium 3 bu," ucap Sari.


Ibu dan Sari menangis, ibu memeluk Sari dengan erat seakan tidak mau melepaskan putrinya itu.

__ADS_1


"Kamu yang sabar ya nak, yakinlah nak kamu pasti sembuh," kata ibu memberi semangat.


"Sudah jangan menangis nak, ibu mau liat kamu tersenyum," kata ibu.


Sari pun perlahan-lahan berhenti menangis, dan dia tersenyum kepada ibu.


"Sekarang kamu makan buah yang ibu bawa ya," kata ibu.


"Kamu mau yang mana, buah apel atau jeruk," kata ibu lagi.


"Sari mau buah jeruk aja bu," ucap Sari.


Ibu mengupaskan buah jeruk untuk Sari dan menyuapkannya ke mulut Sari. Ibu tidak menyangka Sari menderita sakit kanker, Sari yang dulu ceria sekarang lebih banyak diam. Badannya yang dulu padat berisi sekarang terlihat kurus. Ibu sangat sedih melihat kondisi Sari saat ini. Lama juga ibu dirumah sakit menemani Sari, menjelang malam Reza pun datang.


"Assalamualaikum bu," sapa Reza.


"Waalaikumsalam Za," kata ibu.


"Baru pulang kerja ya," ucap ibu.


"Iya bu... dari kantor saya langsung kesini," ucap Reza.


"Ibu kapan datangnya bu," tanya Reza.


"Tadi sore, za...kamu gak pulang kerumah dulu ganti baju za," kata ibu.


"Nanti biar ibu yang nungguin Sari disini," kata ibu lagi.


"Saya sudah bawa baju ganti bu dimobil, jadi gak perlu balik kerumah, kasihan Sari gak ada yang jaga," kata Reza.


"Ya udah kalau gitu ibu pulang dulu ya," kata ibu.


"Biar mas Reza aja yang antar ibu pulang," kata Sari.


.


"Iya bu...ini sudah malam, biar saya aja yang antar," kata Reza.


"Nanti Sari biar dijaga perawat sebentar," kata Reza lagi.


"Ya udah kalau gitu," kata ibu.


"Ibu pamit ya...semoga lekas sembuh ya nak, nanti ibu datang lagi," kata ibu.


"Ya bu...jangan lupa bawa kak Pelangi ya bu, Sari pengen banget ketemu," kata Sari.


"Iya Sari...," ucap ibu.


Setelah Reza dan ibu berpamitan mereka pun pergi. Kembali Sari sendiri didalam kamar ruang rumah sakit, tiba-tiba Sari membayangkan kematian. Bagaimana kalau penyakitnya semakin parah dan tidak bisa disembuhkan dan dia meninggal. Bagaimana dengan anaknya yang masih kecil, siapa yang mengurusnya nanti, apakah Reza akan menikah lagi. Istrinya yang baru apa bisa sayang dengan anaknya nanti. Begitu banyak pertanyaan-pertanyaan yang belum bisa dia jawab. Sari pun mulai menangis, dia tidak tahu apa yang harus dilakukannya sampai akhirnya Sari pun tertidur.


#####


Buat pembaca.....makasih ya sudah mau mampir ke karyaku, yang sudah like dan komen makasih atas dukungannya...yang belum ditunggu ya like,komen, dan votenya ya....😍😍😍😍😍😍🙏🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2