
Dikantor Hendra.
Setelah menerima pesan whatsapp dari ibu Merry dan melihat foto-foto Pelangi dengan Reza, sebenarnya Hendra kepikiran juga dengan Pelangi. Hendra sengaja berbohong kepada mamanya kalau dikantor lagi sibuk dan dia mau bertemu dengan klien. Hendra tidak mau membahas masalah Pelangi dengan mamanya karena Hendra yakin pasti akan berakhir dengan keributan. Hendra tahu mamanya belum mau membuka hatinya untuk Pelangi, apalagi untuk merestui hubungan mereka. Hendra masih saja melamun memikirkan Pelangi. Kok bisa Pelangi pergi dengan Reza, selama ini kan Pelangi selalu menghindar, gak mau ketemu sama Reza batin Hendra.
"Apa bener ini foto Pelangi dan Reza," bisik Hendra berbicara sendiri sambil memperhatikan lagi foto-foto Pelangi dan Reza di handphonenya.
Hendra mencari nomor telpon Pelangi berniat untuk menghubungi Pelangi untuk menanyakan hal tersebut, tetapi beberapa saat kemudian niatnya diurungkannya. Hendra takut nanti mengganggu pekerjaan Pelangi. Aku jemput Pelangi aja nanti sore dan langsung menanyakan hal itu batin Hendra.
#####
Dikantor Reza.
Setelah mengantar Pelangi tadi pagi, entah kenapa Reza masih terbayang-bayang wajah Pelangi. Baru kali ini dia bisa jalan berdua lagi setelah mereka putus, walaupun cuma mengantarkan Pelangi ketempat kerja. Hmmm...Pelangi masih tetap sama seperti yang dulu, masih tetap cantik dan anggun batin Reza.
"Aduuuh....kok aku mikir kaya gitu sih...aku gak boleh mikirin wanita lain...," gumam Reza.
"Istriku sedang sakit, aku harus fokus dengan kesehatannya...Reza...Reza....ayo fokus ke istrimu," bisik Reza sambil memukul-mukul pelan kepalanya sendiri.
Tidak berapa lama handphone Reza berbunyi. Pesan whatsapp dari istrinya Sari, Reza membukanya dan membaca pesan dari Sari.
"Mas Reza nanti sore jemputi kak Pelangi ya pulang kerja."
"Tadi aku udah kasih tau kak Pelangi kalau nanti pulang kerja mas Reza aja yang jemput."
"Apa Pelangi mau aku jemput, ntar dia nolak,
" balas Reza.
"Tadi sih kak Pelangi gak mau...aku paksa terus, akhirnya dia mau juga...kan pulangnya juga kerumah kita jadi sekalian aja kalian pulang bareng," balas Sari.
"Ya udah kalau gitu, pulang kerja aku jemput Pelangi...kamu banyak-banyak istirahat ya sayang, besok perjalanan kita bakal panjang," balas Reza.
__ADS_1
"Iya mas Reza," balas Sari.
Setelah mengakhiri pembicaraan dengan Sari. Reza kembali memikirkan Pelangi. Kalau setiap hari harus melihat Pelangi bisa-bisa aku jatuh cinta lagi dengan Pelangi batin Reza. Sari memang sengaja menyuruh Reza untuk mengantar dan menjemput Pelangi kerja, Sari ingin mendekatkan lagi Reza dan Pelangi. Karena kesalahannya dimasa lalu, dia sudah memisahkan Pelangi dan Reza. Disisa umurnya ini Sari ingin melihat Reza dan Pelangi bersatu kembali seperti dulu lagi.
#####
Ditoko, tempat kerja Pelangi
Pelangi sebenarnya tidak mau diantar jemput oleh Reza, tapi Sari terus saja memaksanya. Pelangi tidak tega untuk menolak keinginan adiknya yang sedang sakit itu. Reza cuma ngantar dan jemput untuk hari ini aja kok bukan untuk menikah dengannya, apa salahnya memenuhi keinginan Sari, batin Pelangi. Waktu seakan cepat berlalu, waktu pulang pun sudah tiba. Pelangi menunggu Reza untuk menjemputnya. Tidak berapa lama akhirnya Reza pun datang.
"Maaf ya nunggu lama...," ucap Reza sambil membukakan pintu mobilnya.
"Gak apa-apa kok," ucap Pelangi.
Dari kejauhan mobil Hendra pun datang. Hendra bermaksud untuk menjemput Pelangi tanpa memberitahukannya terlebih dahulu, Hendra ingin memberikan kejutan buat Pelangi. Tetapi tidak disangka malah Hendra yang terkejut. Dia melihat Pelangi masuk kedalam mobil Reza. Hendra turun dari mobil berteriak memanggil Pelangi tapi semua itu sia-sia, mobil Reza pun pergi menjauh. Hendra masuk kedalam mobilnya dan mencoba menelpon Pelangi. Berulang kali Hendra menelpon tapi tidak diangkat oleh Pelangi. Ada apa dengan Pelangi kenapa dia tidak mengangkat telpon aku, kenapa juga dia mau dijemput sama Reza batin Hendra. Hendra lalu melajukan mobilnya menuju rumah Pelangi meminta penjelasan kepadanya. Akhirnya Hendra sampai juga dirumah Pelangi tetapi tidak satupun seseorang yang ditemuinya disana, ibu dan Pelangi tidak ada dirumah. Kemana mereka berdua batin Hendra. Hendra terus saja menghubungi Pelangi melalui handphonenya tapi handphone Pelangi sudah tidak aktif lagi. Dengan rasa kesal dan jengkel Hendra pun pulang. Pelangi memang sengaja handphonenya dibuat tidak bersuara karena selama di tempat kerja dia mau fokus melayani customer sehingga Pelangi tidak tahu kalau Hendra menelpon berkali-kali dan ternyata batrai handphonenya pun juga habis. Sesampai dirumah mereka berdua disambut ibu dan Sari.
#####
"Kalian sudah pulang," tanya ibu.
"Iya bu...," sahut Reza.
"Bu.. Pelangi mandi dulu ya..sudah gerah," ucapku.
"Setelah itu kita makan sama-sama ya," ajak Sari.
Pelangi hanya mengangguk kemudian berlalu menuju kamar yang disediakan Sari untuknya, sebelum mandi Pelangi memeriksa handphonenya yang sudah mati total dan buru-buru mengecas handphonenya. Sekitar dua puluh lima menit barulah Pelangi selesai mandi, setelah itu Pelangi memeriksa handphonenya. Lumayanlah sudah mulai penuh lagi batrainya batin Pelangi. Setelah dicek ternyata ada banyak panggilan tak terjawab dari Hendra dihandphonenya dan beberapa pesan darinya. Buru-buru Pelangi menelpon Hendra untuk memberikan penjelasan. Tanpa menunggu lama Hendra pun mengangkat telpon dari Pelangi.
"Halo Hendra...," ucapku.
"Halo......," ucap Hendra dengan nada ketus.
__ADS_1
"Sayang maaf ya, aku baru bisa ngabarin sekarang," ucapku.
"Ya ga apa-apa sih...aku maklum aja,kamu kan lagi sibuk dengan Reza," ucap Hendra dingin.
"Apa maksud kamu," kataku.
"Iya kamu sibuk sama Reza, sampai-sampai aku telpon berkali-kali kamu gak angkat," kata Hendra.
"Tumben kamu mau diantar jemput sama Reza, biasanya kamu menghindar terus dari dia," kata Hendra.
"Jadi kamu sekarang setuju menerima permintaan Sari untuk menikah dengan Reza," ucap Hendra dengan marah.
Hendra terus saja berbicara tanpa memberikan kesempatan kepada Pelangi untuk menjelaskan apa yang terjadi.
"Kamu ngomong apa sih, dengarin dulu penjelasan aku," ucapku sedikit kesal.
"Penjelasan apa?" bentak Hendra.
"Dengar ya...aku gak suka kamu bentak aku kaya gitu," kataku.
"Kamu sudah berubah Pelangi...kamu bukan Pelangi yang aku kenal dulu," kata Hendra.
"Aku gak pernah berubah...kamu salah faham...aku gak ada hubungan apa-apa dengan Reza," kataku.
"Aku sudah gak percaya lagi dengan kamu Pelangi...tadi sore aku liat kamu berdua dengan Reza, kayanya kalian senang banget tu," kata Hendra.
"Terserah apa penilaianmu terhadap aku...tapi yang jelas aku masih setia sama kamu, aku gak ada hubungan apa-apa dengan Reza...ya udah aku capek mau istirahat, met malam," kataku sambil menutup telpon.
Hendra yang merasa belum puas menghakimi Pelangi, mencoba menelpon Pelangi tapi tidak diangkat. Pelangi tahu percuma menjelaskan sama Hendra dalam keadaan dia masih emosi. Biarlah tunggu Hendra reda dulu emosinya, baru aku akan bicara lagi dengannya batin Pelangi.
#####
__ADS_1
Buat pembaca yang masih setia, Makasih atas semua dukunganya...maaf baru bisa up lagi...ditunggu like, comment dan votenya ya..makasih...🙏🙏🙏🙏