Pelangi Dimatamu

Pelangi Dimatamu
BAB 13 Terbongkarnya Semua Rahasia


__ADS_3

"Maaf kak Pelangi,aku tidak bisa mengatakan apa-apa tentang Sari," kata Dewi.


Aku menelpon Dewi menanyakan tentang Sari karena sebagai kakaknya aku punya firasat bahwa Sari telah menyembunyikan sesuatu yang entah itu apa aku tidak tahu.


"Tolonglah Wi kamu kan sahabatnya masa kamu tidak tahu apa-apa tentang Sari,dia sekarang jarang menghubungi aku atau ibu alasannya sibuk kerja sampai dia gak bisa pulang kerumah untuk menemui kami," kataku.


"Apa kak...! Sari bilang dia sekarang kerja," tanya Dewi.


"Oh jadi kamu gak tau masa sih,kata Sari dia kerja diperusahaan ayahmu dan kamu yang membantunya supaya bisa diterima diperusahaan ayahmu berarti selama ini Sari telah berbohong kepadaku dan ibu," kataku.


"Sekarang kamu jujur Wi tolong bantu kakak apa sebenarnya yang telah disembunyikan Sari dari kami," tanyaku lagi kepada Dewi.


"Sekali lagi maaf kak,aku gak bisa bantu kakak,aku gak tau apa-apa kak,sudah dulu ya kak," jawab Dewi.


"Jangan ditutup dulu,Wi telponnya aku minta tolong sekali ini aja sama kamu kalau memang kamu benar-benar sahabat yang baik kamu gak akan menutupi kesalahan sahabatmu," kataku.


"Oke baiklah kak, tapi sekarang aku tidak bisa cerita banyak tentang Sari,aku ada mata kuliah hari ini jadi harus kekampus dulu,kak Pelangi datang aja kerumahku dulu nanti aku kasih alamat rumahku kak," kata Dewi.


"Makasih ya Dewi kamu sudah bantu kakak," ucapku berterima kasih kepada Dewi.


Dewi lalu mematikan telponnya pikiranku semakin kacau,sebelumnya aku sudah punya firasat kalau ada sesuatu yang disembunyikan Sari entah itu apa aku tidak tahu. Besok minggu rencananya aku mau ketempat Dewi karena hari itu aku lagi libur kerja. Aku tidak ingin memberitahukan semuanya dulu kepada ibu,aku takut ibu khawatir dan cemas,aku akan memberitahukan ibu nanti setelah semuanya jelas apa yang telah terjadi kepada Sari.


\#\#\#\#\#


Setelah pamit kepada ibu,dengan berbekal alamat rumah Dewi,aku pergi untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi terhadap Sari. Perjalanan yang kutempuh memang sangat jauh memerlukan waktu kurang lebih 4 jam untuk bisa sampai ke tempat Dewi,apalagi aku menggunakan sarana transportasi bis,yang aku tahu kalau ditempatku ini,harus menunggu penumpang penuh baru bis akan berangkat. Akhirnya bis yang aku tumpangi pun berangkat sengaja aku mencari tempat duduk paling belakang dan didekat jendela agar aku bisa menikmati pemandangan yang indah diluar sana selama perjalananku. Dalam perjalanan ini aku tidak mau dulu memikirkan Sari,kali ini aku ingin menikmati perjalananku. Aku ingin menyegarkan pikiranku dulu karena beberapa hari ini pikiranku kacau,banyak hal yang sedang aku pikirkan terutama Sari dan juga Reza yang semakin hari semakin jauh kurasakan hubunganku dengannya.

__ADS_1


Aku membuka kaca jendela bis itu dan membiarkan angin dingin menerpa wajahku,beberapa saat kemudian aku pun tertidur. Aku terbangun ketika ada salah seorang penumpang yang telah turun,kulihat jam tangan kesayanganku menunjukkan waktu sudah mulai siang. Sebentar lagi sampai batinku dalam hati,Dewi berjanji untuk menjemput aku setelah sampai nanti diterminal.


Akhirnya aku sampai juga badanku rasanya pegal-pegal semua. Aku melihat ke sekelilingku ternyata Dewi sudah menunggu aku,dia melambaikan tangannya kearah ku.


"Kak Pelangi...." teriak Dewi.


Aku segera menghampiri Dewi yang berteriak memanggilku.


"Lama ya tadi nunggunya maaf ya," kataku.


"Gak juga kok kak,kita makan dulu ya kak nanti baru kita kerumahku,kak Pelangi nanti bisa istirahat dulu," kata Dewi lagi.


"Iya deh kakak ikut aja apa katamu," sahutku sambil tersenyum.


Dewi lalu menyetir mobilnya dan melaju menuju ke sebuah restoran,sesampai disana aku dan Dewi langsung memesan makanan dan menyantapnya. Sambil makan aku lalu bertanya kepada Dewi apa yang dia ketahui tentang Sari.


"Wi sekarang kamu kasih tau kakak tentang Sari,kakak sudah jauh-jauh datang kesini hanya untuk mengetahuinya," kataku.


"Maaf ya kak bukannya aku mau menutupi semuanya dari kakak tapi Sari sahabatku kak,aku tidak mau dia nantinya marah sama aku kak kalau aku cerita semuanya tapi kalau aku gak cerita aku juga merasa bersalah dan prihatin dengan keadaannya yang sekarang,aku jadi bingung kak," kata Dewi.


"Maaf ya Wi,kakak jadi melibatkanmu kakak gak tau lagi harus minta bantuan sama siapa lagi yang kakak tau cuma kamu sahabatnya Sari," kataku.


"Iya kak,aku ngerti kok kak aku juga gak tega melihat keadaan Sari sekarang biarlah nanti kalau Sari marah sama aku,aku akan terima kak," sahut Dewi.


Aku jadi penasaran mendengar penjelasan dari Dewi ada apa sebenarnya dengan adikku

__ADS_1


.


"Sari kenapa Wi," tanyaku.


"Kak Pelangi,Sari sekarang sudah gak kuliah lagi kak, dia sudah menikah dan tinggal bersama suaminya,saat ini Sari sedang mengandung kak tapi kehidupan perkawinannya tidak bahagia kak," jawab Dewi.


Aku kaget setengah mati mendengar penjelasan Dewi,aku tidak percaya apa yang dikatakan Dewi. Kenapa Sari tega melakukan itu semua membohongi aku dan ibu,berhenti kuliah dan menikah diam-diam tanpa meminta restu dari ibu,orang tuanya.


"Apa katamu Wi,Sari sudah berhenti kuliah dan nikah diam-diam dan sekarang sudah hamil kenapa dia tidak kasih tau kami sih Wi,apa dia malu punya keluarga seperti kami tega banget Sari," kataku sedih.


"Kak Pelangi lebih baik makan aja dulu yang banyak dihabiskan semua ya kak,nanti kita ngobrol lagi," sahut Dewi.


"Wi,kamu bisa gak nganterin kakak untuk ketemu dengan Sari tapi kalau kamu memang gak bisa,kakak boleh minta alamatnya Sari ya," kataku.


"Nanti biar Dewi yang nganterin kakak kerumah Sari,kakak makan aja dulu ya kak," sahut Dewi.


Aku hanya mengangguk menyetujui perkataan Dewi. Aku dan Dewi melanjutkan makan lagi tanpa ada satu katapun yang keluar dari mulut kami. Pikiranku masih kepada Sari,tega betul dia membohongi aku dan ibu,berhenti kuliah,apa dia tidak menghargai aku dan ibu yang selama ini susah payah banting tulang mencari nafkah hanya untuk membiayai kuliahnya agar dia nanti menjadi orang sukses dan bisa dibanggakan tapi dia hancurkan semua harapan kami bahkan Sari sekarang sudah menikah tanpa memberitahu kami dan tanpa meminta izin kepada ibu terlebih dahulu. Kasihan ibuku apa yang nanti aku katakan kepada ibu,ibu pasti sangat kecewa dan aku tidak mau melihat ibuku sedih.


"Sudah ya kak Pelangi makannya," kata Dewi mengagetkanku.


"Iya wi sudah,biar kakak yang bayar ya,kamu sudah banyak bantu kakak," kataku lagi.


"Gak usah kak biar Dewi aja yang bayar semua,kakak itu tamunya Dewi,ya udah nanti habis ini kita langsung ke rumah Sari," sahut Dewi.


Setelah kami selesai makan,kami lalu pergi menemui Sari.

__ADS_1


__ADS_2