
Semenjak perkenalanku dengan Reza dimall tersebut,kami pun mulai berteman. Reza memang teman yang asyik,humoris dan aku merasa nyaman bila ada didekatnya,entahlah itu perasaan cinta atau sekedar teman atau apa lah aku tidak mengerti,yang pasti aku merasa nyaman.
Selain tampan,berkulit putih ternyata Reza juga seorang pengusaha muda walaupun baru merintis karier. Reza adalah anak satu-satunya om Frans,ayah Reza. Ayahnya Reza adalah seorang pengusaha sukses yang mempunyai perusahaan yang sangat berkembang dibeberapa kota. Reza tidak tinggal bersama kedua orang tuanya,setelah pembukaan perusahaan cabang baru dikota ini,Reza lah yang dipercayakan oleh ayahnya untuk mengelolanya. Reza tinggal bersama om Ardi dan tante Dewi. Tante Dewi,adik dari ayah Reza.
Aku heran mengapa Reza sampai saat ini masih belum mempunyai kekasih,padahal dia tampan dan mapan,pastilah banyak cewek-cewek yang ingin mengantri menjadi kekasihnya. Malam ini Reza ingin mengajakku keluar,ini pertama kali aku diajak jalan berdua dengannya,sebelumnya kalau mau jalan keluar entah itu ke mall,nonton atau sekedar nongkrong pasti kami berempat bersama Sinta dan pacarnya Dani. Tepat jam 7.30,Reza sudah datang kerumahku untuk menjemputku.
"Pelangi,nak Reza sudah didepan," kata ibu.
Aku mendengar ibu mengetuk pintu kamarku.
"Iya,bu sebentar lagi Pelangi keluar," sahutku.
Tidak berapa lama aku keluar kamar menemui Reza.
"Maaf ya jadi menunggu lama," kataku.
"Gak lama kok,baru dua jam," kata Reza sambil tertawa.
"Setahunpun aku masih sanggup menunggu kamu," katanya lagi.
__ADS_1
"Gombal kamu ah,ayo nanti kita kemalaman,jadi pergi gak," kataku.
"Ya jadilah,aku kan kesini mau jemput kamu," sahut Reza.
Setelah pamit kepada ibu kami pun pergi. Reza membukakan pintu mobilnya untukku dan mempersilakan aku masuk. Ternyata Reza orangnya romantis juga,pasti siapapun yang jadi pasangan hidupnya akan bahagia mendapatkan laki-laki seperti dia,batinku dalam hati.
"Kok melamun....lagi mikirin apa sih,mikirin hutang negara ya,gak usah dipikirin sudah ada presiden yang mikirin jadi kamu tenang aja ya," kata Reza tertawa sambil menyetir mobil.
"Kamu itu dari tadi bercanda terus," kataku sambil cemberut.
"Aku cuma heran aja sama kamu,kamu itu kan tampan,pengusaha,sudah mapan,anak orang kaya,tapi kenapa kamu masih mau berteman dengan aku,Sinta dan Dani,padahal kami itu dari kalangan yang biasa-biasa aja,apa kamu gak malu," kataku.
"Kenapa harus malu,aku senang berteman dengan siapapun,tanpa memandang status mereka,aku senang berteman dengan kamu,Sinta dan Dani, dan dari kalian lah aku bisa lihat ketulusan kalian berteman denganku. Kebanyakan dari teman-temanku selama ini berteman denganku hanya ada maksud tertentu aja,gak tulus," kata Reza menjelaskan panjang lebar.
"Aku mau mengenalkan kamu dengan pacar baruku," jawab Reza singkat.
Aku terdiam sesaat,dadaku tiba-tiba rasanya sesak mendengar jawaban Reza. Pupus sudah harapanku. Reza sudah punya pacar. Jujur selama ini aku suka sama Reza. Tapi tidak mungkin aku mengungkapkan perasaanku ini duluan kepada Reza. Itu sangat tidak mungkin bagiku. Lebih baik aku kehilangan laki-laki yang aku suka daripada harus mengungkapkan perasaanku duluan. Itu prinsip yang aku pegang teguh. Bagiku pantang cewek mengungkapkan perasaannya terlebih dahulu kepada cowok.
"Nah,kita sudah sampai,ayo turun," katanya lagi.
__ADS_1
Kami berhenti disebuah rumah mewah dengan halaman yang luas.
Reza kemudian membukakan pintu mobilnya dan mempersilakan aku turun. Ini pasti rumah pacarnya yang mau dikenalkannya itu batinku dalam hati. Dia lalu mengajakku ke halaman belakang,disitu sudah tersedia meja dan kursi yang dihias sedemikian rupa sehingga sangat tampak cantik dilengkapi dengan lampu taman yang indah menambah suasana romantis,tapi dimana pacarnya Reza itu dari tadi aku tidak melihatnya.
"Ayo silakan duduk," perintah Reza.
"Dimana kekasihmu,kok dari tadi gak kelihatan," tanyaku.
"Dari tadi dia sudah ada menemani aku,dia duduk tepat didepanku," jawab Reza.
"Pelangi,malam ini aku ingin mengungkapkan perasaanku kepadamu,selama ini aku suka sama kamu,aku sayang sama kamu,mau kah kamu menjadi pacarku untuk menemani hari-hariku," kata Reza sambil memegang jemari tanganku.
Aku kaget setengah mati mendengar pengakuan Reza. Dia memintaku untuk menjadi pacarnya. Ternyata dia menyiapkan ini semua buat aku. Apakah aku bermimpi,kalaupun mimpi aku tidak mau terbangun dari mimpi indah ini,batinku dalam hati. Aku hanya bisa terdiam tidak bisa berkata apa-apa.
"Pelangi....." kudengar Reza memanggil namaku.
"Reza,apa kamu serius dengan ucapanmu itu,jujur sebenarnya selama ini aku juga suka sama kamu,aku sayang sama kamu,aku bersedia menjadi pacar kamu," jawabku.
"Berjanjilah kamu akan setia dan gak menyakiti aku," kataku.
__ADS_1
"Aku berjanji akan selalu setia dan akan selalu membahagiakanmu Pelangi," sahut Reza.
Ya Tuhan semoga hubunganku dan Reza bisa sampai pernikahan,awet,langgeng sampai maut memisahkan kita berdua,doaku dalam hati. Hari ini aku sangat bahagia karena Tuhan telah mengirimkan aku seseorang yang bisa menemaniku didalam melewati hari-hariku.