
Sandra merasa kesal karena Nina telah merusak rencananya untuk mendekati Hendra. Sandra menelpon ibu Merry bermaksud untuk mengadukan semua kelakuan Nina dikantor Hendra. Mungkin aku belum bisa membalas perlakuan Nina tapi mungkin tante Merry bisa memberi teguran kepadanya batin Sandra.
"Halo tante Merry....," sapa Sandra.
"Halo Sandra...," jawab bu Merry.
"Kamu masih dikantor Hendra ya," ucap bu Merry.
"Gak tante, Sandra sudah balik ke rumah sakit dari tadi," kata Sandra.
"Sandra ngantarin bekalnya terus langsung pulang," kata Sandra lagi.
"Loh...kok cepat betul kamu pulang," kata bu Merry.
"Sandra tante nyuruh kamu nganterin bekal makanan buat Hendra itu supaya kamu bisa mendekati Hendra," kata bu Merry lagi.
"Susah tante mendekati Hendra, kalau masih ada bodyguardnya Hendra yang selalu mengawasi," kata Sandra.
"Maksud kamu apa Sandra," tanya bu Merry.
"Waktu Sandra datang, sudah ada Nina diruangan Hendra," kata Sandra.
"Tante Merry tau sendiri kan gimana sikapnya Nina sama Sandra," ucap Sandra.
"Seperti biasa mulutnya Nina ya gitu dah...gak enak didengar, tadi sempat ribut juga sih sama Nina," kata Sandra.
" Ooh gitu...jadi Nina ada dikantornya Hendra, anak itu selalu aja mencari masalah," kata bu Merry.
"Ya udah nanti kalau Nina pulang, biar tante yang tegur Nina," kata bu Merry.
"Iya tante...sebenarnya Sandra itu males cerita masalah kaya gini sama tante," ucap Sandra.
"Sandra takut nanti dibilang suka ngadu-ngadu lagi sama tante," ucap Sandra lagi.
"Ya udah..sekarang kamu gak usah khawatir," kata bu Merry.
"Sebentar lagi kan liburan kuliahnya Nina selesai, dan sebentar lagi Nina balik ke Australia," kata bu Merry.
"Nah..nanti kamu punya banyak kesempatan untuk mendekati Hendra, sekarang kamu sabar dulu ya," kata bu Merry lagi.
"Iya tante Merry....," ucap Sandra.
"Ya udah dulu tante, Sandra mau lanjut kerja lagi, makasih ya tante atas dukungannya," kata Sandra.
Setelah mengucapkan salam kepada bu Merry, Sandra menutup telponnya. Sandra merasa puas, dia ingin bu Merry tahu kelakuan Nina dan memarahinya. Setan kecil itu harus diberi pelajaran walaupun bukan lewat aku tapi mamanya, semoga tante Merry memarahinya habis-habisan batin Sandra.
#####
Dikantor Hendra.
Nina masih setia menunggu kakaknya bekerja, dia belum mau pulang karena Nina yakin bu Merry pasti akan memarahinya. Huuh, pasti ular betina itu sudah mengadu kepada mama batin Nina. Hendra menangkap kegelisahan diwajah adiknya itu.
"Nina, kamu gak pulang, ini sudah sore looh," tanya Hendra.
"Nanti aja kak, pasti mama marah besar sama Nina," jawab Nina.
"Nina yakin Sandra pasti sudah mengadu sama mama," ucap Nina.
"Ya udah...nanti kamu pulang sama kakak aja," ucap Hendra.
__ADS_1
"Oh iya kakak mau tanya, kenapa sih kamu gak suka sama Sandra," tanya Hendra.
"Iya kak, memang dari awal melihat Sandra, Nina sudah gak suka kak, kaya ada aura-aura jahat gitu kak," kata Nina.
"Hahahaha....," Hendra tertawa mendengar perkataan Nina.
"Kok malah ketawa sih kak," ucap Nina.
"Iya..kamu kaya paranormal aja," kata Hendra.
"Beneran kak, Sandra itu sepertinya mau mendekati kak Hendra dan mau menghancurkan hubungan kakak dengan kak Pelangi," kata Nina.
"Ditambah lagi Sandra dapat dukungan dari mama," kata Nina lagi.
"Dengar ya kak...aku gak mau kak Hendra menyakiti hati kak Pelangi, apalagi sampai selingkuh dengan Sandra," kata Nina.
"Kak Pelangi itu sudah kuanggap seperti kakak kandungku sendiri kak, jadi aku gak mau ada orang yang menyakiti kak Pelangi," kata Nina.
"Iya bawel..kakak gak akan menyakiti hati kak Pelangi, kakak gak akan selingkuh dengan Sandra," janji Hendra.
"Biarpun Sandra menggoda kakak terus, tapi kakak gak akan tergoda, kakak akan selalu setia sama kak Pelangi," kata Hendra lagi.
"Awas looh kalau kakak melanggar janji kakak, Nina gak akan menganggap kakak itu kakak Nina..," ucap Nina.
"Iya...kakak janji," ucap Hendra.
"Ya udah sekarang kita siap-siap pulang," kata Hendra.
"Tapi kak...," ucap Nina ragu.
"Kenapa ? " kamu takut mama marahin kamu," tanya Hendra.
"Udahhh...kamu tenang aja...ada kakak, nanti kakak yang bantuin kamu, gak usah takut gitu dong," kata Hendra menghibur Nina.
"Iya kak...," ucap Nina senang.
Setelah membereskan berkas-berkas pekerjaannya, Hendra dan Nina menjemput Pelangi ditempat kerjanya. Nina senang bisa bertemu dengan Pelangi hari ini. Setelah lima belas menit akhirnya mereka sampai ditempat kerja Pelangi. Pelangi sudah menunggu di depan toko roti. Setelah melihat mobil Hendra datang, Pelangi segera mendatangi Hendra.
"Maaf ya sayang, lama ya menunggu," kata Hendra.
"Gak juga sih," kataku.
"Hai kak Pelangi," sapa Nina.
"Nina...kamu ada disini juga ya," kataku sedikit kaget.
"Iya kak..panjang ceritanya...nanti deh Nina ceritakan, sekarang kakak masuk dulu," kata Nina.
Nina membukakan pintu mobil depan buat Pelangi, sedangkan dia duduk dibelakang. Sepanjang jalan Nina menceritakan kepada Pelangi tentang kejadiannya dengan Sandra dikantor Hendra tadi siang. Pelangi hanya bisa diam mendengarkan cerita Nina.
"Sayang, kamu tenang aja ya...sekuat apa pun Sandra menggoda aku, aku gak akan tergoda oleh rayuannya," kata Hendra.
"Kamu janji ya, kamu gak akan tergoda sama Sandra dan gak akan selingkuh," kataku.
"Iya sayang, aku janji...," ucap Hendra.
"Iya kak, tadi kak Hendra juga sudah janji juga sama aku kak, kalau dia gak akan menyakiti hati kakak dan gak akan selingkuh," kata Nina meyakinkan aku.
"Kalau sampai dia melanggar janjinya, Nina duluan kak yang bertindak," kata Nina.
__ADS_1
" Memang kamu mau ngapain kakak," tanya Hendra.
"Aku mau mutilasi kakak," kata Nina.
Aku dan Hendra tertawa mendengar perkataan Nina. Nina memang gadis yang lucu menurutku walaupun sedikit keras kepala tapi Nina anak yang baik, dia tidak sombong walaupun anak orang kaya dan berpendidikan luar negeri. Mungkin diturunkan dari sifat papanya yaitu pak Anton, yang baik dan tidak memandang rendah orang lain. Tidak berapa lama akhirnya sampai juga di rumah Pelangi.
"Kalian mau mampir dulu gak," tanyaku.
"Aku langsung pulang aja ya sayang, badanku sudah gerah pengen mandi," jawab Hendra.
"Salam sama ibu aja ya," kata Hendra lagi.
"Iya kak, lain kali aja Nina mampir ya," ucap Nina.
"Ya udah nanti aku salamkan sama ibu, kalian hati-hati ya," kataku.
Setelah berpamitan dengan Hendra dan Nina, mobil Hendra pun meninggalkan rumah Pelangi menuju rumah mereka. Dirumah, bu Merry sedang asyik membaca majalah diruang tamu.
"Kak Hendra..," ucap Nina.
"Ya udah turun, kamu mau tidur di mobil," ucap Hendra.
"Ya gak lah, kak," kata Nina.
"Gak usah takut...mama gak mungkin mutilasi kamu," kata Hendra sambil tertawa.
Hendra dan Nina turun dari mobil, dan memasuki rumah. Hendra melihat mamanya duduk diruang tamu.
"Sore ma...," sapa Hendra sambil duduk disebelah mama.
"Sore Ndra, baru pulang..," ucap bu Merry.
"Iya ma...," jawab Hendra.
"Mama...," sapa Nina.
"Nina duduk mama mau bicara sama kamu," kata bu Merry.
"Kenapa ma..Nina mau mandi, sudah gerah nih," ucap Nina.
"Ninaa..," teriak bu Merry.
"Mama tau kamu tadi siang ke kantor Hendra dan buat keributan dengan Sandra," kata bu Merry.
"Pasti Sandra yang mengadu sama mama," kata Nina.
"Nina, mama tau kamu gak suka sama Sandra, tapi kamu harus sopan sama dia, mulut kamu tu dijaga biar gak nyakiti hati orang, percuma aja mama sekolahkan kamu tinggi-tinggi sampai keluar negeri tapi kamu gak punya tata krama, gak punya sopan santun," kata bu Merry dengan nada tinggi.
"Tapi ma Sandra...," ucapan Nina terhenti karena teriakan bu Merry.
"Sudah cukup Nina...Sandra itu anaknya teman mama, kalau sampai mamanya Sandra tau kalau kamu sudah gak sopan gitu sama Sandra mama bisa malu," teriak mama.
"Mama sudah ma...Nina gak salah ma, memang Sandranya aja yang bikin kesal," kata Hendra membela adiknya.
"Nina sekarang kamu mandi sana," kata Hendra.
Hendra tidak mau nanti suasananya semakin panas karena mamanya semakin emosi. Nina lalu pergi meninggalkan bu Merry dengan kesal, dia merasa bu Merry tidak menyayanginya karena membela Sandra dan selalu menyalahkannya. Hendra mencoba menenangkan bu Merry supaya tidak emosi lagi.
Buat pembaca setia "Pelangi Dimatamu" jangan lupa mampir ya..ditunggu like,coment dan votenya ya, biar Author lebih semangat lagi berkarya...😍😍😍🙏🙏🙏
__ADS_1