
Hubungan Pelangi dan Hendra semakin hari semakin membaik walaupun belum ada ikatan sebagai pasangan kekasih. Hubungan mereka hanya berteman baik meskipun begitu Hendra sudah merasa senang, dia yakin suatu saat nanti Pelangi mau membuka hati lagi buatnya. Untuk saat ini Pelangi masih fokus kepada kesehatan adiknya yaitu Sari. Sudah hampir tiga bulan Sari di luar negeri untuk melakukan pengobatan tapi rupanya belum ada hasil yang memuaskan karena dokter yang direkomendasikan saat ini tidak ada ditempat. Beberapa hari yang lalu ibu mengabarkan keadaan Sari saat itu. Malam ini di dalam kamar Pelangi melamun memikirkan keadaan adiknya itu, Pelangi sedih dan hanya bisa mendoakan kesehatan adiknya itu. Tidak berapa lama handphone Pelangi pun berdering, ada nama ibu tertulis disitu. Ibu menelpon semoga ibu mengabarkan berita baik batin Pelangi.
"Halo ibu....Assalamualaikum," sapaku.
"Waalaikumsalam nak," sahut ibu.
"Gimana keadaanmu disana Pelangi," tanya ibu.
"Alhamdulillah, Pelangi disini baik, sehat aja bu...," jawabku.
"Ibu gimana disana," tanyaku balik.
"Ibu juga baik-baik disini nak...tapi kondisi kesehatan adikmu yang semakin hari semakin drop," jawab ibu sedih.
"Dokter yang direkomendasikan masih tidak ada ditempat," kata ibu.
"Tapi masih ada dokter-dokter yang bagus kan bu disana...," tanyaku.
"Iya Pelangi, tapi ya...kita hanya bisa berusaha dan berdoa nak," ucap ibu.
"Minggu depan kami pulang Pelangi," ucap ibu lagi.
"Terus gimana dengan pengobatan Sari, bu..," tanyaku.
"Sari meminta untuk berobat di Indonesia aja," jelas ibu.
"Oh gitu, kalau memang itu keinginan Sari, ya udah diikuti aja bu," sahutku.
"Disini banyak juga dokter yang bagus," kataku.
"Iya Pelangi...ya udah dulu ya nak, nanti ibu telpon lagi," ucap ibu.
Setelah berpamitan dengan ibu, telpon pun terputus. Semoga Sari cepat sembuh batin Pelangi. Malam semakin larut akhirnya Pelangi pun tertidur lelap.
######
Seminggu telah berlalu, ibu memberi kabar tadi malam kalau siang ini rencananya mereka akan pulang ke Indonesia, dan untuk beberapa hari kedepan sementara ibu akan tinggal dirumah Sari karena kondisi Sari yang masih kurang baik. Malam ini Pelangi berencana untuk ke rumah Sari menjenguk keadaan adiknya itu.
"Kok buru-buru amat Pelangi," tanya Sinta.
Sinta heran melihat Pelangi hari ini, biasanya setelah menyelesaikan pekerjaannya Pelangi masih duduk santai mengobrol dengan Sinta.
"Hari ini ibu dan Sari pulang dari luar negeri," ucapku.
"Aku mau ke rumah Sari, menjenguk keadaannya," kataku menjelaskan.
"Ooh Sari sudah pulang," tanya Sinta.
"Iya Sin..tdi siang...," jawabku.
Setelah semua pekerjaannya selesai Pelangi berpamitan kepada Sinta.
"Sin...aku duluan ya....," ucapku.
"Oke, hati-hati ya Pelangi," balas Sandra.
Pelangi memesan mobil online agar bisa cepat sampai dirumah. Setelah setengah jam perjalanan akhirnya Pelangi sampai dirumah, dia bergegas untuk mandi dan bersiap-siap hendak ke rumah Sari. Setelah semua selesai Pelangi meluncur ke rumah Sari.
#####
__ADS_1
"Assalamualaikum...," sapaku.
"Waalaikumsalam.....," jawab ibu sambil menggendong Gilang.
"Ibu...dede Gilang," ucapku sambil memeluk keduanya.
Pelangi lalu mengambil Gilang dari pelukan ibu lalu menggendongnya dan menciuminya. Gilang tertawa ketika Pelangi menggelitik perut Gilang. Ibu hanya tersenyum melihat Pelangi dan Gilang.
"Aduuuh gemesin banget kamu Gilang, tambah ndut aja...," ucapku sambil menciumi pipi Gilang.
"Annnte...," ucap Gilang dengan kata yang masih belum jelas.
"Duuh sudah pintar panggil tante ya Gilang," ucapku.
"Gilang main sama bik Inah dulu ya, tante mau liat mama dulu ya," ucapku.
"Bik Inah....," panggil ibu.
"Iya bu...," sahut bik Inah.
"Tolong bawa Gilang main dulu ya," ucap ibu.
"Baik bu," ucap bik Inah.
"Gilang sini sama bik Inah... kita main mobil-mobilan...," ucap bik Inah lagi.
Gilang menangis saat Pelangi melepaskan gendongannya, Gilang sudah merasa dekat dan nyaman berada dalam pelukan Pelangi.
"Anak pintar jangan nangis ya...nanti kita main lagi ya...," bujukku.
"Gilang ajak main dulu ya bik, saya mau liat keadaan Sari," ucapku kepada bik Inah.
"Sari dikamarnya nak, ayo..." jawab ibu.
Diruang makan Reza sedang menyantap makanannya, ketika melihat Pelangi dia pun menyapanya.
"Pelangi...," sapa Reza.
"Iya...aku mau liat keadaannya Sari," sahutku.
"Sari dikamar...," ucap Reza.
"Ayo bu...Pelangi....makan dulu...," ajak Reza.
"Aku sudah makan sebelum kesini tadi," ucapku.
"Ibu masih kenyang nak Reza, ibu mau istirahat dulu ya dikamar," kata ibu.
"Iya bu...nanti kalau ibu mau makan, suruh aja bik Inah untuk menyiapin," kata Reza.
"Iya nak Reza....," ucap ibu.
"Pelangi...Sari ada diatas....ibu ke kamar dulu ya nak," ucap ibu lagi.
Pelangi hanya mengangguk dan tersenyum kepada ibu. Kasian ibu kelihatan sangat capek sekali batin Pelangi.
"Reza, aku liat Sari dulu ya...," ucapku.
"Iya silakan...," ucap Reza sambil tersenyum.
__ADS_1
Pelangi lalu menuju kamar Sari yang terletak di lantai dua dan mengetuk pintu kamar Sari.
"Sari....," ucapku.
"Iya kak Pelangi...masuk aja kak," ucap Sari dengan suara yang lemah.
Pelangi kaget melihat kondisi Sari yang sekarang, Sari terbaring ditempat tidur, badannya semakin kurus kering, sampai tulang lehernya pun kelihatan. Mukanya pucat pasi, sangat kurus hingga tulang pipinya menyembul keluar. Sari menggunakan topi kupluk, jadi Pelangi tidak tahu bagaimana keadaan rambut Sari sekarang. Disamping tempat tidur ada meja lampu tidur yang penuh dengan berbagai macam obat-obatan. Pelangi lalu mendekati Sari dan duduk disamping Sari.
"Sari gimana keadaanmu sekarang," tanyaku.
"Aku sudah gak kuat kak dengan penyakitku ini," jawabku.
"Kamu jangan menyerah Sari... kamu harus kuat...," ucapku pelan.
"Kamu harus lawan penyakitmu demi Gilang, anak kamu," kataku memberi semangat kepada Sari.
"Kamu harus sehat....aku yakin kamu pasti sembuh Sari...," kataku sambil menahan tangisku.
"Kak Pelangi....boleh aku peluk kakak...," pinta Sari.
Pelangi memeluk adiknya tidak terasa air matanya yang dari tadi ditahannya pun kini menetes, Pelangi pun menangis.
"Kak Pelangi jangan menangis kak," ucap Sari sambil tersenyum.
"Aku gak mau kak Pelangi menangis...aku pengen kakak tersenyum...," ucap Sari lagi.
Pelangi masih terus terisak, ingin rasanya Pelangi meninggalkan kamar Sari saat itu juga. Pelangi tidak sanggup melihat keadaan Sari yang sekarang. Pelangi mencoba tersenyum kepada Sari.
"Sari... kamu sudah minum obatmu," tanyaku sambil kupaksakan untuk tersenyum kepadanya.
"Sudah kak...," jawab Sari.
"Ya udah kalau gitu kamu istirahat...tidur...," kataku.
"Iya kak....," sahut Sari.
"Gimana kak...apa kakak sudah punya jawaban atas permintaanku tempo hari kak," tanya Sari.
"Sari kamu harus fokus dengan kesehatanmu...jangan memikirkan hal-hal yang gak penting seperti itu," kataku agak kesal.
"Tapi itu hal yang sangat penting buat aku kak," kata Sari.
"Sari ini sudah malam...kita bahas ini lain kali ya...," bujukku.
"Sekarang kamu tidur ya...kakak mau pulang dulu ntar kemalaman," kataku lagi.
"Kak Pelangi nginap aja disini," pinta Sari.
"Aku besok pagi harus kerja dan baju kerjaku masih dirumah," kataku beralasan.
"Ya udah nanti kak Pelangi kesini lagi ya," ucap Sari.
"Iya Sar..aku pasti akan selalu jenguk kamu," sahutku.
Setelah berpamitan Pelangi pulang dengan mobil online yang sudah dipesannya. Disepanjang perjalanan Pelangi masih memikirkan jawaban apa yang harus diberikannya kepada Sari nanti. Pelangi tidak mungkin menerima Reza dan menikah dengannya karena Pelangi sudah tidak mempunyai perasaan apa-apa lagi terhadap Reza. Didalam hati Pelangi masih tersimpan nama Hendra. Laki-laki yang dicintainya walaupun mereka sudah tidak ada hubungan apa-apa selain berteman. Ya Allah...berilah hamba petunjukmu, apa yang harus hamba lakukan doa Pelangi.
#####
Buat Pembaca yang sudah setia sama novelku makasih sudah mendukung author jangan lupa like.dan komentnya ya....maaf karena kesibukan author jadi tidak bisa up setiap hari...mohon maaf dan makasih🙏🙏🙏
__ADS_1