
Reza menyesal atas kejadian kemaren malam yang telah dilakukannya. Ya, kemaren malam dia mabuk bersama wanita malam yang ada di bar, dan kemudian mereka melanjutkannya ke hotel. Siang hari baru Reza terbangun dan tersadar ketika mendapati dirinya seranjang dengan wanita lain tanpa busana. Malam harinya baru Reza pulang ke rumah disambut dengan berbagai macam pertanyaan dari Sari.
"Mas Reza...aku tau kamu kemaren gak pulang semalaman," ucap Sari.
"Maaf Sar..aku lupa kasih tau kamu kalau ada kerjaan yang harus aku kerjakan dikantor," sahut Reza.
"Aku lembur...jadi terpaksa aku tidur dikantor," ucap Reza berbohong.
"Apa bener itu mas..!" tanya Sari.
"Sayang...aku gak bohong, kamu harus percaya sama aku," Reza coba meyakinkan Sari.
"Aku gak percaya sama kamu mas," ucap Sari.
"Kenapa kamu gak mau jujur aja sih mas," ucap Sari lagi.
"Siapa wanita itu mas," tanya Sari.
"Wanita apa ? " Sayang...aku...," Reza belum sempat melanjutkan kata-katanya.
"Cukup mas...gak usah bohongin aku lagi," kata Sari.
"Aku menemukan bekas lipstik dibaju kamu dan ada bau parfum," ucap Sari.
"Dan itu bukan bau parfum kamu mas," ucap Sari lagi.
Reza terdiam mendengar penjelasan dari Sari, Reza tidak menyadari kalau ada bekas lipstik dan bau parfum Lia dibaju yang dipakainya kemaren.
"Sayang maafkan aku...," hanya itu yang bisa keluar dari mulut Reza.
"Bawa wanita itu kesini mas...aku mau tau wanita seperti apa yang nantinya akan menjadi penggantiku," kata Sari dengan suara pelan.
"Apa maksud kamu ?" tanya Reza.
"Aku ingin tau wanita seperti apa yang akan menjadi ibu Gilang nantinya," jawab Sari.
"Siapa wanita itu mas?" tanya Sari.
"Sayang dia bukan siapa-siapa...aku baru kenal dia kemaren malam di bar," jawab Reza.
"Apaaa mas...," ucap Sari.
"Astaga mas...jadi kamu sudah kencan dengan wanita malam," Sari kaget mendengar penjelasan Reza.
"Maafkan aku Sar...," Reza berkata dengan suara pelan.
__ADS_1
"Aku tau mas....sebagai istri aku tidak bisa menjalankan kewajibanku...maafkan aku mas...," ucap Sari sedih.
Entah kenapa Sari tidak bisa lagi meneteskan air matanya atas perselingkuhan Reza dengan wanita malam itu. Sari teringat dulu kesalahannya membuat Reza mabuk dan mengambil kesempatan dan akhirnya Reza menikahinya dengan terpaksa karena hamil. Terulang lagi, Ya Tuhan mungkin ini karma atas dosa-dosaku dimasa lalu dan aku harus bisa menerimanya dengan ikhlas batin Sari.
"Aku gak marah mas kamu bersama wanita lain, berselingkuh dibelakang aku, karena aku sadar diri, aku gak bisa membahagiakan kamu," kata Sari.
"Tapi bukan dengan wanita pela**r," kata Sari dengan nada keras.
"Masih banyak mas wanita baik-baik diluar sana yang pantas jadi istri kamu dan ibu dari anak kita," kata Sari lagi.
"Maafkan aku sayang...," ucap Reza menangis.
Reza memeluk Sari dengan erat tapi Sari hanya diam tidak membalas pelukan suaminya itu. Hatinya sakit tapi Sari harus menerima itu semua.
"Mas...aku mau mas Reza menikahi kak Pelangi, itu permintaanku yang terakhir," ucap Sari.
"Aku akan membujuk kak Pelangi supaya dia mau menikah dengan kamu mas," kata Sari.
"Kalau perlu aku akan minta bantuan ibu untuk membujuk kak Pelangi," kata Sari lagi.
"Aku gak mau membahas masalah ini lagi...cukup Sari...hentikan..," teriak Reza.
"Kamu harus fokus dengan kesehatanmu jangan mikir yang macam-macam," kata Reza.
"Percuma mas...aku gak bakalan sembuh," ucap Sari.
"Aku sudah tau semuanya mas...," kata Sari pelan.
"Apa maksud kamu...!" tanya Reza lirih.
"Aku tau mas umurku tinggal beberapa bulan lagi," jawab Sari pelan.
"Waktu dirumah sakit aku dengar pembicaraan kamu dengan dokter," ucap Sari.
"Waktu mau ke toilet, aku lupa membawa tissu jadi aku kembali lagi keruangan dokter untuk mengambil tissu yang ada didalam tasku," kata Sari menjelaskan.
"Aku mendengar pembicaraan kalian jadi aku urungkan masuk ke ruang dokter," kata Sari lagi.
"Aku akan mati mas...," tangis Sari pecah.
Akhirnya air mata Sari pun tumpah membasahi pipinya yang semakin tirus. Reza memeluk Sari dengan erat seakan tidak mau melepaskannya, Reza menangis dalam pelukan Sari. Reza tidak ingin kehilangan wanita yang telah memberinya seorang putra itu, Reza makin mempererat pelukannya.
"Sayang maafkan aku....," ucap Reza masih memeluk Sari.
"Kamu gak salah mas...semua ini salah aku, ini semua karma buat aku atas semua kesalahanku dulu," ucap Sari.
__ADS_1
"Ssssstt....sudah, semua masa lalu lebih baik kita lupakan," ucap Reza sambil melepaskan pelukannya.
"Aku akan mencari dokter terbaik diluar negeri supaya kamu bisa sembuh," kata Reza.
"Sewaktu dirumah sakit dokter merekomendasikan untuk berobat diluar negeri di rumah sakit xxxx ," kata Reza lagi.
"Percuma mas...," ucap Sari.
"Gak...pokoknya kamu harus sembuh," kata Reza.
"Kita cuma berusaha dengan kemampuan kita berhasil atau tidaknya kita serahkan kepada Tuhan.
"Aku sudah gak kuat mas kalau harus melakukan perjalanan jauh," sahut Sari.
"Kamu harus kuat sayang...," ucap Reza.
"Gimana dengan Gilang, aku gak mau ninggalin dia disisa umurku, aku gak mau jauh-jauh dari Gilang mas," kata Sari.
"Kita bawa Gilang juga ya mas, nanti aku minta tolong sama ibu buat jagain Gilang," bujuk Sari.
"Biar bik Inah jagain rumah kita mas," ucap Sari.
"Iya sayang...," kata Reza.
#######
Dirumah Ibu.
"Pelangi, besok ibu mau kerumah Sari nak, mau jenguk keadaan dia sekarang," kata ibu.
"Apa kamu mau ikut nak ?" tanya ibu.
Pelangi hanya terdiam, Pelangi teringat permintaan Sari waktu pertemuan mereka dirumah sakit. Sari meminta Pelangi untuk menikah dengan Reza.
"Pelangi kok kamu malah melamun," ucap ibu.
"Ohh..eh..iya bu kenapa," jawabku.
"Hadeeeeh...Pelangi,Pelangi...mikirin apa sih kamu nak," sahut ibu.
"Gak kok bu...Pelangi gak mikir apa-apa," kataku terbata-bata.
"Besok apa kamu mau temani ibu jenguk Sari, kebetulan besok kamu libur kerja kan," kata ibu.
"Iya bu, besok kita sama-sama jengukin Sari," ucapku.
__ADS_1
"Beneran kamu mau nak...," ucap ibu seperti tidak percaya dengan pendengarannya.
Pelangi mengangguk pelan. Ibu merasa senang sekali akhirnya hubungan kedua putrinya yang dulu terputus kini bisa tersambung kembali. Semoga kedua putriku bisa rukun kembali batin ibu. Waktu pertemuan dengan Sari dirumah sakit, Pelangi kaget dengan kondisi Sari saat itu, keadaannya sangat memprihatinkan sekali. Perasaan Pelangi yang dulu kecewa, marah, dan sakit hati kepada Sari tiba-tiba hilang begitu saja berganti dengan rasa kasihan, sedih melihat Sari saat itu. Benar kata ibu ikatan darah sesama saudara tidak akan pernah bisa putus, Pelangi masih tetap menyayangi adiknya itu.