
"Mas Reza,aku hamil sudah dua minggu dan ini adalah anakmu," kata Sari.
"Apa katamu,kamu jangan bercanda Sari,diantara kita tidak ada hubungan apa-apa ingat itu," bentak Reza.
"Apa kamu bilang gak ada hubungan apa-apa mas," teriak Sari.
"Apa kamu tidak ingat mas,malam kejadian di pesta ulang tahun Dewi,kamu merayu aku dan kita melakukan hubungan itu," jawab Sari lagi.
__ADS_1
"Tapi waktu itu aku dalam keadaan mabuk,Sar jadi aku gak sengaja melakukan hubungan itu," kata Reza membela diri.
"Apa kamu bilang mas gak sengaja,seenaknya aja kamu ngomong begitu,malam itu kamu sangat menikmatinya mas," teriak Sari lagi.
"Mas Reza,kamu harus bertanggung jawab,kamu harus menikahi aku,kasian anak ini mas,apa kamu tega anak ini lahir tanpa seorang ayah," kata Sari lagi.
"Maaf Sari,aku tidak mungkin menikah dengan kamu,aku tidak mencintai kamu dan aku sudah mempunyai calon istri yang sangat aku cintai dan sebentar lagi aku akan menikahinya.," kata Reza.
__ADS_1
"Kamu sudah gila mas,kamu kejam,tega kamu mas mau membunuh darah dagingmu sendiri,dimana hati nuranimu mas,kamu fikir dengan uangmu itu semua masalahnya bisa selesai,anak ini tidak bersalah mas,dia berhak mendapat kehidupan," sahut Sari.
" Sudah cukup Sari,aku tidak mau berdebat denganmu dan aku masih belum percaya itu anakku,bisa aja kan anak itu anak dari laki - laki lain lalu kamu menjebak aku dengan tujuan lain,aku tahu wanita seperti apa kamu,wanita yang hanya inginkan uangku aja," bentak Reza.
"Aku kesini bukan untuk kamu hina mas,tapi untuk minta pertanggung jawabanmu sebagai seorang ayah,aku memang bukan seorang wanita yang baik dimatamu,tapi demi Tuhan aku bersumpah anak yang aku kandung ini memang anakmu," kata Sari mulai menangis.
"Baiklah,sekarang kamu pulang dulu,aku gak mau melihatmu menangis dihadapanku,aku akan hubungi kamu lagi nanti untuk membicarakan masalah ini," kata Reza menenangkan Sari.
__ADS_1
Sari akhirnya pulang mendengar jawaban dari Reza. Reza semakin pusing dengan masalah yang dihadapinya,dia tidak menyangka kejadian malam itu,malam dimana dia sedang mabuk itu sekarang menimbulkan masalah yang sangat besar baginya. Pada waktu itu,anak dari rekan bisnisnya pak Hendrawan yaitu Dewi sedang berulang tahun. Pak Hendrawan bermaksud menyelenggarakan pesta ulang tahun putri kesayangannya itu disebuah cafe yang cukup terkenal dan mengundang teman-teman Dewi dan semua rekan bisnisnya. Dewi satu kampus dengan Sari dan bersahabat karib,Sari sudah cukup akrab dengan keluarga pak Hendrawan. Pada malam pesta ulang tahun Dewi,Reza dan Sari hadir disana,mereka lalu berkenalan dan mulai akrab. Mereka mengobrol sampai lupa waktu,Reza pun mulai minum-minuman beralkohol yang memang disediakan dicafe itu. Sari yang memang suka dengan Reza dari awal dia berkenalan,mulai memanfaatkan situasi,dia memberi Reza banyak minuman beralkohol dengan tujuan Reza bisa mabuk berat. Sari akan melakukan apa saja untuk mendapatkan apa yang dia inginkan walaupun dengan cara yang salah. Malam itu Reza mabuk berat,melihat kesempatan itu Sari mulai melancarkan aksinya,dia pamit sama Dewi untuk mengantarkan Reza pulang karena Reza sudah tidak terkontrol lagi akibat mabuk berat. Ternyata Sari membawa Reza bukan kerumah Reza tapi ke kontrakannya. Sari membawa Reza yang masih setengah sadar ke dalam kamarnya dan membaringkannya ketempat tidurnya. Perlahan Sari membuka pakaian Reza satu persatu dan mulai melakukan sentuhan-sentuhan,Reza pun mulai bereaksi dia menciumi Sari dan melucuti pakaian Sari sehingga sehelai benangpun tidak ada yang melekat dibadannya dan mereka pun melakukan hubungan selayaknya suami istri. Reza sangat merasa berdosa saat mengingat kejadian itu,wajah Pelangi selalu terbayang dimatanya,dia sudah melanggar janjinya untuk selalu setia kepada Pelangi.
"Hmmmm,apa yang harus aku lakukan sekarang,apa aku harus jujur kepada Pelangi,pasti dia akan marah sekali,maafkan aku Pelangi aku tidak bisa menjaga kepercayaan yang kamu berikan," batin Reza dalam hati.