
Setelah mengetahui dirinya mengidap kanker otak, setiap hari kerjaan Sari hanya melamun dan menangis, tidak ada lagi senyum dan tawa seperti dulu. Sari juga tidak perduli lagi dengan Gilang, anaknya. Reza sangat sedih melihat kondisi Sari seperti itu. Hari ini sengaja Reza tidak masuk kerja karena ingin merawat Sari.
"Sayang, kamu gak boleh kaya gini terus," kata Reza.
"Kamu harus semangat, kamu harus yakin kalau kamu pasti sembuh," kata Reza lagi.
"Aku tau penyakitku gak ada obatnya mas," ucap Sari sambil menangis.
"Kamu salah semua penyakit itu pasti ada obatnya," ucap Reza.
"Kamu harus yakin kalau kamu pasti sembuh, kamu gak boleh nyerah gitu aja," ucap Reza lagi.
"Kamu gak kasian sama Gilang, anak kita masih kecil, butuh kasih sayang mamanya," kata Reza.
"Sekarang kamu jangan menangis lagi, kamu harus makan dan minum obat yang teratur, aku gak mau melihat kamu melamun dan menangis lagi," kata Reza sambil memeluk Sari untuk menenangkannya.
"Bik Inah...tolong bawakan makanan dan obatnya nyonya ya," panggil Reza.
"Baik tuan....," jawab bik Inah.
Didapur bik Inah segera menyiapkan makanan buat nyonyanya yang sedang sakit dan tidak lupa membawakan obatnya juga.
"Ini tuan makanan nyonya dan obatnya," kata bik Inah.
"Makasih ya bik... nanti kalau sudah selesai urusan didapur, tolong jagain Gilang sebentar ya bik," perintah Reza.
"Baik tuan...," ucap bik Inah.
Semenjak Sari sakit pekerjaan bik Inah semakin bertambah, bio Inah merasa kasihan melihat keadaan nyonyanya saat ini. Apalagi nyonyanya masih mempunyai anak yang masih kecil, yang masih butuh kasih sayang dari seorang ibu. Oleh karena itu bik Inah harus siap setiap saat apabila majikannya memerlukannya. Reza juga bukan orang yang tidak tahu balas budi, dia menaikan gaji bik Inah dua kali lipat karena pekerjaan bik Inah bertambah yaitu menjaga dede Gilang.
"Makannya udah selesai, sekarang kamu minum obat dulu ya sayang," kata Reza.
"Aku gak mau mas," ucap Sari.
"Tolong sayang, kamu jangan kaya anak kecil gitu, ayolah...," kata Reza.
"Percuma mas aku makan obat, gak ada perubahan juga," kata Sari.
"Sayang...setidaknya obat ini bisa mengurangi rasa sakit kepalamu," kata Reza.
"Ayolah sayang...," bujuk Reza.
Reza lalu mengambil obat dan memberikannya kepada Sari. Dengan rasa terpaksa Sari pun menerimanya dan meminumnya.
"Sekarang kamu tidur ya, banyak-banyak istirahat ya sayang," ucap Reza sambil mencium kepala istrinya.
Reza membaringkan istrinya ditempat tidur, Sari hanya menurut saja apa yang dilakukan suaminya.
__ADS_1
"Mas Reza....," ucap Sari dengan pelan.
"Iya sayang ada apa," tanya Reza.
"Mas aku sudah gak bisa memenuhi kewajibanku sebagai istri," kata Sari.
"Apa mas Reza nanti tinggalin aku, cari perempuan lain," kata Sari sambil menangis.
"Hussss...kamu ngomong apa sih sayang," ucap Reza.
"Aku gak akan ninggalin kamu sayang, aku akan setia mendampingi kamu walau apa pun yang akan terjadi," ucap Reza.
"Aku akan setia sama kamu sayang," janji Reza sambil membelai rambut istrinya.
"Janji ya mas," ucap Sari.
"Aku janji sama kamu sayang, sekarang kamu istirahat yang banyak biar cepat sembuh," ucap Reza.
"Dan jangan mikir yang macam-macam ya," ucap Reza lagi.
"Iya mas...," ucap Sari sambil mengangguk.
Sari merasa beruntung mendapatkan suami seperti Reza yang sangat pengertian dan setia menemani dan merawatnya disaat sakit. Sari lalu memejamkan matanya berharap dapat tidur dengan nyenyak. Setelah Sari tertidur, Reza pun keluar kamar dan membiarkan Sari beristirahat. Diruang tamu Reza melihat Gilang bermain dengan bik Inah dan menghampiri mereka.
"Bik Inah... Gilang gak rewel kan," tanya Reza.
"Ya udah, bik Inah kalau mau makan atau mau istirahat silakan aja bik," ucap Reza.
"Ditinggal aja gak apa-apa, biar saya yang nemani Gilang main," ucap Reza lagi.
"Ya udah kalau gitu saya tinggal dulu ya tuan," kata bik Inah.
"Nanti kalau tuan ada perlu, panggil saya aja tuan gak apa-apa," kata bik Inah polos.
"Ya udah...makasih ya bik," ucap Reza.
"Iya tuan sama-sama," kata bik Inah.
Bik Inah kemudian pergi meninggalkan Reza dan dede Gilang yang lagi asyik bermain.
"Anak papa lagi main apa ini," ucap Reza.
"Aduuuh anak papa sudah ngantuk ya," kata Reza.
"Ayo bobo sudah malam...bobo sama papa ya," kata Reza sambil menggendong Gilang.
Reza menggendong Gilang dan menidurkannya, setelah Itu Reza membawa anaknya itu kekamar Gilang. Reza memandangi wajah polos Gilang yang tertidur. Kasian kamu nak, mamamu lagi sakit saat ini, dan kamu juga butuh perhatian dari seorang ibu batin Reza. Tidak berapa lama Reza pun tertidur disamping Gilang. Tengah malam Sari terbangun karena kesakitan dan berteriak memanggil Reza.
__ADS_1
"Mas Reza...," teriak Sari.
"Masss....kepalaku sakit banget mas...," teriak Sari lagi.
"Mas Rezaaaa....," teriak Sari dengan keras.
Akhirnya Reza terbangun mendengar teriakan keras dari Sari dan berlari menuju kamarnya.
"Iya sayang...maaf aku tadi ketiduran dikamar Gilang," kata Reza.
"Aku gak tahan mas kepalaku sakit banget, aku gak kuat kaya gini," kata Sari.
"Iya, ya...kita ke rumah sakit ya sekarang, sebentar ya aku bangunin bibik," kata Reza.
"Cepatan mas aku sudah gak tahan, kepalaku sakit banget mas," kata Sari sambil menangis.
"Bik...bik Inah...," teriak Reza sambil mengetuk pintu kamar bik Inah.
"Iya tuan sebentar," kata bik Inah tergesa-gesa membuka pintu kamarnya.
"Bik Inah saya minta tolong jagain Gilang, saya mau kerumah sakit dulu," kata Reza.
"Saya mau ngantar nyonya dulu," kata Reza lagi.
"Baik tuan....," kata bik Inah sambil mengikuti Reza dibelakang.
"Ayo sayang kita kerumah sakit," kata Reza.
Reza menggendong Sari ke mobil, setelah berpamitan kepada bik Inah, mereka pun menuju ke rumah sakit. Sesampai di rumah sakit Sari segera ditangani oleh dokter.
"Gimana dok istri saya," kata Reza.
"Ibu Sari sudah tenang tadi saya kasih suntikan untuk meringankan sakitnya," kata dokter.
"Ibu Sari sebaiknya dirawat dirumah sakit pak, biar disini bisa lebih banyak beristirahat," kata dokter menjelaskan.
"Apa ibu Sari minum obatnya teratur pak," tanya dokter.
"Selama ini sih teratur dok, mungkin istri saya kurang istirahat dok," ucap Reza.
"Hampir setiap hari dia melamun dan menangis dok," kata Reza lagi.
"Mungkin karena ibu Sari terlalu banyak pikiran jadi menyebabkan kepalanya semakin bertambah sakit," kata dokter.
"Diusahakan agar ibu Sari jangan terlalu banyak pikiran," kata dokter lagi.
"Baik dok," kata Reza.
__ADS_1
Setelah mendengar penjelasan dari dokter, Reza menemui Sari yang sedang tertidur diruang perawatan. Kasian istriku, Ya Allah kuatkan hamba dan istri hamba menghadapi semua cobaan ini doa Reza dalam hati.