
Sudah tiga hari ibu Merry dirawat dirumah sakit, akibat stroke yang dialaminya tangan kanan bu Merry sulit digerakkan. Kebetulan rumah sakit tempat ibu Merry dirawat itu adalah tempat dimana Sandra menjalankan pekerjaannya sebagai dokter. Sandra diberitahu mamanya kalau tante Merry sedang sakit dan dirawat dirumah sakit. Sandra menyempatkan waktu untuk menjenguk bu Merry.
"Hai tante...," sapa Sandra.
"Sandra....," sahut bu Merry pelan.
"Gimana keadaan tante sekarang," tanya Sandra.
"Sudah mendingan, tapi tangan kanan tante masih sulit untuk digerakkan," jawab bu Merry.
"Tante harus banyak istirahat, makan yang sehat dan jangan terlalu banyak pikiran," kata Sandra.
"Iya Sandra," ucap bu Merry.
"Oh iya tante, hari ini Hendra jenguk tante gak," tanya Hendra.
"Hendra nanti malam datang jenguk tante," kata bu Merry.
"Ya udah kalau gitu, nanti malam Sandra datang lagi jenguk tante," kata Sandra.
"Makasih ya Sandra udah jenguk tante," ucap bu Merry.
"Tante banyak-banyak istirahat, nanti kalau tante perlu apa-apa panggil suster aja," kata Sandra.
Sebenarnya Sandra malas berlama-lama menjenguk bu Merry, hanya karena ingin bertemu Hendra saja dia menjenguk bu Merry.
#####
Malam hari, Hendra dan Pelangi mengunjungi ibu Merry dirumah sakit. Pelangi tahu ibu Merry masih belum bisa menerima kehadiran Pelangi, walaupun Pelangi sudah menolong ibu Merry. Pelangi dan ibu Merry hanya saling diam, Pelangi ingin keluar dari ruangan bu Merry, tapi tangan Pelangi ditahan oleh Hendra supaya tidak pergi.
"Ma...gimana keadaan mama sudah agak mendingan sekarang," tanya Hendra.
"Iya lumayan, tapi tangan kanan mama belum bisa digerakkan," jawab bu Merry.
"Sekarang mama makan dulu ya setelah itu minum obatnya," ucap Hendra.
"Biar saya aja ya tante yang menyuapin tante," ucap Pelangi tiba-tiba.
"Gak usah," sahut bu Merry dengan kasar.
"Mama jangan gitu...bagaimana pun Pelangi udah nolongin mama," kata Hendra.
"Mama juga gak minta ditolongin sama dia," kata bu Merry.
"Mama...kenapa sih mama gak suka banget sama Pelangi, padahal Pelangi sudah berusaha baik dengan mama," tanya Hendra.
"Mama gak suka sama dia karena dia gak sederajat dengan kita," jawab bu Merry.
"Semua manusia itu sama dihadapan Tuhan ma...gak ada tuh yang derajatnya tinggi ataupun rendah," kata Hendra.
"Sudah kamu jangan ceramahin mama, intinya mama gak suka sama dia," kata bu Merry.
"Ya udah mama makan dulu, Pelangi yang suapin mama ya," kata Hendra.
"Ma, Hendra mau nemuin dokter dulu, mau tanya perkembangan mama gimana," kata Hendra.
"Sudah mama bilang mama gak mau disuapin sama Pelangi," ucap mama.
__ADS_1
"Mama kali ini harus nurut kata Hendra, mama mau sembuh atau gak sih," ucap Hendra.
Ibu Merry hanya diam mendengar perkataan putranya itu. Ibu Merry memang tidak ingin dirawat dirumah sakit terlalu lama, dia ingin segera keluar dari rumah sakit dan menjalankan aktivitasnya seperti biasa.
"Ya udah, Hendra keluar sebentar ya ma...ketemu dokter," kata Hendra.
"Pelangi tolong jagain mama sebentar ya," ucap Hendra.
"Iya...aku pasti jagain mama kamu," sahutku.
Ibu Merry tidak menjawab perkataan Hendra. Ibu Merry berharap suaminya atau Sandra segera datang menjenguknya. Ibu Merry tidak mau berdua saja dengan Pelangi diruangannya, apalagi harus Pelangi yang menyuapinya makan. Pak Anton tidak bisa datang karena harus keluar kota untuk menemui kliennya, dan dia menyuruh Hendra untuk menjaga mamanya selama dia pergi.
"Tante ayo makan dulu biar Pelangi yang suapin," ucapku.
"Saya bisa makan sendiri," ucap bu Merry dengan ketus.
"Tangan tante kan masih sakit, gak bisa digerakkan, gimana mau makan," kataku.
"Sudahlah... tante nurut aja dulu, ini sudah dingin banget makanannya," kataku lagi.
Ibu Merry hanya diam saja, Pelangi lalu mengambil nampan makanan yang diletakkan diatas meja disamping tempat tidur dan mau menyuapi ibu Merry.
"Ayo tante makan...," ucapku.
Dengan sangat terpaksa ibu Merry menuruti perintah Pelangi, karena dia tidak bisa berbuat apa-apa. Tangan kanannya masih belum bisa digerakkan, karena itu ibu Merry perlu bantuan seseorang untuk makan.
"Tante harus banyak makan biar cepat sembuh," kataku.
Ibu Merry tetap diam saja sambil mengunyah makanan yang disuapi Pelangi. Setelah selesai makan, Pelangi memberi minum obat kepada ibu Merry.
"Sekarang tante harus minum obat ini," ucapku.
"Tante juga jangan terlalu banyak pikiran, jangan suka marah-marah nanti bisa kena stroke yang berat," kataku lagi.
"Tante tau gak, teman saya orang tuanya kena strok berat karena sering marah-marah, sampai sekarang duduk dikursi roda karena badannya lumpuh," kataku.
Pelangi memancing agar ibu Merry mau berbicara dengannya, karena itu Pelangi terus saja mengoceh bercerita apa saja. Akhirnya ibu Merry membuka suara juga.
"Pelangi...kamu jangan coba menakut-nakuti saya ya..," ucap ibu Merry.
"Saya gak bermaksud menakuti tante, tapi memang kenyataannya begitu tante," ucapku.
"Makanya tante jangan suka marah-marah, hidup itu harus dibawa bahagia walaupun kita banyak masalah, tapi kalau kita jalani dengan ikhlas, semua masalah akan hilang dan bisa bikin kita awet muda looh tante," kataku menjelaskan panjang lebar.
Pelangi berharap ibu Merry tidak marah dengan perkataan Pelangi itu. Pelangi sudah siap dengan segala amarah dari ibu Merry.
"Kamu gak usah mengajari saya, saya lebih banyak pengalaman dari kamu, saya lebih dulu hidup daripada kamu," ucap bu Merry.
"Maaf tante saya gak ada maksud untuk menggurui tante, tapi apa yang saya ucapkan itu memang benar," sahutku.
Ibu Merry hanya diam saja, sebenarnya ibu Merry ingin berdebat dengan Pelangi tapi dia merasa lelah dan mengantuk mungkin karena pengaruh dari obat yang diminumnya. Tidak berapa lama akhirnya ibu Merry tertidur juga. Pelangi tidak menyangka kalau malam ini Sandra datang juga menjenguk ibu Merry.
"Kamu siapa ??" tanya Sandra berpura-pura tidak tahu.
Sandra yakin kalau gadis didepannya ini adalah Pelangi kekasihnya Hendra.
"Ooh.. pembantu barunya tante Merry ya...," tanya Sandra.
__ADS_1
Pelangi tahu wanita dihadapannya ini adalah Sandra tepatnya dr.Sandra, wanita yang ingin dijodohkan ibu Merry dengan Hendra. Nina juga pernah menunjukkan foto wanita ini di media sosial. Pantas aja Nina tidak suka dengan Sandra ternyata orangnya angkuh dan sombong batinku.
"Aku Pelangi kekasihnya Hendra," jawabku.
"Kalau kamu kesini mau jenguk tante Merry, kamu bisa liat sendiri tante Merry lagi tidur," kataku.
"Tolong jangan diganggu, tante Merry baru aja tidur kasian," kataku lagi.
"Hei...siapa kamu berani meminta aku kaya gitu," ucap Sandra dengan kasar.
"Kamu sudah tau kan kalau tante Merry itu gak suka sama kamu, yang harusnya keluar dari kamar ini ya kamu bukan aku," kata Sandra.
"Dan kamu juga tau kan kalau tante Merry itu menjodohkan aku dengan Hendra bukan kamu," kata Sandra lagi.
"Jadi yang harus sadar diri itu kamu, bukan aku," ucap Sandra.
"Kata tante Merry kamu itu gak selevel dengan kami, gak sederajat, orang miskin yang mencoba menjadi kaya dengan mendekati pria kaya," kata Sandra dengan nada mengejek.
"Tutup mulut kamu ya...aku memang miskin tapi aku bukan wanita seperti itu, aku gak gila harta," kataku.
"Katanya kamu orang yang berpendidikan, seorang dokter tapi omongan kamu seperti orang yang tidak berpendidikan," ucapku.
"Ooh...jadi kamu mau ngajak ribut sama aku...oke, siapa takut ! " bentak Sandra.
"Aku gak ngajak ribut, tapi kalau kamu...," ucapku.
Pelangi belum sempat meneruskan kata-katanya, Hendra sudah datang. Hendra melihat ada Sandra didalam kamar mamanya. Pasti Sandra mencari keributan dengan Pelangi batin Hendra.
"Sayang...mama sudah tidur," tanya Hendra.
"Iya baru aja sesudah makan obat tadi," jawabku.
"Malam Hendra...," sapa Sandra.
"Malam San...," balas Hendra.
"Aku tadi mau menjenguk tante Merry tapi dilarang sama pacar kamu ini, padahal aku udah janji sama tante kalau malam ini aku mau kesini," kata Sandra mengadu.
"Aku gak melarang kamu menjenguk tante Merry," ucapku.
"Aku cuma bilang tolong jangan diganggu..tante Merry baru aja tidur," kataku.
"Kamu gak usah mengarang cerita yang gak bener, gak ada yang percaya sama kamu," kataku.
"Tu kan..memang pintar banget memutar balikan fakta pacar kamu ini," sahut Sandra.
"Sudah cukup, jangan ribut disini, ini rumah sakit, mama juga butuh istirahat," ucap Hendra.
"Iya, tapi pacar kamu itu bikin emosi," ucap Sandra.
"Sandra sudah...," ucap Hendra.
Sandra merasa kesal sekali dengan Pelangi, malam ini dia tidak bisa berduaan dengan Hendra, padahal dia mengunjungi ibu Merry hanya sekedar alasan agar bisa bersama dengan Hendra. Sandra tidak menyangka kalau ada Pelangi juga dirumah sakit. Oke, kali ini aku akan mengalah, tapi kamu lihat saja Pelangi aku tidak akan menyerah begitu saja batin Sandra.
"Ya udahlah..aku pulang, nanti kasih tau tante Merry ya kalau aku tadi datang," ucap Sandra.
"Iya nanti aku kasih tau mama, kalau kamu tadi kesini," ucap Hendra.
__ADS_1
Setelah pamit dengan Hendra, Sandra pun pulang dengan dendam didada terhadap Pelangi. Malam ini Hendra dan Pelangi menjaga ibu Merry dirumah sakit.