Pelangi Dimatamu

Pelangi Dimatamu
BAB 49 Pertemuan di Mall


__ADS_3

Sudah tiga hari Hendra tidak menghubungi Pelangi, Pelangi pun tidak berniat untuk menghubungi Hendra. Hendra masih menyimpan rasa cemburu, begitu pun dengan Pelangi yang merasa kecewa setelah tahu kalau Hendra makan siang dengan Sandra, wanita yang mau dijodohkan ibu Merry dengan Hendra. Pelangi tidak tahu sampai kapan hubungannya akan terus begini tanpa ada kejelasan. Sementara Sandra dengan intensnya datang kekantor Hendra. Sudah tiga hari ini Sandra mengajak Hendra makan siang berdua tanpa ibu Merry. Hendra pun tidak menolak ajakan Sandra, Sandra merasa sangat senang sekali, dia tahu kalau saat ini hubungan Hendra dan Pelangi lagi kurang harmonis. Sandra mencoba mengambil kesempatan itu untuk merebut hati Hendra. Hari minggu ini Sandra meminta Hendra untuk menemaninya untuk pergi ke sebuah mall dan Hendra pun tidak menolaknya. Ibu Merry sangat senang melihat kedekatan Hendra dan Sandra. Semoga saja Hendra bisa menikah dengan Sandra batin ibu Merry.


"Sore tante Merry," sapa Sandra.


"Sore juga Sandra...kalian mau pergi kemana," tanya bu Merry.


"Sandra mau ke mall tante, biasalah mau belanja bulanan...untung Hendra mau menemani Sandra," jelas Sandra.


"Ya udah kita jalan dulu ya ma...," pamit Hendra.


"Kalian hati-hati ya...," pesan bu Merry.


Setelah berpamitan kepada ibu Merry, Hendra dan Sandra pun pergi menuju ke sebuah mall. Sebenarnya Hendra tidak ingin pergi bersama Sandra, tapi karena dirumah dia merasa bosan terus memikirkan Pelangi dan hubungannya yang masih tidak jelas, akhirnya Hendra mau menerima ajakan dari Sandra.


#####


Di mall.


Pelangi dan Sinta berada di toko pakaian sedang asyik memilih-milih pakaian.


"Sinta...sweater ini bagus gak," kataku sambil memperlihatkan sweater warna abu-abu kepada Sinta.


"Bagus sih, tapi menurut aku warnanya kurang cocok dikulit kamu," ucap Sinta.


"Kalau kamu pakai warna itu tambah suram dah muka kamu," ejek Sinta sambil tertawa.


"Huuh dasaarr....," ucapku sambil tertawa.


"Gitu dong senyum, ketawa," sahut Sinta.


"Dari tadi aku liat muka kamu itu gak enak banget, manyun terus, gak ada senyum-senyumnya," jelas Sinta.


"Kita jalan-jalan ke mall ini buat menghilangkan stres, bukan untuk menambah stres," kata Sinta lagi.


"Iya maaf...," kataku sambil tersenyum.


"Terus sweater yang bagus warna apa dong, aku pengen beli," ucapku.


"Kamu cocoknya pakai sweater warna ini aja," kata Sinta sambil mengambil sweater warna merah.


"Warna merah bikin kamu tambah cantik," puji Sinta.


"Ooh ya udah kalau gitu aku ambil sweater warna merah ini, modelnya juga bagus, aku suka," ucapku.


"Kamu beli apa ?" tanyaku.


"Aku beli dress ini...gimana menurut kamu," tanya Sinta.

__ADS_1


"Bagus, simple tapi tetap elegant," ucapku.


"Ada yang mau kamu beli lagi," tanya Sinta.


Pelangi hanya menggeleng.


"Ya udah kita bayar ke kasir yuk," ajak Sinta.


Aku dan Sinta lalu menuju ke kasir untuk membayar belanjaan kami. Lumayan panjang antrian di kasir, akhirnya giliran kami tiba untuk membayar. Setelah selesai Sinta mengajakku untuk membeli beberapa cemilan dan aku pun menyetujuinya, kebetulan cemilan dikamarku sudah habis. Ketika sedang asyik memilih-milih beberapa cemilan kesukaan kami, di kejauhan Sinta dan Pelangi melihat dua sosok yang tidak asing lagi yaitu Hendra dan Sandra.


"Pelangi kamu liat mereka," tanya Sinta.


"Itu kan Hendra," ucap Sinta.


Pelangi terdiam memandangi Hendra dan Sandra dikejauhan. Hati Pelangi merasa sakit sekali melihat kedekatan mereka berdua.


"Wanita itu siapa ?" tanya Sinta lagi.


"Itu Sandra....," ucapku pendek.


"Oooh itu ya yang namanya Sandra," kata Sinta.


"Yang mau dijodohkan dengan Hendra," kata Sinta lagi.


"Iya....," jawabku.


"Kok Hendra gitu sih, bukannya menemui kamu untuk menyelesaikan masalah malah jalan sama wanita ular itu," geram Sinta.


"Kalau Hendra gak mau menemui kamu, gak mau mendengar penjelasan dari kamu, lebih baik kamu yang menemui Hendra," kata Sinta.


"Aku gak mau menemui Hendra," ucapku.


"Ayo Pelangi....ini kesempatan kamu, selagi dia masih ada disini," ucap Sinta


"Kamu harus menyelesaikan masalah kamu secepatnya," ucap Sinta lagi.


Tanpa menunggu persetujuan dari Pelangi, Sinta menarik tangan Pelangi berjalan menuju ke arah Hendra dan Sandra yang sedang asyik memilih-milih makanan. Hendra tidak menyadari kalau Pelangi berada ditempat yang sama dengannya. Hendra sangat kaget melihat Pelangi sudah berdiri dihadapannya.


"Hendra, aku mau ngomong sama kamu, penting !" ucapku ketus.


"Hendra gak ada waktu ngomong sama kamu," ucap Sandra.


"Heh...sahabatku ini gak ada urusan sama kamu ya...dia tu ada urusan sama pacarnya, jadi kamu diam aja," bentak Sinta.


"Eh...lancang ya mulut kamu....dasar wanita gak berpendidikan, mulutnya asal nyablak aja," hardik Sandra.


"Heh wanita ular...wanita yang gak berpendidikan itu kamu, sudah tau Hendra itu sudah punya pacar masih aja kamu rebut...kamu punya otak gak sih, jangan-jangan memang kamu gak punya otak," balas Sandra.

__ADS_1


"Kamu ya...," ucapan Sandra terpotong karena bentakan Hendra.


"Sudah...sudah...kalian gak malu apa ribut di tempat umum...orang-orang pada ngliatin," bentak Hendra.


Sandra dan Sinta terdiam mendengar perkataan Hendra. Mereka tidak menyadari kalau banyak pengunjung mall yang menonton pertengkaran mereka.


"Maaf Pelangi, aku harus pergi," ucap Hendra.


"Tapi kita harus bicara untuk menyelesaikan masalah kita," ucapku.


Hendra tidak memperdulikan kata-kataku. Banyak pengunjung mall yang masih menonton kami berempat, mereka ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi diantara kami.


"Ayo Sandra kita pergi dari sini," kata Hendra.


"Tapi kita belum selesai belanja....," ucap Sandra.


"Ya sudah kamu teruskan belanjamu...aku mau pulang," sahut Hendra.


"Dasar laki-laki pengecut....," ucapku lirih kepada Hendra.


Hendra menatap tajam kepada Pelangi mendengar perkataan Pelangi itu. Pelangi pun membalas dengan sinis tatapan Hendra itu. Pelangi jadi membenci laki-laki itu, laki-laki yang dulu membuatnya jatuh cinta tapi sekarang laki-laki itu juga membuatnya terluka.


"Kita putus...sekarang kamu bebas....silakan kamu pacaran sama siapa pun, aku sudah gak perduli," kataku.


Setelah mengatakan itu kepada Hendra, Pelangi lalu pergi meninggalkan Hendra yang masih berdiri mematung disamping Sandra. Sinta mengikuti Pelangi dari belakang, Sandra merasa senang Pelangi sudah memutuskan Hendra. Akhirnya aku menang Pelangi, kamu memang gak pantas bersama Hendra batin Sandra.


"Pelangi tunggu," teriak Sinta.


Pelangi terus saja berjalan tanpa memperdulikan teriakan Sinta yang memanggilnya. Akhirnya Sinta dapat menyusul langkah Pelangi.


"Pelangi...," ucap Sinta.


"Iya Sin...maaf aku tadi ninggalin kamu...habis aku sudah kesal banget sama Hendra apalagi melihat Sandra," kataku.


"Lebih baik aku putus dari laki-laki yang gak punya pendirian seperti Hendra," ucapku kesal.


"Aku juga kesal melihat wanita ular itu jalan dengan Hendra," ucap Sinta.


"Kamu yang sabar ya Pelangi," ucap Sinta lagi.


"Ya udah kita pulang aja," ajakku.


Sepanjang perjalanan pulang Pelangi masih memikirkan kejadian di mall tadi. Kenapa Hendra diam aja saat aku putusin, gak ada kata apa-apa dari mulutnya batin Pelangi. Hati Pelangi terluka lagi, kini semua hanya bisa dipasrahkannya kepada Allah Swt.


#####


Makasih kepada pembaca yang masih setia nungguin novelku...maaf karena keterlambatan up nya...minta dukungannya ya like,komen dan vote, supaya author semangat lagi nulisnya....makasih...🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2