Pelangi Dimatamu

Pelangi Dimatamu
BAB 14 Pertemuan Dengan Sari


__ADS_3

Siang ini Sari ingin memasak makanan favoritnya sop ayam walaupun dalam keadaan hamil besar tapi Sari tetap melakukannya sendiri tidak ada asisten rumah tangga. Sebenarnya dia bisa saja membelinya tapi dia tidak mau. Sari masih berharap Reza mau memakan masakannya. Seperti biasa hari minggu dan hari libur tanggal merah Reza jarang ada dirumah dari pagi dia jogging dan setelah itu dia pergi dan pulang sampai malam. Sari jarang bertanya kemana suaminya itu dia takut Reza akan marah.


Dulu pernah Sari menanyakan darimana Reza pergi tapi bukan jawaban yang didapat malah pertengkaran yang terjadi semenjak saat itu Sari tidak lagi menanyakan hal-hal kecil kepada Reza,padahal dalam hatinya ingin sekali dia menanyakannnya. Semenjak menikah dengan Reza,Sari tidak pernah sekalipun merasakan belaian seorang suami,tidur bersama dalam satu kamar,bercanda,masak bersama seperti kebanyakan aktivitas suami istri dirumah yang dia terima selama ini hanyalah sikap dingin,cuek,serta caci maki suaminya,semua itu Sari terima dengan ikhlas karena Sari sangat mencintainya dan yakin suatu hari Reza akan berubah menjadi suami yang baik. Reza memang tidak pernah memperlakukan Sari dengan baik karena Reza tidak mencintai Sari sedikitpun,Reza sangat membenci Sari dan anak yang ada dalam kandungan Sari,menurut Reza karena merekalah,Reza belum bisa menikahi wanita yang dicintainya yaitu Pelangi,padahal Reza ingin sekali menikahi Pelangi secepatnya.Reza menutupi pernikahannya itu dari Pelangi sampai nanti Sari melahirkan setelah itu menceraikan Sari dan menikah dengan Pelangi.


\#\#\#\#\#


Di dalam perjalanan menuju rumah Sari,aku dan Dewi lebih banyak diam. Aku sedang memikirkan pertemuanku dengan Sari nanti,perasaanku campur aduk saat ini antara senang,marah dan kesal. Aku senang bisa ketemu dengan Sari tapi aku juga marah dan kesal kepada Sari kenapa dia tega membohongi kami. Kami sudah sampai dihalaman depan rumah Sari


.


"Ini kak rumah Sari,dia tinggal berdua dengan suaminya ayo kak kita turun," ajak Dewi.


Aku dan Dewi kemudian turun dari mobil. Aku mengetuk pintu rumah Sari berkali-kali tidak berapa lama aku dengar suara langkah kaki dari dalam.


"Siapa...tunggu sebentar," kata Sari.


Dia lalu membuka pintu.


"Kak Pelangi....." kata Sari terkejut melihat aku sudah berdiri dihadapannya.


Aku hanya diam memandanginya tak bisa berkata apa-apa perubahan fisik Sari sangat membuat aku terkejut. Perutnya sudah terlihat semakin besar dan badannya juga semakin gemuk.


"Dewi,kamu juga datang," tanya Sari pelan.


"Maafkan aku Sar,aku kesini mengantarkan kak Pelangi dia minta tolong supaya bisa ketemu sama kamu,aku harap kamu gak marah sama aku Sar," jawab Dewi.

__ADS_1


"Silakan masuk kak," kata Sari lagi.


"Kak Pelangi aku tunggu dimobil aja ya," kata Dewi kepadaku.


Aku hanya mengangguk saja kepada Dewi. Aku masuk ke dalam rumah Sari dan duduk disofa ruang tamu rumahnya lumayan besar tapi tidak ada satupun aku lihat foto-foto pernikahan Sari yang tergantung didinding. Aku tidak tahu harus memulai pembicaraan darimana perasaanku saat ini campur aduk.


"Kamu sehat aja Sar," kataku pelan.


"Iya kak...aku baik-baik aja.


"Aku minta maaf kak selama ini sudah membohongi ibu dan kakak mungkin Dewi sudah menceritakan semuanya tentang keadaanku sama kakak," kata Sari.


"Kakak gak mau dengar dari mulut orang lain,kakak mau dengar langsung dari mulut kamu sendiri kenapa kamu tega selama ini membohongi kami Sar," bentakku dengan marah.


Sari kaget mendengar aku membentaknya karena selama ini dia tidak pernah melihat aku semarah ini.


"Dari awal tau aku hamil suamiku menyuruh aku menggugurkannya karena dia tidak yakin ini anaknya aku gak mau menggugurkannya,dia mau bertanggung jawab sampai anak ini lahir setelah itu dia menceraikan ku," tangis Sari.


Aku tidak tahu harus bersikap apa mendengar ceritanya. Sebenarnya aku kasihan bagaimanapun juga dia adikku walaupun dia sudah sangat mengecewakan sekali.


"Kak Pelangi maafkan aku kak sudah menyakiti hati ibu dan kakak," Sari memegang tanganku sambil terus menangis.


"Jujur Sar,kakak kecewa sama kamu mungkin ibu juga akan sangat kecewa lebih dari kakak. Kami sudah memberikan kepercayaan kepada kamu untuk melanjutkan kuliah disini,kami percaya kamu bisa menjaga diri,menjaga nama baik keluarga tapi apa kenyataannya kamu malah memberi aib kepada keluarga," kataku.


Sari terus saja menangis mendengar semua kata- kataku.

__ADS_1


"Semua sudah terjadi keadaan gak bisa kembali seperti semula lagi walaupun kamu menangis darah,kamu dan suamimu harus bertemu dengan ibu dan meminta maaf langsung kepada ibu," kataku.


"Aku mau ketemu sama suamimu," kataku lagi.


"Tapi kak hari ini suamiku tidak ada dirumah,mungkin malam baru dia pulang aku tidak tau dia ada dimana,dia jarang kak ada dirumah," kata Sari dengan suara yang serak.


"Suami macam apa dia gak ada perhatiannya sama sekali istri lagi hamil malah jarang dirumah," kataku dengan emosi.


Biar bagaimanapun aku tidak mau adikku diperlakukan buruk oleh suaminya. Dewi pernah bilang kalau perkawinan Sari setiap hari diwarnai dengan pertengkaran-pertengkaran dan Sari selalu mengalah karena dia sangat mencintai suaminya itu, selama ini rumah tangga Sari tidak bahagia. Aku mau liat laki-laki seperti apa yang dinikahi Sari. Kok bisa Sari jatuh cinta dengan laki-laki yang kejam seperti itu batinku.


"Kamu telepon suamimu bilang sama dia aku mau bicara langsung sama dia sekarang," perintahku.


Sari menuruti semua perintahku dan mengambil handphonenya untuk menelpon Reza. Berulang kali Sari menelpon tapi tidak diangkat, Sari mencobanya lagi dan akhirnya tersambung juga.


"Halo mas,dirumah ada kakakku mau bertemu denganmu mas sekarang penting," kata Sari tanpa basa basi.


"Oke,aku pulang sekarang," jawab Reza lalu telpon dimatikannya.


"Sudah kak,nanti suamiku datang," kata Sari pelan.


"Iya kakak tunggu," kataku singkat.


"Kak Pelangi mau minum apa biar aku ambilkan," kata Sari lagi.


"Gak usah," kataku singkat.

__ADS_1


Selama menunggu kedatangan suaminya Sari,aku dan Sari seperti layaknya orang yang baru saja kenal seperti orang asing. Kami tidak banyak berbicara,Sari mengambil majalah di meja dan membuka-bukanya. Aku sibuk dengan bermain game yang ada dihandphoneku sesekali aku melihat jam tanganku. Lama sekali suaminya Sari datang batinku. Sebenarnya aku tidak senang dengan keadaan seperti ini hanya diam dengan aktifitas masing-masing. Aku ingin seperti dulu,bercerita,bercanda dengan Sari tapi mulutku tidak bisa mungkin aku terlalu kecewa dengan Sari.


__ADS_2