Pelangi Dimatamu

Pelangi Dimatamu
BAB 55 Permintaan Terakhir


__ADS_3

Setelah seminggu lebih Sari terbaring tidak sadarkan diri, akhirnya hari ini Sari pun sadar dan membuka matanya. Dilihatnya disekelilngnya ada Reza dan ibunya yang setia menjaganya.


"Mas Reza....," panggil Sari pelan.


"Iya sayang....," ucap Reza senang.


"Ibu......," suara Sari lemah.


"Alhamdulillah, kamu sudah sadar nak," ucap ibu.


"Reza cepat kamu kasih tau dokter kalau Sari sudah sadar," kata ibu.


"Iya bu...," ucap Reza.


Reza bergegas keluar kamar Sari menuju ruang dokter yang tidak begitu jauh dari kamar Sari dan memberitahukan tentang keadaan Sari sekarang. Dokter segera datang dan memeriksa keadaan Sari. Dokter mengatakan kondisi Sari saat itu sudah stabil maka dokter melepaskan selang oksigen yang selama ini terpasang. Setelah memeriksa sekali lagi keadaan Sari dan memastikan semuanya baik-baik saja, dokter pun meninggalkan Sari untuk melanjutkan pekerjaannya lagi.


"Sayang...aku senang kamu sudah sadar sekarang," ucap Reza.


Sari hanya tersenyum memandang Reza.


"Nak...kamu sudah sadar," ucap ibu.


"Ibu...," ucap Sari pelan.


"Mas Reza, aku mau pulang, aku sudah bosan disini," ucap Sari pelan.


"Sari, kamu masih belum sembuh, kamu masih harus dirawat di rumah sakit," kata Reza.


"Aku gak mau disini mas...aku mau pulang...aku mau ketemu Gilang," ucap Sari dengan suara yang pelan.


"Sabar Sari, kamu harus sembuh dulu baru boleh pulang," ucap ibu.


"Iya sayang, kamu harus sehat dulu," ucap Reza.


"Tapi mas aku mau ketemu anakku, aku kangen sama Gilang," ucap Sari mulai menangis.


"Aku mau ketemu Gilang," ucap Sari lagi.


"Ya udah nanti sore aku bawa Gilang kesini ya, biar bisa ketemu sama kamu," kata Reza.


Sari mengangguk dan tersenyum kepada Reza. Sari melihat kesekeliling ruangan rumah sakit dikamarnya. Tidak dilihatnya Pelangi disana.


"Bu...kak Pelangi dimana ?" tanya Sari pelan.


"Aku mau ketemu dengan kak Pelangi bu...," ucap Sari lagi.


"Kakak kamu lagi kerja nak, nanti ibu kasih tau dia untuk kesini menjenguk kamu," jawab ibu menenangkan Sari.


"Kamu mau makan nak, biar ibu yang siapin ya," kata ibu.


"Gak bu, aku gak mau makan, aku cape bu...aku mau tidur....," kata Sari lemah.


"Sayang kamu harus makan, biar cepat sembuh," kata Reza.

__ADS_1


"Aku gak mau makan mas...," ucap Sari lagi.


"Ya udah kamu makan buah jeruk ini aja ya, biar ibu yang kupasin," kata ibu.


"Iya bu...," sahut Sari.


"Kalau gitu, aku pulang dulu untuk menjemput Gilang ya," ucap Reza.


Sari mengangguk pelan, setelah pamit kepada ibu, Reza pulang kerumah untuk menjemput Gilang. Ibu masih sibuk mengupas buah jeruk dan memberikannya kepada Sari.


"Ibu....," panggil Sari.


"Iya nak..." sahut ibu.


"Ibu, Sari minta maaf selama Sari hidup, Sari banyak salah sama ibu," kata Sari.


"Maafkan Sari bu...Sari sudah banyak menyakiti hati ibu, ibu Sari pengen peluk ibu," ucap Sari sambil menangis.


"Kamu ngomong apa sih nak," ucap ibu ikut menangis.


Ibu lalu menangis memeluk Sari erat. Ibu tidak mengerti mengapa Sari tiba-tiba berbicara seperti itu.


"Maafkan semua kesalahan Sari ya bu...," kata Sari terus menangis.


"Ibu sudah memaafkan semua kesalahan kamu nak...sudah jangan menangis Sari," sahut ibu sambil terus memeluk erat Sari.


Sari sudah merasa lega setelah meminta maaf kepada ibunya dan melepaskan perlahan pelukan mereka berdua.


"Iya nak... sebentar ya ibu kasih tau kakakmu dulu," sahut ibu.


Ibu lalu mengirimkan pesan lewat whatsapp kepada Pelangi, mengabarkan bahwa Sari sudah sadar dan Sari ingin bertemu dengan Pelangi. Pelangi menyanggupinya dan setelah pulang kerja Pelangi langsung menjenguk Sari dirumah sakit.


"Nak...ibu sudah kasih tau kakakmu kalau kamu pengen ketemu dia," kata ibu.


"Makasih banyak ya bu...," ucap Sari.


"Sekali lagi Sari minta maaf ya bu," ucap Sari dengan suara yang sangat pelan.


"Ibu sudah memaafkan semua kesalahan kamu nak, sekarang gak usah kamu pikirkan lagi," kata ibu.


"Ibu Sari punya permintaan sebelum Sari meninggal," ucap Sari pelan.


" Huuusss....kamu gak boleh ngomong gitu, gak baik nak, kamu harus yakin kalau kamu pasti sembuh," kata ibu memberi semangat.


"Ingat anakmu masih kecil, masih butuh kasih sayang dari kamu ibunya Sar," nasehat ibu.


"Tapi bu...Sari takut Sari gak bisa bertahan hidup lebih lama lagi," ucap Sari.


"Sari punya permintaan...Sari ingin kak Pelangi menikah dengan mas Reza bu..," ucap Sari lagi dengan suara yang sudah semakin lemah.


"Apaa !" sahut ibu kaget.


"Itu gak mungkin nak...kakakmu pasti gak mau Sari," ucap ibu.

__ADS_1


"Tolonglah bu, bujuk kak Pelangi supaya mau menikah dengan mas Reza," pinta Sari.


"Sari yakin kalau kak Pelangi dan mas Reza masih mempunyai perasaaan seperti dulu lagi waktu mereka bersama," kata Sari.


"Kamu salah nak...kakakmu udah memiliki laki-laki pilihan hidupnya sendiri," sahut ibu.


"Tolonglah bu...bantu Sari, ini permintaan terakhir Sari...," ucap Sari.


"Kasihan Gilang bu..gak ada yang memberikan kasih sayang seorang ibu, kalau Sari udah gak ada...Sari yakin kak Pelangi bisa memberikan kasih sayang kepada Gilang seperti anaknya sendiri," jelas Sari.


"Mas Reza masih muda bu...dia pasti membutuhkan perempuan lain untuk menjadi istrinya, Sari gak mau Gilang mendapatkan ibu tiri yang gak menyayanginya," jelas Sari lagi.


Ibu hanya diam mendengarkan penjelasan dari Sari itu. Ibu tidak tahu apa yang harus diperbuatnya, membantu Sari membujuk Pelangi untuk menikah dengan Reza atau tidak. Pilihan yang sulit bagi seorang ibu. Setelah beberapa jam kemudian Pelangi pun datang menjenguk Sari. Sari sedang memejamkan matanya dengan ibu disampingnya yang sedang memandanginya.


"Sari...," panggilku pelan.


Sari perlahan membuka matanya melihat kearah Pelangi, ibu pun menyambut Pelangi dengan senyuman.


"Kak Pelangi..." ucap Sari.


"Alhamdulillah, kamu akhirnya udah sadar Sar...," ucapku.


Pelangi mendekati Sari dan memegang tangannya, ibu hanya diam memandang kedua putri kesayangannya.


"Kak...aku minta maaf ya kak selama ini udah banyak menyakiti hati kak Pelangi," ucap Sari.


"Iya Sar, aku udah memaafkanmu dari dulu...aku juga minta maaf, aku juga banyak salah sama kamu," kataku.


"Iya kak," sahut Sari.


"Kak Pelangi...kakak bisa gak bantu aku," ucap Sari.


"Kalau memang bisa, aku pasti akan bantu kamu Sar," ucapku.


"Kak, umurku sudah gak lama lagi...apa kakak mau mengabulkan permintaan terakhirku," ucap Sari.


"Sar, kamu ngomong apa sih, gak baik ngomong kaya gitu...," protesku.


"Kak...aku mohon menikahlah dengan mas Reza," ucap Sari.


"Kakak udah tau kan alasannya...tolong aku kak...," pinta Sari.


"Sebelum aku meninggal, aku ingin melihat kak Pelangi menikah dengan mas Reza," ucap Sari.


"Maaf Sari...aku gak bisa menikah dengan Reza....walaupun dia dulu mantan aku," ucapku.


"Sekarang ini aku mencintai laki-laki lain....aku gak bisa memenuhi permintaanmu Sar," kataku.


"Kak Pelangi...aku mohon kak...biar aku bisa meninggal dengan tenang," ucap Sari mulai menangis.


"Ibu tolong bujuk kak Pelangi bu...," pinta Sari.


Ibu hanya diam membisu dengan wajah sedih, entah apa yang harus dikatakannya. Ibu tidak mungkin membujuk Pelangi untuk menikah dengan Reza, sementara ibu tahu kalau Pelangi mencintai seorang pria yaitu Hendra walaupun sekarang mereka sudah putus. Sari sudah putus asa harapannya untuk menjadikan Pelangi ibu untuk anaknya, hilang sudah. Pelangi menjadi bimbang apa yang harus dilakukannya, tidak mungkin Pelangi memenuhi permintaan terakhir Sari untuk menikah dengan Reza tapi disisi lain Pelangi merasa sedih tidak dapat mengabulkannya.

__ADS_1


__ADS_2