Pelangi Dimatamu

Pelangi Dimatamu
BAB 48 Cemburu


__ADS_3

Pagi ini Reza, Sari, ibu beserta Gilang akan berangkat keluar negeri untuk pengobatan Sari. Sudah sejak subuh tadi kesibukan terjadi dirumah Reza. Semua barang-barang yang akan diperlukan sudah dimasukan kedalam bagasi mobil. Pelangi tidak bisa mengantar mereka ke bandara, karena hari ini harus turun kerja.


"Kak Pelangi aku pamit ya...," kata Sari.


"Doakan kesembuhanku ya kak," ucap Sari.


"Kamu hati-hati ya, jangan mikir yang macam-macam, fokus pada kesehatanmu," kataku.


"Kamu pasti bakalan sembuh," ucapku.


"Kak seandainya pengobatanku gak berhasil dan aku meninggal...aku mohon kak Pelangi penuhi permintaanku ya kak," ucap Sari.


"Kamu pasti sembuh, Sar...sudah jangan mikir aneh-aneh lagi," sahutku.


Sari lalu memeluk Pelangi lama sekali, seakan-akan itu pelukan terakhir mereka. Sari merasa tenang setelah memeluk kakaknya itu.


"Ayo sudah pelukannya, ntar kita ketinggalan pesawat lagi," ucap ibu.


"Pelangi, ibu pergi dulu ya nak...kamu baik-baik dirumah, jangan telat makannya ya..," ucap ibu sambil menggendong Gilang.


"Iya bu...ibu hati-hati ya jaga kesehatan," ucapku.


"Gilang jangan nakal ya," ucapku sambil menciumi pipi Gilang yang semakin hari semakin besar dan menggemaskan.


"Ntar kita main lagi ya Gilang sayang," ucapku lagi.


"Ya udah kita berangkat dulu ya...," ucap Reza.


"Iya...hati-hati semuanya ya...," sahutku.


"Kak Pelangi tinggal aja kak disini dulu kasian bik Inah sendirian," ucap Sari.


"Nanti gak ada yang jaga rumah ibu dong," ucapku.


"Ya udah...nanti aku main-main kesini deh nemanin bik Inah," ucapku lagi.


"Bik Inah kita pamit dulu ya," ucap Sari.


"Iya nyonya hati-hati, semoga nyonya cepat sembuh ya nyonya," kata bik Inah.


"Makasih doanya ya bik, bik Inah hati-hati dirumah, ntar kalau ada apa-apa telpon kami aja ya bik," kata Sari.


"Baik nyonya," kata bik Inah.


Sesudah berpamitan dengan semuanya mereka pun pergi, tinggallah aku dan bik Inah.


"Bik Inah, saya mau turun kerja, malam ini saya masih nginap disini bik," kataku.


"Besok baru saya balik ke rumah ibu," kataku lagi.


"Kenapa gak tinggal disini aja non selama nyonya Sari pergi," ucap bik Inah.

__ADS_1


"Kasian rumah ibu gak ada yang ngurus kalau ditinggal lama-lama bik," kataku.


"Ya udah bik, saya pamit dulu ya," ucapku.


"Hati-hati ya non Pelangi," ucap bik Inah.


Pelangi hanya mengangguk pelan. Setelah berpamitan dengan bik Inah, Pelangi pun pergi dengan menggunakan mobil online yang sudah dipesannya. Disepanjang perjalanan Pelangi masih memikirkan Hendra. Pelangi teringat pertengkarannya dengan Hendra. Semenjak pertengkaran itu Pelangi tidak ada lagi menghubungi Hendra, begitu juga dengan Hendra. Kok Hendra gak ada menghubungi aku lagi ya, apa dia benar-benar marah sama aku, biasanya kalau ada masalah dia secepatnya menghubungi aku batin Pelangi.


"Apa aku telpon dia aja ya," gumamku.


Pelangi lalu mengambil handphone didalam tasnya lalu mencari nomor Hendra, tetapi tidak berapa lama niatnya diurungkannya. Pagi ini dia pasti masih sibuk dengan kerjaannya, aku gak mau dia jadi terganggu, aku akan menelponnya nanti malam aja batin Pelangi.


#####


Dikantor Hendra.


Hendra masih kesal dengan Pelangi, dia cemburu dengan Reza. Kenapa Pelangi bisa selingkuh dengan Reza, aku pikir selama ini dia seorang wanita setia batin Hendra.


"Aaaaagghhhh....," teriak Hendra.


"Wanita munafik....katanya sudah gak ada perasaan lagi...tapi masih mau jalan dengan mantannya itu...brengsek....," umpat Hendra.


Seharian Hendra tidak fokus dengan kerjaannya, Hendra masih saja memikirkan Pelangi dan Reza.


Tok...tok...tok....


Tiba-tiba ada suara ketukan pintu dari luar ruangannya.


"Iya masuk.....," ucap Hendra.


"Mama.....," ucap Hendra.


"Iya...mama tadi habis dari mall ditemani Sandra," jelas bu Merry.


"Kebetulan lewat kantor kamu jadi sekalian mama mau ngajakin kamu makan siang," kata bu Merry.


"Iya...kamu pasti belum makan ya kan," ucap Sandra.


"Ayo Hendra, mama sudah lapar," ucap bu Merry.


"Iya ma...sebentar....," sahut Hendra.


Setelah merapikan berkas-berkas yang berantakan, Hendra pun bersiap-siap untuk keluar makan siang dengan mamanya dan Sandra.


"Kita mau makan dimana ma...," tanya Hendra.


"Aku tau restoran yang makanannya enak banget, restoran favorit aku....kita kesana ya...," ucap Sandra.


"Ya udah terserah kamu aja....," ucap Hendra.


"Mama percaya pilihan Sandra pasti tidak mengecewakan," ucap bu Merry.

__ADS_1


"Ayo....pake mobilku aja ya...," ucap Sandra.


Setelah memberi pesan kepada resepsionisnya Hendra lalu menuju ke parkiran untuk pergi makan siang bersama ibu Merry dan Sandra.


#####


Seharian ini Pelangi tidak fokus didalam pekerjaannya. Banyak kesalahan-kesalahan yang dilakukannya sehingga customer sedikit marah kepadanya. Sinta yang melihat sahabatnya seperti itu segera mengambil alih sementara pekerjaan Pelangi.


"Kamu kenapa Pelangi... dari tadi aku liat kamu gak konsentrasi," tanya Sinta.


"Gak tau nih....aku memang lagi ada sedikit masalah dengan Hendra...dari tadi aku lagi mikirin dia, jadi gak fokus deh kerjaanku," jelasku.


"Ya udah kamu istirahat aja dulu sana....," ucap Sinta.


"Aku mau ke kantornya Hendra, mau ngomong sama dia sekalian mau ngajakin makan siang, biar masalahku bisa selesai," kataku.


"Ya udah sana, kamu izin dulu...," kata Sinta.


"Makasih ya Sinta kamu tu sahabatku yang the best...," ucapku sambil tersenyum manis kepadanya.


"Dasar....kalau kamu bukan sahabatku gak mau aku ngerjain tugasmu ini...cepetan sana," kata Sinta sambil mencoba memukul bahuku.


Pelangi menjulurkan lidahnya kepada Sinta, karena Sinta tidak berhasil memukul bahunya. Setelah mendapat izin dari supervisor, Pelangi pergi kekantor Hendra. Dengan menggunakan mobil online yang dipesannya sampailah Pelangi dikantor Hendra. Diparkiran dilihatnya mobil Hendra sedang parkir dihalaman. Pelangi lalu masuk kedalam kantor Hendra dan bertanya kepada resepsionis yang sedang bertugas.


"Selamat siang mba...saya Pelangi mau ketemu sama pak Hendra, bapak Hendranya ada ?" tanyaku.


"Oh maaf pak Hendranya lagi keluar," jawab resepsionis.


"Tapi mba...saya liat diparkiran ada mobilnya pak Hendra," tanyaku lagi.


"Pak Hendra tadi keluar makan siang sama mamanya dan juga nona Sandra," jelas resepsionis.


Pelangi langsung terdiam mendengar kata Sandra disebutkan resepsionis. Hatinya cemburu mendengar Hendra sedang makan siang dengan Sandra.


"Ooh ya udah kalau gitu mba... makasih ya...," ucapku.


"Kalau mbanya ada keperluan penting sama pak Hendra, mba bisa menunggu disini sampai pak Hendra datang," kata resepsionis.


"Gak usah mba, saya pulang aja," kataku.


"Ohh gitu...ada pesan mba, nanti saya sampaikan kepada pak Hendra," kata resepsionis.


"Nanti kasih tau aja saya kesini," ucapku.


"Maaf dengan mba siapa ?" tanya resepsionis lagi.


"Saya Pelangi...pak Hendra tau kok sama saya...makasih ya mba," sahutku.


"Oh iya nanti saya sampaikan kedatangan mba Pelangi kepada pak Hendra," jawab resepsionis.


Setelah berpamitan kepada resepsionis Pelangi balik ketempat kerjanya dengan perasaan kecewa. Begitu cepatnya kamu berubah Hendra, bukannya menyelesaikan masalah kita malah kamu jalan sama Sandra, aku kecewa banget sama kamu Hendra batin Pelangi.

__ADS_1


#####


Makasih semua pembaca setia atas dukungannya... jangan lupa like, komen dan votenya biar author semangat nulisnya...maaf ya up nya terlambat...🙏🙏🙏


__ADS_2