
Malam ini didalam kamar, Hendra lagi fokus didepan laptopnya mengerjakan pekerjaan kantor yang sengaja dibawanya kerumah. Tiba-tiba bu Merry mengetuk pintu dan masuk kekamar Hendra.
"Kamu lagi ngapain Ndra," tanya bu Merry.
"Ini ma, lagi periksa laporan keuangan perusahaan kita," jawab Hendra.
"Ada yang mama mau omongin sama kamu," kata bu Merry.
"Iya ma...ada apa ngomong aja," kata Hendra.
Hendra lalu menghentikan pekerjaannya dan mendengarkan mamanya. Hendra tahu kalau mamanya mau ngomong hal yang penting, pasti masuk kekamarnya.
"Keluarga tante Irma udah menerima kalau putrinya ditunangkan dengan kamu, Ndra," ucap bu Merry.
"Dari pertama kali bertemu, Sandra sudah suka sama kamu," ucap bu Merry lagi.
"Kok mama gak ngomong sama Hendra dulu sih, ma," ucap Hendra.
"Ma, Hendra gak setuju bertunangan dengan Sandra," ucap Hendra lagi.
"Hendra gak punya perasaan apa-apa sama Sandra ma," kata Hendra.
"Kan mama tau kalau Hendra sudah punya pacar, Pelangi dan gak mungkin Hendra bertunangan dengan wanita lain," kata Hendra lagi.
"Sampai kapanpun mama tidak mau merestui hubunganmu dengan Pelangi," ucap bu Merry.
"Pelangi itu tidak sebanding dengan keluarga kita, beda dengan Sandra," kata bu Merry.
"Sandra gadis yang cantik, dan dia seorang dokter lagi, orang tuanya juga orang yang terpandang," kata bu Merry.
"Tapi Hendra gak suka sama Sandra ma, iya memang Hendra akui kalau Sandra itu cantik, tapi Hendra gak tertarik sama dia," jawab Hendra.
"Kan kalau setiap hari ketemu kamu bakalan suka dan cinta sama Sandra," ucap bu Merry.
"Hendra gak mau ma," ucap Hendra.
"Mama gak mau tau, pokoknya kamu harus bertunangan dan menikah dengan Sandra," kata bu Merry dengan suara tinggi.
"Ya udah kalau gitu maunya mama, Hendra gak mau menikah dengan siapapun," kata Hendra.
"Hendra...mama itu pengen kamu dapat pendamping hidup yang terbaik, gak ada orang tua yang ingin melihat anaknya gak bahagia," kata bu Merry.
"Ma yang menjalani pernikahan itu Hendra, baik menurut mama belum tentu baik buat Hendra," ucap Hendra.
__ADS_1
"Ya udah Hendra gak mau bahas tentang ini lagi ma," kata Hendra.
"Hendra, kalau kamu gak mau jadi anak durhaka turuti kemauan mama nak," ucap bu Merry.
Hendra tidak menyahut, dia kembali membuka laptop dan melanjutkan lagi pekerjaannya. Ibu Merry kemudian keluar kamar anaknya dengan dengan hati yang kesal karena Hendra tidak mau menuruti kemauannya. Pikiran Hendra semakin kacau, sekarang dia bagaikan makan buah simalakama. Pilh Pelangi atau mama.
#####
"Pelangi....mama mau menjodohkan aku dengan Sandra, anaknya teman mama," ucap Hendra.
"Oh jadi kamu jemput aku pulang kerja ini cuma mau ngomong itu," ucapku.
"Ya udah....," ucapku lagi.
"Apanya ya udah, apa maksudmu sayang," ucap Hendra.
" Ya udah kamu putusin aja aku, terima aja perjodohan dari mama kamu," kataku.
"Pikiranmu kok kaya gitu sih, aku gak suka," kata Hendra.
"Aku ngomongin ini semua sama kamu supaya kita cari solusinya sama-sama," kata Hendra lagi.
"Terus aku harus gimana? melarang kamu dijodohkan dan menyuruh kamu melawan mama kamu, gitu maksud kamu," kataku dengan nada tinggi.
"Sebenarnya kamu itu sayang gak sih, cinta gak sih sama aku, kenapa kamu nyuruh aku memilih Sandra," kata Hendra dengan nada kesal.
"Bukan gitu maksud aku.....," ucapku pelan.
"Terus apa? kupikir kamu mau mempertahankan aku, ternyata kamu lebih senang kalau aku sama wanita lain," kata Hendra.
"Kamu salah faham, Ndra...," kataku.
"Aku sayang sama kamu, tapi aku harus gimana mama kamu gak suka sama aku," kataku lagi.
"Aku gak mau menikah tanpa restu orang tua," ucapku.
"Seharusnya kamu berusaha mencoba mengambil hatinya mama, bukannya menyuruh aku memilih yang lain," ucap Hendra.
"Sayang...jangan suruh aku untuk memilih wanita lain, aku mencintai kamu dan pengen kamu yang jadi istriku," kata Hendra.
"Iya aku juga pengennya seperti itu," ucapku.
"Kita berjuang sama-sama ya dan jangan pernah tinggalin aku," ucap Hendra.
__ADS_1
"Baiklah...aku akan berusaha mengambil hati mamamu walaupun itu berat," kataku.
"Gitu dong, itu baru calon istriku," kata Hendra sambil tersenyum kepadaku.
"Aku yakin kamu pasti bisa sayang," ucap Hendra membelai rambutku.
Aku hanya tersenyum memandang Hendra. Ya Allah, kenapa setiap aku punya kekasih selalu saja hubunganku tidak semulus yang aku kira. Dulu dengan Reza sekarang dengan Hendra. Memang berat yang aku rasakan, sekarang aku hanya bisa berdoa dan berusaha, hanya itu yang bisa aku lakukan. Aku akan berusaha mendekati mamanya Hendra untuk bisa menarik simpatinya, walaupun itu sangat berat bagiku. Dari awal bertemu dengan tante Merry, dia sudah tidak suka dengan aku, karena aku anak orang tidak punya. Setelah mengantarkan aku pulang, Hendra pun pamit.
"Kamu tadi diantar Hendra ya," kata ibu ketika melihatku datang.
"Iya bu, tadi Hendra yang antar, tapi langsung pulang," ucapku.
"Bu...," ucapku lagi.
"Ada apa nak," sahut ibu.
"Hendra mau dijodohkan dengan Sandra bu," kataku.
"Sandra anak temannya tante Merry," kataku lagi.
"Terus....Hendranya mau dijodohkan dengan mamanya," kata ibu.
"Hendra sih gak mau bu, dia pengennya nikah sama Pelangi," kataku.
"Tapi kita gak bisa nikah karena tante Merry gak merestui," kataku.
"Iya nak, restu orang tua itu penting untuk kebahagiaan kalian berdua nanti," kata ibu.
"Hendra menyuruh Pelangi untuk mendekati tante Merry dan mencoba mengambil hatinya," kataku.
"Tapi Pelangi bingung gimana caranya bu," ucapku.
"Ada banyak cara Pelangi...kamu coba aja sering main kerumah Hendra, cari tau apa kesukaan mamanya Hendra, coba masuk kedalam lingkungannya," kata ibu.
"Memang berat, kamu pasti banyak menerima hinaan, penolakan dan segala macam cobaan dari mamanya Hendra," kata ibu.
"Tapi kamu harus banyak bersabar dan jangan pantang menyerah, jangan putus asa," ucap ibu.
"Iya bu makasih banyak atas sarannya bu...Pelangi akan berusaha dan Pelangi gak mau menyerah bu," sahutku.
"Ya udah kamu mandi dulu sana terus makan ya...ibu sudah masak banyak," ucap ibu.
Setelah mengobrol dengan ibu, aku sedikit lega. Aku akan berusaha untuk memperjuangkan hubunganku dengan Hendra, aku tidak mau menyerah dulu sebelum berjuang. Aku harus banyak bersabar untuk menghadapi tante Merry yang dari pertama kali melihatku sudah membenci aku. Aku yakin dengan niat yang tulus dan dukungan dari Hendra aku akan mendapatkan restu dari tante Merry. Setelah mandi dan makan malam ditemani ibu, akhirnya aku tertidur juga.
__ADS_1