
Pagi ini sangat cerah kudengar suara burung-burung berkicau dibalik jendela kamarku. Aku sudah bersiap-siap untuk berangkat kerja.
"Pelangi.....sarapan dulu nak,ibu sudah buatkan nasi goreng sama telur dadar," kata ibu.
"Sebentar bu,Pelangi sebentar lagi keluar," kataku berteriak dari kamar.
Setelah merapikan rambutku,dan merasa sudah siap akupun keluar kamar.
"Aduh wangi banget aroma nasi gorengnya bu,pasti ini enak banget kalah sama nasi goreng yang dijual direstoran," kataku memuji masakan ibu.
"Aduh kamu ini bisa aja Pelangi,ini liat telinga ibu semakin besar," canda ibu sambil tertawa.
"Ayo cepat dihabiskan nasi gorengnya nanti kamu terlambat berangkat kerja nak," kata ibu lagi.
"Oke siap bu..." sahutku.
Aku lalu memakan nasi goreng ibu dengan lahap dan tidak ada satu pun yang tersisa. Ibuku memang jago masak,masak makanan apapun pasti enak. Setelah pamit kepada ibu,aku pun berangkat kerja,ojek online yang kupesan pun sudah berada didepan untuk mengantarku ketempat kerja sengaja aku hari ini menggunakan jasa ojek online supaya cepat sampai ke tempat kerja karena hari ini ada tugasku yang belum kuselesaikan.
Akhirnya pekerjaanku yang kemaren tertunda akibat aku sakit,akhirnya selesai pas jam makan siang.
"Aaah.....lega rasanya akhirnya selesai juga," kataku.
"Pulang kerja kita jalan yuk," ajak Sinta.
"Lama kita gak jalan-jalan lagi semenjak sudah ada Reza si calon suami tercinta,kamu melupakan aku," kata Sinta lagi.
Deg,dadaku rasanya berguncang hebat. Aku ingin melupakan Reza tapi Sinta malah mengingatkannya lagi,tapi wajar saja Sinta berkata begitu karena dia tidak tahu apa-apa karena aku memang belum menceritakan tentang Reza. Rasanya berat mulutku untuk menceritakan apa yang terjadi antara aku,Reza dan Sari.
"Duh yang sebentar lagi mau jadi nyonya Reza," kata Sinta lagi.
Aku hanya diam saja mendengar Sinta terus menggodaku tak sadar air mataku pun menetes. Melihat semua itu Sinta jadi kaget.
"Pelangi kamu kenapa? apa kamu sakit," kata Sinta panik. Aku hanya menggelengkan kepala saja air mataku terus mengalir.
"Maafkan aku ya Pelangi mungkin kata-kataku tadi sudah menyakiti kamu," kata Sinta lagi.
"Gak apa-apa Sin kamu gak salah,aku yang salah gak ada cerita sama kamu,maaf ya Sin," sahutku.
"Aku dan Reza sudah putus Sin, kami sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi," kataku lagi.
"Hah yang benar, kamu gak bercanda kan," tanya Sinta kaget mendengar penjelasanku.
Aku hanya menggeleng pelan.
"Ya sudah Pelangi,maafkan aku ya tadi menggoda kamu yuk kita lanjut kerja lagi ntar kapan-kapan aja kita jalannya," kata Sinta.
Sinta tidak menyangka kalau Pelangi dan Reza sudah putus dan dia mengerti kalau Pelangi saat ini belum mau menceritakannya. Akhirnya waktu pulang pun telah tiba aku lalu bersiap-siap untuk pulang.
"Pelangi...aku duluan ya sudah dijemput Dani tuh," kata Sinta sambil menunjuk ke arah Dani.
Aku melambaikan tanganku kearah Dani,
pacarnya Sinta dan dia pun membalasnya.
"Hati-hati ya Sin,salam sama Dani," kataku.
"Okey,kamu juga hati-hati ya sayang," kata Sinta.
Sinta dan Dani pun pergi,dikejauhan aku melihat ada seseorang yang sangat aku kenal dan melihat kearahku dan mulai mendekati aku. Reza. Ya itu Reza untuk apa lagi dia mencariku belum puas juga kah dia menyakiti aku batinku. Aku cepat-cepat pergi ketika dia mulai mendekati aku.
"Pelangi...tunggu," teriak Reza.
Aku tidak menghiraukannya dan aku terus saja berjalan,aku tidak tahu kemana arah tujuanku berjalan yang penting aku harus menghindarinya. Aku tidak mau lagi melihat wajahnya didalam hatiku hanya ada kebencian kepadanya. Reza terus saja mengejarku dan akhirnya dia berhasil mendahuluiku.
"Pelangi tunggu,aku mau berbicara dengan kamu," kata Reza sambil memegang tanganku.
"Lepaskan aku jangan sentuh aku,aku gak sudi kamu sentuh dengan tangan kotormu itu ," kataku sambil menepis kasar tangan Reza.
"Pelangi dengarkan penjelasanku dulu,kamu harus tahu yang sebenarnya ini gak seperti yang kamu bayangkan," kata Reza.
"Cukup....sudah kubilang aku gak mau mendengar alasan apapun dari kamu yang aku tau sekarang itu kamu suami orang dan aku gak mau berhubungan dan berbicara dengan suami orang," kataku dengan kasar.
"Pergi kamu....aku gak mau liat muka kamu dihadapanku lagi," bentakku.
"Gak....aku gak akan pergi,aku akan tetap berdiri dihadapanmu kalau perlu aku akan berlutut dihadapanmu sekarang," sahut Reza.
__ADS_1
Beberapa orang yang lewat memperhatikan kami pasti mereka berfikir kami adalah sepasang kekasih yang lagi bertengkar. Aku menjadi risih dilihat banyak orang seperti itu tapi Reza cuek aja dengan kelakuannya itu. Kurang ajar ...! bikin malu batinku dalam hati.
"Oke,aku akan kasih kamu kesempatan 10 menit untuk menjelaskan," kataku.
"kamu ngomong sekarang," kataku lagi.
"Ya gak mungkin lah Pelangi kita ngobrol disini kamu gak liat banyak orang yang memperhatikan kita dari tadi," jawab Reza.
"Kita ngobrol didalam mobilku aja ya,itu disana," kata Reza sambil menunjuk ke arah mobilnya.
"Aku gak mau," kataku.
"Aku janji gak akan macam-macam sama kamu pliss.... sekali ini aja kamu dengar penjelasan aku," pinta Reza.
"Baiklah tapi setelah itu jangan pernah ganggu aku lagi," kataku.
Aku kemudian mengikuti Reza dari belakang menuju mobilnya dia lalu membukakan pintu mobilnya dan mempersilakan aku masuk.
"Kamu sudah makan gimana kalau kita makan dulu," tanya Reza.
"Gak usah banyak basa basi za, kalau kamu mau ngomong,ngomong aja sekarang kalau gak aku mau pulang," sahutku hendak membuka pintu mobil.
"Tunggu Pelangi jangan pergi aku minta maaf sama kamu,aku salah....aku tidak menjaga kepercayaan yang kamu berikan kepadaku," kata Reza.
Aku hanya diam saja mendengarkannya.
"Malam itu aku dan teman-temanku datang ke acara pesta ulang tahun Dewi sebenarnya aku gak mau datang karena Dewi anak dari rekan bisnisku kuputuskan untuk datang," kata Reza.
"Malam itu Sari juga datang karena dia sahabatnya Dewi. Dewi memperkenalkan Sari kepadaku dan kami mengobrol," kata Reza lagi.
"Sari memberi aku banyak minuman beralkohol sehingga aku mabuk," Reza memberikan penjelasan kepadaku.
Aku mulai menangis mendengar semua itu.
"Jujur aku gak pernah tau Pelangi kalau Sari itu adikmu,aku memang tau kalau adikmu bernama Sari tapi aku gak menyangka kalau yang aku kenal dipesta Dewi itu ternyata adik kandungmu selama ini aku belum pernah ketemu sama adikmu itu," kata Reza.
Aku tidak berhenti menangis bahkan semakin kencang.
"Maafkan aku Pelangi,aku tidak menyangka perkenalanku dengan Sari berakhir dengan petaka kalau aku tau jadinya seperti ini aku gak akan datang ke acara ulang tahun Dewi,memang penyesalan datangnya belakangan," kata Reza lagi.
"Jujur aku gak kuat melihatmu nangis kayak gini Pelangi,hatiku sakit hatiku hancur. Aku sudah membuat orang yang aku cintai bersedih,maafkan aku Pelangi," Reza terus meminta maaf kepada Pelangi.
"Waktu aku mabuk berat aku tidak ingat apa-apa,aku tidak tau kalau Sari membawa aku ketempatnya dan terjadilah hubungan itu dan setelah kejadian itu aku tidak pernah lagi berkomunikasi dan bertemu dengan Sari sampai akhirnya beberapa bulan yang lalu dia datang dan mengatakan dia hamil anakku," kata Reza.
"Sampai detik ini aku masih ragu apakah benar anak yang ada didalam kandungan Sari itu anakku makanya aku belum bisa mencintai anak itu," lanjut Reza lagi.
"Tapi anak itu gak bersalah,dia gak berdosa,dia gak minta juga untuk dilahirkan ke dunia," sahutku.
"Semuanya ini salah Sari,dia menjebak aku,memberi aku banyak minum dan membuat aku mabuk," kata Reza.
"Hey....kamu jangan cuma menyalahkan Sari,kamu orang berpendidikan dan pintar harusnya kamu mikir dong,kalau kamu gak suka sama Sari ya seharusnya gak usah kamu ladeni kesalahan juga ada pada kamu,kamu membiarkan wanita lain masuk ke dalam hidupmu," kataku kasar.
"Bukan karena Sari itu adikku makanya aku bela disini aku gak membela siapa-siapa,Sari juga salah menghalalkan segala cara mendapatkan apa yang dia mau," kataku.
Reza terdiam mendengar semua perkataanku.
"Aku tidak pernah sedikit pun mencintai Sari setelah anak itu lahir aku akan menceraikan Sari,aku akan tetap membiayai kebutuhan anak itu sampai dia besar nanti dan aku akan menikahimu," kata Reza.
"Apa kamu bilang mau menikahi aku,kamu sadar gak apa yang kamu katakan apa kamu sudah gila,kamu memang kejam pernikahan bukan permainan,itu janji suci yang kamu ucapkan dihadapan Allah dan anak juga butuh perhatian dan kasih sayang dari kedua orang tuanya bukan cuma sekedar uang," kataku.
"Tapi aku tidak mencintai Sari dan anak itu mana mungkin perkawinan ini bisa bahagia,aku mencintai wanita lain dan itu kamu Pelangi," jawab Reza.
"Cukup Reza.....!" berhenti ngomongin cinta,aku gak mau lagi dengar kata-kata cinta dari mulutmu asal kamu tau ya,aku gak mencintai kamu lagi,cintaku sudah mati bersamaan dengan perselingkuhanmu jadi jangan pernah lagi bawa-bawa cinta,'' kataku kasar.
"Aku gak percaya aku yakin kamu masih mencintai aku,aku bisa liat di matamu," sahut Reza.
"Terserah apa katamu aku gak perduli,aku cuma minta sama kamu,jalani perkawinanmu jangan kamu sakiti adikku dan hubungan kita sudah berakhir diantara kita sudah gak ada hubungan apa-apa lagi dan gak ada lagi yang perlu kita omongin,lupakan aku selamat tinggal," kataku.
Aku lalu membuka pintu mobil Reza dan turun meninggalkan Reza. Aku berlari menjauh dan syukurlah tidak berapa lama ada angkot yang membawaku pulang dan menjauh dari Reza.
Didalam mobil Reza hanya diam memandangi Pelangi yang semakin lama semakin menghilang dari pandangannya. Pelangi,aku yakin kamu masih mencintai aku,aku bisa melihat dari matamu aku akan membuatmu kembali lagi kepadaku sayang,batin Reza. Reza lalu menyalakan mesin mobilnya dan melaju dengan kencang. Dia sudah bertekad untuk merebut hati Pelangi lagi.
#####
Dirumah Sari,ibu sedang menelpon Sari.
__ADS_1
"Maaf ibu,Sari salah tidak bisa menjaga kepercayaan yang ibu berikan kepada Sari," kata Sari sambil menangis.
"Kenapa kamu tega berbuat seperti itu ibu gak pernah ngajarin kamu berbuat yang melanggar norma agama nak,berzina itu perbuatan dosa besar," kata ibu.
"Ampun bu,maaf Sari salah ,Sari khilaf bu," kata Sari terus menangis.
"Jangan minta ampun sama ibu,minta ampun sama gusti Allah," sahut ibu marah.
"Kamu juga telah menyakiti hati kakak kamu yang selama ini sudah susah payah bekerja untuk membiayai kuliah kamu,dia rela tidak melanjutkan kuliah membantu ibu mencari uang untuk membiayai kuliahmu agar kamu menjadi orang sukses yang bisa kami banggakan," kata ibu yang mulai menangis.
"Maaf bu...." sahut Sari.
Hanya kata-kata itu yang bisa keluar dari mulut Sari.
"Kamu juga sudah merebut calon suami kakak kamu merebut kebahagiaannya," kata ibu lagi.
"Tapi bu Sari gak merebut mas Reza dari kak Pelangi,Sari gak pernah tau kalau mas Reza itu calon suaminya kak Pelangi,Sari menikah dengan mas Reza itu semua karena takdir bu," kata Sari membela diri.
Dia memang salah tapi menurutnya menikah dengan Reza itu adalah takdir dan bukan seratus persen kesalahannya.
"Tapi caramu mendapatkan Reza itu salah Sari,kamu halalkan segala cara demi mewujudkan keingininanmu itu sekarang kamu liat akibat dari perbuatanmu itu," kata ibu.
"Sudahlah Sar,semua sudah takdir seperti yang kamu bilang,kamu jalani aja hidupmu sekarang karena itu adalah pilihan hidupmu benar atau salah biar bagaimana pun kamu tetaplah anak ibu,kamu dan Pelangi tetap anak ibu,ibu selalu mendoakan yang terbaik buat kalian berdua," kata ibu lagi.
"Iya bu,maafkan Sari," kata Sari.
"Oh iya Sar,kalau kamu ada waktu,tolong kamu bicara sama kakakmu nak dia sangat kecewa dan masih marah sama kamu nak,ibu gak mau kalian bertengkar kalian bersaudara," sahut ibu.
"Iya bu....sekali lagi Sari minta maaf," kata Sari.
Setelah itu dia mengakhiri pembicaraannya dengan ibu. Aku menikah dengan mas Reza itu adalah takdirku dan bukan kesalahanku,aku tidak tahu mas Reza calon suami kak Pelangi dan mas Reza juga tidak tahu kalau aku adiknya kak Pelangi jadi kak Pelangi tidak bisa seenaknya menyalahkan aku atas hubungannya dengan Reza,memang selama ini dia yang membantu membiayai kuliahku dan itu memang seharusnya kewajiban seorang kakak terhadap adiknya,aku tidak mau meminta maaf kepada Pelangi karena aku tidak salah,batin Sari. Rasa egois Sari muncul,dia merasa tidak perlu meminta maaf kepada Pelangi atas kesalahan yang tidak dia lakukan.
#####
Pukul 8.30 terdengar suara mobil Reza datang dengan berjalan pelan-pelan Sari membukakan pintu untuk suaminya. Reza masuk tanpa berkata apa-apa.
"Makanan sudah aku siapkan mas diatas meja kalau mas Reza mau makan," kata Sari.
"Iya...." jawab Reza singkat.
Hari ini dia sangat capek sekali malas untuk berdebat dengan Sari.
"Oh iya mas,tadi aku periksa ke dokter dan USG hasilnya anak kita laki-laki mas," kata Sari.
Reza diam saja mendengar penjelasan Sari lalu ia pergi meninggalkan Sari menuju kamarnya. Sari sudah terbiasa dengan sikap dingin dan cuek suaminya.
"Sabar ya nak,papa hari ini lagi capek papa sebenarnya sayang sama kamu nak," ucap Sari sambil mengelus-elus perutnya mengajak berbicara dengan sang calon bayinya.
Sari kemudian menaiki tangga menuju kamar dia ingin tidur cepat hari ini karena badannya sudah capek seharian habis beraktifitas karena kehamilannya sudah semakin besar Sari agak kesusahan untuk menaiki tangga,satu demi satu dinaikinya dengan pelan karena kurang hati-hati Sari pun terpeleset jatuh terduduk ditangga darah pun keluar.
"Mas.... tolong," teriak Sari.
"Mas Reza,tolong mas....aduuh sakit,mas tolong," Sari berteriak sekuat tenaga.
Reza yang baru selesai mandi didalam kamarnya mendengar teriakan Sari. Dia berlari mendatangi Sari.
"Sari kenapa kamu," kata Reza.
"Perutku mas sakit,tolong mas," kata Sari merintih kesakitan.
"Iya sebentar,kamu tahan ya kita ke rumah sakit," kata Reza.
Reza lalu menggendong Sari ke mobil dan melaju menuju ke rumah sakit terdekat.
"Aduh,tolong mas sakit cepatan mas," teriak Sari kesakitan.
Sesampainya dirumah sakit,Sari lalu mendapat perawatan dari dokter. Lumayan lama Reza menunggu akhirnya perawat menyuruhnya masuk untuk bertemu dokter.
"Alhamdulillah,ibu Sari dan kandungannya baik-baik aja sekarang untung tadi cepat dibawa ke rumah sakit,tolong ya pak dijaga ibu dan calon bayinya dua bulan lagi bayi bapak akan lahir,jangan sampai kejadian tadi terulang lagi karena akan berakibat fatal bagi keselamatan ibu dan bayinya,saya akan membuatkan resep dulu,saya kasih vitamin dan obat penguat kandungan," kata dokter.
"Iya dok...." kata Reza singkat.
Setelah pamit dengan dokter, Reza menebus resep obat yang diberikan dokter setelah itu Reza membawa Sari pulang. Sesampainya dirumah Sari dituntun Reza ke dalam kamarnya dan membaringkan Sari ditempat tidur.
"Sekarang kamu istirahat.jaga bayi kamu jangan sampai kejadian tadi terulang lagi,aku gak mau direpotkan lagi aku mau istirahat,aku capek" kata Reza dan keluar dari kamar Sari.
__ADS_1
Terima kasih Ya Allah walaupun mas Reza kelihatannya cuek tapi sebenarnya dia sangat perduli sama anaknya,aku yakin Reza pasti berubah sikapnya setelah anak ini lahir batin Sari,tidak berapa lama akhirnya Sari pun tertidur.