Pelangi Dimatamu

Pelangi Dimatamu
BAB 35 Pilihan Yang Sulit


__ADS_3

Setelah tiga hari kejadian ribut dengan tante Merry, Pelangi menghindar dari Hendra. Setiap Hendra menelpon dan memberi pesan tidak pernah diperdulikan oleh Pelangi. Ditempat kerja maupun dirumah Pelangi tidak mau ketemu. Pelangi merasa hubungannya dengan Hendra sudah tidak bisa dipertahankan lagi. Menurut Pelangi, tante Merry sudah sangat keterlaluan sekali dengan menghina kemiskinannya. Pelangi memang sangat mencintai dan menyayangi Hendra tapi Pelangi tidak terima kalau ada orang lain yang menghinanya sekalipun itu mamanya Hendra, tante Merry. Dilain pihak Hendra juga tidak akan semudah itu melepaskan Pelangi, karena dia sudah terlanjur cinta dengan Pelangi. Malam ini Hendra akan mencoba lagi untuk bertemu dengan Pelangi dirumahnya. Hendra mencoba menelpon Pelangi tapi tidak diangkat, dicoba lagi berkali-kali tapi tidak berhasil juga, akhirnya Hendra mengirimkan pesan melalui whatsapp dan berharap Pelangi mau membaca dan membalasnya.


" Sayang, aku mohon jangan menghindar terus kya gini, kita harus ketemu dan bicara," tulis Hendra.


" Malam ini aku kerumahmu," tulis Hendra lagi.


Pesan whatsapp Hendra pun terkirim dan dibaca oleh Pelangi. Hendra berharap Pelangi mau membalasnya. Tetapi seperti biasa Pelangi tidak mau membalasnya. Malam ini Pelangi berniat untuk bertemu dengan Hendra dan bicara langsung dengan Hendra.


"Assalamualaikum....," ucap Hendra sambil mengetuk pintu rumah Pelangi.


"Waalaikumsalam....," sahut ibu dari dalam.


"Ooh nak Hendra, ayo masuk," kata ibu.


"Pelanginya ada bu," tanya Hendra.


"Ada...tunggu sebentar ya, ibu panggil dulu," jawab ibu.


Belum sempat ibu memanggil Pelangi, Pelangi sudah keluar kamar. Didalam kamar Pelangi sudah tahu kalau yang datang itu Hendra, makanya dia segera keluar. Pelangi melihat Hendra sedang duduk disofa ruang tamu.


"Sayang kita bicara diluar yuk," ajak Hendra.


"Gak....aku gak mau," ucap Pelangi dengan ketus.


"Kalau mau ngomong, ngomong aja disini," ucapku lagi.


"Sayang, maafkan mama ya sayang," kata Hendra.


"Mungkin sikap dan perkataan mamaku sudah menyakiti hati kamu, sekali lagi aku minta maaf," kata Hendra.


"Kamu gak salah, jadi ngapain kamu minta maaf," kataku dengan nada ketus.


"Aku memang orang miskin, ibuku cuma penjual kue, kami memang gak selevel dengan keluarga kalian," kataku.


"Tapi kami juga manusia yang punya harga diri, kami juga gak ngemis, gak minta-minta," kataku dengan nada tinggi.


"Maaf sayang...," ucap Hendra.


"Kayanya hubungan kita gak bisa dipertahankan," kataku.


"Diantara kita kaya bumi dan langit," ucapku.

__ADS_1


"Aku gak mau kamu ngomong kaya gitu," kata Hendra.


"Kita gak boleh putus, hubungan kita harus tetap berjalan dengan atau tanpa restu dari mama," tegas Hendra.


"Kamu jangan egois...," bentakku.


"Aku gak mau kamu memilih antara aku dan mama kamu, lebih baik aku yang mengalah," kataku.


"Kamu sabar dulu ya...aku akan cari waktu yang tepat untuk ngomong sama mama," bujuk Hendra.


"Aku juga akan minta bantuan papa untuk membujuk mama, setelah itu kita menikah," kata Hendra.


"Aku gak mau menikah tanpa restu dari mama kamu," ucapku.


"Pelangi bantu aku, jangan mempersulit keadaanku, aku harus gimana lagi," kata Hendra.


"Aku hargai usahamu untuk menarik simpati mama," ucap Hendra.


" Kalau kamu sudah menyerah untuk mengambil hati mama, aku gak mau memaksa kamu," kata Hendra lagi.


"Bukannya aku menyerah, tapi mama kamu sudah bencinya mendarah daging sama aku," ucapku.


"Terus mau kamu apa !" tanyaku.


"Kita tetap melanjutkan hubungan kita dengan atau tanpa restu dari mama," ucap Hendra.


"Ya udah...aku mau pulang dulu udah malam," kata Hendra.


Setelah berpamitan denganku dan ibu, Hendra pulang dengan perasaan yang sedikit lega, karena sudah bertemu dengan Pelangi. Pelangi tidak tahu harus bagaimana menghadapi hubungannya ke depan, Pelangi hanya bisa pasrah menghadapinya.


Dirumah Hendra.


"Hendra sudah waktunya kamu menikah, umurmu sudah cukup dewasa untuk menikah," kata bu Merry.


"Ma....," Hendra memang pengen menikah secepatnya," ucap Hendra.


"Ya udah kalau gitu, mama kasih tau dulu orang tuanya Sandra," kata bu Merry.


"Tapi ma...Hendra gak mau menikah dengan Sandra, tapi dengan Pelangi," kata Hendra.


"Hendra..." bentak bu Merry.

__ADS_1


"Sudah berapa kali mama bilang, mama gak suka dengan Pelangi," ucap bu Merry.


"Hendra cintanya sama Pelangi ma, mana mungkin Hendra menikah dengan orang yang gak Hendra cinta," kata Hendra lagi.


"Hendra...cinta itu bisa tumbuh kalau sering bersama," ucap bu Merry.


"Kenapa sih mama selalu memaksakan kehendak mama tanpa memperdulikan perasaan Hendra," kata Hendra.


"Dari keci sampai sekarang mama selalu menuruti semua kemauan kamu Hendra," ucap bu Merry.


"Masa mama minta satu aja dari kamu, kamu gak mau menuruti kemauan mama," ucap bu Merry lagi.


"Kemauan mama itu sangat berat buat Hendra ma, itu menyangkut kehidupan Hendra kedepannya," kata Hendra.


"Mama memberikanmu yang terbaik nak, mana ada orang tua yang mau anaknya gak bahagia," ucap bu Merry.


"Sudahlah...sampai kapanpun mama gak merestui kamu menikah dengan Pelangi," tegas bu Merry.


"Ya udah kalau gitu maunya mama...Hendra gak mau menikah dengan siapapun, biar aja Hendra hidup sendiri," kata Hendra.


"Hendra kamu jangan keras kepala, mama yang sudah melahirkan kamu," ucap bu Merry.


"Sebagai anak yang berbakti kepada orang tua seharusnya kamu menuruti kemauan mama," kata bu Merry.


"Lagian mama memilihkan wanita yang terbaik buat kamu bukan yang terburuk," kata bu Merry lagi.


"Sandra itu kurang apa !" ucap bu Merry dengan nada tinggi.


"Dia wanita yang cantik, baik, sopan, lemah lembut, berpendidikan tinggi seorang dokter lagi, orang tuanya juga orang yang terpandang, kurang apa lagi, dia wanita yang sempurna idaman semua laki-laki," kata bu Merry menjelaskan panjang lebar.


"Tapi Hendra tetap aja gak suka ma...ini masalah hati, gak bisa dipaksakan," kata Hendra.


"Sudah malam ma...Hendra sudah ngantuk," ucap Hendra.


"Percuma juga pembicaraan ini diteruskan karena kita tetap dengan pendirian kita masing-masing, ma...," kata Hendra.


Hendra berlalu menuju kamarnya, hari ini dia lelah sekali, lelah dengan hati dan jiwanya. Mamanya tetap dengan pendiriannya agar Hendra menikah dengan Sandra. Hendra pun tetap dengan pilihan hatinya untuk menikahi Pelangi. Timbul dipikiran Hendra untuk pergi ke kota lain meninggalkan pekerjaannya bersama Pelangi memulai kehidupan baru, dan tidak ada seorang pun yang mengganggu kehidupan mereka. Hendra ingin memulai hidupnya dari nol lagi dengan Pelangi. Tapi dia ingin membahagiakan Pelangi, dia tidak ingin Pelangi hidup serba kekurangan setelah menikah dengannya. Hendra semakin pusing dengan masalah yang dihadapinya. Usaha Pelangi untuk menarik hati bu Merry tempo hari juga gagal total yang ada malah tambah masalah. Lama Hendra memikirkan masalahnya karena sudah terlalu mengantuk akhirnya dia pun tertidur.


######


Buat yang baca....makasih udah mau mampir minta dukungannya ya...plisss like, komen dan votenya ya....ditungguπŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2