Pelangi Dimatamu

Pelangi Dimatamu
BAB 54 Vonis Dokter


__ADS_3

Seminggu sudah Sari dirawat di rumah sakit, tidak ada perkembangan yang berarti malah kondisi kesehatan Sari semakin hari semakin menurun. Dokter sudah berusaha sekuat tenaga untuk menyembuhkan Sari tetapi kondisi Sari sudah semakin menurun tinggal menunggu keajaiban dari Tuhan saja. Walaupun dokter sudah memvonis Umur Sari tinggal berapa bulan lagi, tetapi Reza tetap yakin kalau istrinya akan sembuh, menurut Reza dokter bisa saja salah, semua itu tergantung atas kuasa Tuhan. Sari sudah tidak sanggup lagi untuk bangun dari tempat tidur di rumah sakit, Sari hanya bisa tertidur dengan selang infus sudah terpasang ditangannya, hanya lewat cairan infuslah Sari bisa bertahan. Ibu yang selalu setia mendampingi Sari hanya bisa memandangi Sari dengan sedih. Semoga ada keajaiban dari Tuhan atas kesembuhanmu nak batin ibu dalam hati. Hari ini Reza menemui dokter untuk mengetahui perkembangan istrinya.


"Gimana dokter, keadaan istri saya, apa ada perkembangan ?" tanya Reza ketika mereka berada diruangan dokter.


"Kami mohon maaf pak Reza, kami sudah berusaha dan melakukan yang terbaik buat ibu Sari dan sekarang kita pasrahkan semuanya kepada Allah Swt," jawab dokter menjelaskan.


"Biar pun dokter sudah memvonis umur ibu Sari tidak akan lama, tapi kalau ada keajaiban dari Allah Swt untuk kesembuhan ibu Sari, maka semua itu akan terjadi, ibu Sari akan sembuh," kata dokter.


"Sebaiknya kita serahkan semuanya kepada Allah Swt, banyak-banyaklah berdoa atas kesembuhan ibu Sari," jelas dokter.


"Terima kasih dokter," ucap Reza dengan sedih.


Reza sangat sedih mendengar penjelasan dari dokter dan dia tidak bisa lagi berkata apa-apa. Reza keluar dari ruangan dokter dengan lemah dan tidak bersemangat. Ibu melihat keadaan Reza seperti itu, sudah bisa menebak kalau berita yang disampaikan oleh dokter adalah berita yang tidak baik. Tapi ibu harus kuat mendengar berita apa pun walaupun itu berita yang tidak bagus.


"Gimana nak Reza, apa kata dokter," tanya ibu.


"Dokter memvonis umur Sari gak akan lama lagi bu...," ucap Reza dengan suara yang bergetar menahan tangis.


"Dokter sudah berusaha dengan semampunya, selanjutnya kita serahkan kepada Allah Swt," ucap Reza.


"Sabar nak....," ucap ibu.


"Lebih baik kita banyak-banyak berdoa dan meminta keajaiban atas kesembuhan Sari," kata ibu memberi semangat kepada Reza.


"Iya bu...," ucap Reza.


"Ya sudah ibu tinggal sebentar, ibu mau sholat dulu," ucap ibu.


"Baiklah bu...biar saya yang jagain Sari dulu," ucap Reza.


Setelah ibu pamit kepada Reza untuk menunaikan ibadah sholat, tinggallah Reza sendiri menjaga Sari. Reza mendekati Sari dan duduk dikursi disamping ranjang Sari. Reza memandangi wajah istrinya yang terbaring lemah dengan selang infus yang terpasang ditangan istrinya. Reza menggenggam tangan Sari dan menangis. Reza teringat lagi dengan kenangan-kenangan dulu waktu awal-awal pernikahannya dengan Sari. Dia amat sangat buruk memperlakukan Sari sebagai istrinya waktu itu. Walaupun Reza memperlakukan Sari dengan sangat buruk tapi Sari membalasnya dengan penuh kelembutan, dan itu membuat Reza sangat menyesal sekali sudah bersikap jahat kepada Sari.


"Maafkan aku sayang....," ucap Reza sambil menangis.

__ADS_1


"Maafkan aku yang sudah banyak menyakiti hatimu," ucap Reza lagi.


"Bahkan kata maaf pun kamu berikan kepadaku saat tau aku sudah tidur dengan wanita lain," isak tangis Reza.


"Maaf, maaf, maafkan aku sayang...," ucap Reza.


"Kamu harus sembuh sayang, kamu harus kuat, anak kita masih sangat memerlukan kasih sayang kamu," Reza terus saja berbicara kepada Sari.


"Aku dan Gilang masih membutuhkan kamu sayang," ucap Reza lagi.


Walaupun mata Sari tertutup tapi Reza yakin kalau Sari mendengar semua perkataan-perkataan yang diucapkan Reza. Reza berharap Sari membuka matanya dan memberikan senyuman manis kepadanya. Tetapi apa yang diharapkan Reza itu semua sia-sia, mata Sari masih tetap tertutup. Hari ini Pelangi meminta izin kepada supervisor ditempat kerjanya untuk pulang lebih awal karena ingin menjenguk adiknya yang sedang sakit dan supervisornya pun mengijinkannya. Pelangi lalu pergi kerumah sakit untuk menjenguk keadaan Sari. Sesampai dirumah sakit Pelangi melihat Reza menemani Sari yang masih tertidur.


"Hai Reza...," sapa Pelangi.


"Oh...kamu Pelangi," sahut Reza yang tidak menyadari kalau Pelangi datang.


"Gimana keadaan Sari ?" tanyaku.


"Gak ada perkembangan...dokter memvonis kalau umur Sari tidak akan lama," ucap Reza dengan suara pelan.


"Apa pun yang dikatakan dokter itu belum tentu benar," kataku.


"Aku yakin Sari pasti sembuh," ucapku menghibur.


"Ooh iya, ibu dimana ?" tanyaku.


"Ibu lagi sholat di mushola rumah sakit," jawab Reza.


Tidak berapa lama kemudian ibu datang dengan mata yang sedikit agak bengkak. Pelangi tahu kalau ibu habis menangis dalam sholatnya.


"Pelangi, kamu datang nak," ucap ibu.


"Iya bu, tadi Pelangi minta izin pulang kerjanya lebih awal, biar bisa lama jenguk Sari," kataku.

__ADS_1


"Ibu sudah makan ?" tanyaku.


"Belum nak...ibu gak selera makan," jawab ibu.


"Ibu harus makan, ntar ibu sakit gimana," ucapku.


"Ibu mau makan apa, biar Reza yang beli keluar," kata Reza.


"Ibu gak bisa makan nak, melihat Sari kondisinya masih seperti ini," kata ibu menahan tangisnya.


"Ibu...," ucapku sambil memeluk ibu.


"Ibu harus kuat, kita semua harus kuat, biar Sari juga kuat menghadapi ini semua bu," kataku.


"Ya udah, kalau gitu aku keluar beli makanan dulu ya Pelangi," ucap Reza.


Pelangi hanya mengangguk saja, ibu masih menangis duduk disamping Sari yang masih tertidur dengan cairan infus yang masih terpasang ditangannya.


"Ibu udah...jangan nangis terus, kasian Sari bu," ucapku.


"Sari pasti juga gak mau liat ibu nangis terus kaya gini bu....," ucapku lagi.


"Iya nak...," ucap ibu lalu menghentikan tangisannya.


"Lebih baik kita pasrahkan semuanya kepada Allah dan kita banyak-banyak berdoa untuk kesembuhan Sari, bu...," kataku.


"Iya Pelangi....," ucap ibu.


"Pelangi ibu mau istirahat dulu ya," pinta ibu.


"Iya bu..ibu harus banyak istirahat, supaya ibu gak sakit bu, biar Pelangi yang jaga Sari," ucapku.


Pelangi kasihan sama ibu, Pelangi tahu kalau ibu sangat sedih atas kondisi Sari seperti itu. Pelangi berharap ada keajaiban dari Tuhan atas kesembuhan adiknya. Pelangi memandangi wajah Sari yang sedang tertidur. Wajah yang dulunya sangat cantik, kulit putih mulus dengan rambut hitam yang panjang dan badan yang padat berisi kini sekarang sangat berbeda jauh. Sari sekarang dengan wajah yang pucat pasi, badan kurus kering dan kepala yang gundul. Sari sudah memangkas habis rambutnya yang semakin hari semakin rontok membuat kepalanya botak. Pelangi hanya bisa berdoa buat adiknya itu. Ya Allah berikan kesembuhan kepada Sari batin Pelangi.

__ADS_1


######


Buat pembaca yang masih setia dikaryaku ini,.terima kasih banyak atas dukungannya....maaf karena terlambat update, ditunggu like, komen dan votenya ya...terima kasih🙏🙏🙏


__ADS_2