Pelangi Dimatamu

Pelangi Dimatamu
BAB 59 Cinta Lama Masih Ada


__ADS_3

Sudah hampir 5 bulan kepergian Sari. Pelangi dan ibu kembali ke rumah mereka dan Gilang pun diizinkan untuk tinggal bersama ibu. Sudah menjadi kebiasan Reza setelah pulang kerja mengunjungi Gilang kecuali hari libur. Setiap ada kesempatan Reza selalu mempertanyakan janji Pelangi kepada Sari untuk menikah dengannya, tapi Pelangi selalu menghindar dan selalu mengalihkan pembicaraan ke hal lain dan itu membuat Reza yakin kalau Pelangi tidak ingin menikah dengannya. Hubungan Pelangi dengan Hendra pun masih tidak ada komitmen untuk ke arah yang lebih serius, mereka menjalani hubungan tersebut hanya sebatas teman yang saling memperhatikan, perduli dan saling membutuhkan satu dengan yang lain. Hari ini pulang kerja seperti biasa Hendra menjemput Pelangi untuk pulang bersama-sama. Sudah hampir satu bulan Pelangi selalu diantar dan dijemput kerja oleh Hendra.


"Kita makan dulu ya, baru pulang...aku siang tadi gak sempat makan," ajak Hendra.


"Kok gak sempat.makan, ntar sakit gimana," ucapku.


"Iya maaf...tadi ada meeting sampai sore jadi gak sempat makan," ujar Hendra.


"Kita mau makan dimana ?" tanya Hendra.


"Terserah kamu aja...aku ngikut kamu aja," ucapku.


Hendra lalu mengarahkan mobilnya ke sebuah restoran yang tidak terlalu ramai pengunjung. Meskipun tidak terlalu ramai oleh pengunjung tapi makanan di restoran itu lumayan enak menurut Hendra. Hendra dan Pelangi sudah sering makan di restoran itu, dan restoran itu menjadi tempat favorit mereka berdua. Akhirnya mereka tiba juga di restoran itu, segera Hendra dan Pelangi memesan makanan yang mereka inginkan. Tidak berapa lama pesanan makanan mereka pun akhirnya datang.


"Ayo Pelangi kita makan, aku udah lapar banget," ucap Hendra.


"Iya....," sahutku pendek.


Pelangi seperti tidak berselera makan, karena ada sesuatu hal yang masih mengganggu pikirannya. Tadi malam Reza mendesak Pelangi untuk segera memberikan jawaban tentang janji Pelangi kepada mendiang Sari. Pelangi menjanjikan waktu tiga hari kepada Reza apakah dia bersedia atau tidak untuk menikah dengan Reza.


"Pelangi....kok melamun, apa makanannya gak enak," tanya Hendra.


"Kalau gitu kamu pesan makanan yang lain aja," ucap Hendra lagi.


"Gak, gak usah....ini enak kok," ucapku.


"Maaf ya Ndra...kamu jadi bete makan dengan aku," ucapku lagi.


"Kamu lagi mikirin apa sih...," tanya Hendra.


"Kamu lagi mikirin aku ya, hehehe....," goda Hendra sambil tertawa.


"Iiih....ngapain aku mikirin kamu," kataku ikut tertawa.


"Bercanda Pelangi....," ucap Hendra.


"Sekarang serius, kamu lagi ada masalah apa, cerita sama aku....aku kan sahabat kamu," ucap Hendra.


Pelangi hanya diam saja. Pelangi berharap Hendra bisa mengetahui perasaannya dan membicarakan hubungan mereka bukan cuma sekedar teman tapi Hendra sudah terlanjur menganggapnya sebagai sahabatnya saja. Pelangi semakin bimbang menerima lamaran Reza atau tidak. Laki-laki yang dicintainya ada dihadapannya tapi hanya menganggapnya sahabat saja.


"Hei...," ucap Hendra mengagetkan Pelangi.


"Kok kamu melamun lagi sih...," ucap Hendra lagi.


"Ya udah kalau kamu gak mau cerita, kalau kamu udah selesai makan kita pulang aja yuk...," ajak Hendra.


"Maaf ya Ndra....," ucapku.


"Aku memang lagi ada masalah Ndra," ucapku lagi.

__ADS_1


"Cerita dong sama aku, siapa tau aku bisa bantu kamu," kata Hendra.


"Tentang janji aku sama Sari," ucapku pelan.


"Janji aku untuk menikah dengan Reza," kataku lagi.


"Tiga hari lagi aku harus memberikan jawabanku kepada Reza," ucapku pelan sambil melihat reaksi Hendra.


"Terus...apa jawaban kamu ?" tanya Hendra.


"Aku gak tau," ucapku sambil menggeleng.


"Apa kamu masih mencintai Reza," tanya Hendra lagi.


"Ndra...Reza memang mantan aku, tapi semenjak dia menikahi adikku aku udah gak ada perasaan apa-apa lagi sama dia," kataku menjelaskan.


"Apa kamu mencintai orang lain Pelangi ?" tanya Hendra.


Pertanyaan Hendra membuat jantung Pelangi berdetak sangat kencang. Bagaimana bisa Hendra langsung menanyakan hal itu kepadanya tanpa basa basi lagi. Iya Hendra, aku mencintai laki-laki lain, laki-laki itu adalah kamu Hendra batin Pelangi.


"Kenapa kamu gak menjawab pertanyaanku Pelangi," tanya Hendra.


"Apa itu penting buat kamu ?" tanyaku balik.


"Kalau kamu tidak mencintai laki-laki lain pasti kamu mau menikah dengan Reza," tebak Hendra.


"Iya kamu benar Ndra, aku mencintai laki-laki lain itu sebabnya aku gak bisa menerima Reza menjadi suamiku walaupun aku udah janji sama Sari untuk menikah dengannya," kataku menjelaskan.


"Kamu penasaran ya," godaku sambil tertawa.


"Nanti aku kenalin ya...kamu kenal kok sama dia, kenal baik malah," kataku sambil tertawa.


"Oh ya...siapa dia Pelangi," tanya Hendra dengan wajah yang serius.


"kepo ahh...ntar kamu juga tahu, jangan tegang gitu dong mukanya, aku jadi takut," kataku.


Wajah Hendra memang agak sedikit berubah menegang ketika Pelangi mengakui kalau dia mencintai orang lain. Pelangi, apa kamu gak tau kalau saat ini, aku sangat sangat cemburu mendengar kamu menyebutkan kalau kamu mencintai orang lain batin Hendra. Setelah mereka selesai makan dan menyelesaikan pembayaran di kasir. Hendra mengantarkan Pelangi pulang. Sepanjang perjalanan pulang keduanya hanya diam saja tidak ada pembicaraan. Pelangi bertanya-tanya dalam hati kenapa Hendra diam saja tidak seperti biasanya, padahal Pelangi tahu kalau Hendra bukan orang yang pendiam, dia selalu cerita apapun kepada Pelangi tapi sekarang dia mendadak menjadi orang pendiam.


"kok kamu tiba-tiba menjadi pendiam Ndra," ucapku tiba-tiba memecah keheningan.


"Aah...gak...," ucap Hendra pelan.


Tiba-tiba saja Hendra menghentikan mobilnya ditepi jalan yang tidak terlalu ramai dilewati banyak orang.


"Kenapa Ndra, kok berhenti...mobilnya mogok," ucapku khawatir.


Hendra diam sejenak, dia tidak memperdulikan perkataan Pelangi. Pelangi menjadi serba salah jadinya, Pelangi ingin bertanya lagi tapi diurungkannya niatnya karena Pelangi melihat raut wajah Hendra tampak serius. Pelangi mengambil keputusan untuk diam saja dan tidak bertanya.


"Pelangi aku gak mau kamu menikah dengan Reza," ucap Hendra memecah keheningan diantara mereka.

__ADS_1


"Sampai detik ini aku masih mencintai kamu, semenjak kita putus, gak ada yang bisa menggantikan kamu dihatiku," kata Hendra.


"Walaupun aku udah berusaha melupakanmu tapi itu semua sia-sia," kata Hendra lagi.


Pelangi terkejut dan sekaligus senang mendengar pengakuan dari Hendra, ternyata selama ini Hendra juga masih mencintainya.


"Tapi sekarang udah terlambat, cintamu yang dulu sama aku udah gak ada, kamu cuma menganggap aku seorang sahabat...kamu udah mencintai orang lain," lanjut Hendra lagi.


"Kenapa secepat itu cintamu kepadaku hilang Pelangi," ucap Hendra.


"Gak Ndra, kamu salah....aku masih seperti yang dulu, cintaku gak pernah hilang," ucapku.


"Tapi, tadi direstoran kamu bilang kamu mencintai orang lain," ucap Hendra.


"Orang itu adalah kamu, Ndra....apa kamu selama ini gak pernah merasakan dan menyadarinya," kataku.


"Apaa...," teriak Hendra dengan senang.


"Jadi selama ini perasaan kita sama...Pelangi aku senang banget kamu juga mencintai aku," ucap Hendra sambil tersenyum.


"Pelangi...aku gak mau kehilangan kamu lagi...maukah kamu menikah dengan aku," tanya Hendra.


"Tapi Ndra, gimana dengan mama kamu, pasti mama kamu gak merestui kita," ucapku.


"Kalau kita udah menikah pasti mama lama-lama akan merestui juga," ucap Hendra.


"Kamu mau gak menjadi nyonya Hendra," tanya Hendra.


"Iya...aku mau menikah dengan kamu Ndra," jawabku sambil tersenyum.


Hendra lalu menggenggam kedua tangan Pelangi dan menciumnya. Keduanya saling menatap, Hendra mendekatkan wajahnya ke arah Pelangi, semakin dekat lalu Hendra mencium lembut bibir Pelangi. Pelangi kaget dan spontan mengarahkan wajahnya kearah lain.


"Maaf Pelangi...," ucap Hendra.


"Iya gak papa," ucapku sedikit gugup.


"Kita pulang sekarang ya...," ucapku lagi.


"Tapi...aku boleh gak mencium bibir kamu lagi," goda Hendra


"Aah...apa..," ucapku.


"Hahaha....gak sayang...kamu kok ketakutan gitu sih, ayo kita pulang," kata Hendra sambil tertawa.


"Awas kamu ya, kamu nakal banget sih," ucapku tertawa sambil mencubit pinggang Hendra.


"Aduuuuh....sakit sayang...," ucap Hendra.


"Biarin..habis kamu nakal sih," ucapku sambil melepaskan cubitanku.

__ADS_1


Hari ini Pelangi dan Hendra pulang kerumah dengan hati yang berbunga-bunga. Pelangi sudah tidak sabar untuk mengabarkan berita bahagia ini kepada ibunya.


__ADS_2