
Pagi-pagi sekali Sari sudah bangun, hari ini dia ingin ke rumah ibu. Semua perlengkapan yang akan dibawa sudah dipersiapkannya beberapa hari yang lalu,mulai dari pakaiannya,perlengkapan baby Gilang juga tidak ketinggalan. Sari juga tidak lupa membawakan oleh-oleh untuk ibunya.
"Jadi berangkat hari ini ke tempat ibu," kata Reza.
"Jadilah mas..ini semua sudah siap barang-barangnya," jawab Sari.
"Perlengkapan adek jangan sampai lupa ya..botol susunya harus sudah siap jadi nanti gak repot kalau nangis dijalan," pesan Reza lagi.
"Iya mas,sudah kok semua,oleh-oleh ibu juga udah ada," ucap Sari.
"Maaf ya,aku gak bisa ngantar ke tempat ibu,masih banyak kerjaan kantor yang harus diselesaikan dan gak bisa ditinggalkan," ucap Reza.
"Salam sama ibu aja ya," kata Reza.
"Iya mas gak apa-apa,aku ngerti kok mas Reza sibuk nanti aku sampaikan salamnya mas sama ibu," sahut Sari.
"Aku cuma tiga hari kok disana mas,gak lama," ucap Sari.
"Tiga hari buatku itu lama banget,aku pasti kangen banget sama istri dan anakku yang menggemaskan ini," kata Reza sambil mengambil Gilang digendongan Sari.
"Aduh..anak papa ini lucu banget,nanti jangan nakal ya ditempat nenek," ucap Reza menciumi baby Gilang.
Sebenarnya Reza ingin sekali ikut menemani anak dan istrinya untuk bertemu dengan ibu mertuanya,tapi dia belum siap kalau harus bertemu dengan Pelangi yang sekarang menjadi kakak iparnya karena itu Reza mencari alasan untuk menghindar.
"Itu mobil onlinenya sudah datang mas,aku pamit dulu ya mas," ucap Sari sambil mengambil baby Gilang yang ada digendongan Reza.
"Ya udah kalau gitu...kamu hati-hati ya," ucap Reza.
Reza membantu mengangkat koper Sari dan memasukannya ke dalam bagasi mobil,dia sengaja menyuruh Sari untuk menggunakan jasa mobil online supaya cepat sampai ke rumah ibu. Setelah semua barang sudah dimasukan mobil pun melaju meninggalkan halaman rumah.
#####
Dirumah ibu.
__ADS_1
Sudah dua hari ini Pelangi menginap dirumah Sinta. Pelangi tahu kalau Sari akan datang hari ini makanya dia menginap ditempat Sinta. Untuk saat ini Pelangi belum mau bertemu dengan Sari. Ibu sudah berkali-kali menasehati Pelangi dan Sari untuk saling memaafkan tapi Pelangi masih belum bisa untuk menerima apa yang telah dilakukan Sari.
Diruang tamu ibu menunggu kedatangan Sari sambil menonton tv, Sari sudah memberitahukan ibu pagi tadi kalau dia akan datang hari ini bersama dengan baby Gilang. Hampir tiga jam ibu menunggu akhirnya Sari pun datang.
"Assalamualaikum....ibu,ini Sari bu," teriak Sari sambil mengetuk pintu.
"Waalaikumsalam....," sahut ibu dari dalam.
Ibu lalu bergegas membukakan pintu untuk Sari.
"Sari,ayo nak masuk...," ucap ibu.
"Ini cucu ibu ya,aduuh...gantengnya cucu ibu," kata ibu lagi.
"Iya bu,ini cucu ibu namanya Gilang Rahardian," jawab Sari.
"Sini ibu gendong dulu ya," ucap ibu.
Ibu senang sekali melihat baby Gilang yang lucu dan menggemaskan. Ibu menggendong baby Gilang sambil bernyanyi dan menari berputar-putar. Maklumlah baby Gilang adalah cucu pertama ibu,makanya ibu sangat senang sekali.
"Iya bu,ini ada oleh-oleh buat ibu,Sari beliin ibu brownies pisang," kata Sari.
Sari lalu menuju meja makan dan meletakkan brownies pisang yang dibawanya. Kemana kak Pelangi,apa masih ditempat kerjanya atau didalam kamarnya tanya Sari didalam hati. Dia ingin menanyakannya kepada ibu tapi masih ragu. Sebenarnya Sari ingin sekali meminta maaf kepada Pelangi dan berbaikan dengannya apapun yang sudah terjadi mereka berdua tetaplah saudara kandung.
"Ibu,kak Pelangi dimana?" tanya Sari.
Akhirnya dia pun menanyakan keberadaan Pelangi.
"Sudah dua hari ini kakak kamu menginap dirumah temannya," jawab ibu.
"Pasti kak Pelangi gak mau ketemu sama Sari makanya dia menginap dirumah temannya," ucap Sari.
"Mungkin aja kak Pelangi sampai saat ini masih belum memaafkan Sari bu," kata Sari lagi.
__ADS_1
"Sabar aja nak,saat ini kakakmu memang belum bisa memaafkan dan menerima semua kenyataan ini," ucap ibu.
"Iya bu, Sari ngerti kok kalau kak Pelangi masih belum bisa memaafkan Sari tapi Sari yakin bu suatu hari nanti kak Pelangi pasti akan memaafkan dan menerima semua ini," kata Sari.
"Ya udah dihabiskan makannya,ibu sengaja masak banyak buat kamu," kata ibu.
"Iya bu...." sahut Sari.
Sari melanjutkan lagi makannya,menyantap semua masakan ibunya. Dia tidak ingin mengecewakan ibunya yang sudah bersusah payah membuatkan makanan untuknya.
#####
Malam hari dirumah ibu. Ibu ingin menelpon Pelangi mau mengabarkan kalau Sari ada dirumah. Ibu mengambil handphonenya dan mencoba menelpon Pelangi. Tidak berapa lama Pelangi pun mengangkat telpon dari ibu.
"Halo....Assalamualaikum bu,ada apa bu," tanya Pelangi.
"Walaikumsalam Pelangi...Ibu cuma mau kasih tau kamu nak, Sari dan anaknya sudah ada dirumah, apa kamu tidak mau ketemu sama mereka," ucap ibu.
"Pulanglah sebentar Pelangi temui adekmu, berbicaralah kalian berdua gak baik sesama saudara bermusuhan," kata ibu.
"Bu...Pelangi kan sudah bilang sama ibu, Pelangi belum mau ketemu dengan Sari bu," sahutku.
"Ibu cuma pengen lihat anak-anak ibu rukun seperti dulu lagi nak sebelum ibu meninggal," kata ibu.
"Ibu kok ngomong gitu sih, Pelangi selalu mendoakan ibu semoga ibu selalu diberi kesehatan dan panjang umur," sahutku.
"Ya sudahlah Pelangi,kalau itu memang keputusanmu ibu gak bisa ngomong apa-apa lagi," ucap ibu.
Setelah mengucapkan salam ibu lalu mematikan telponnya. Aku gak tau lagi harus bagaimana supaya anak-anakku bisa akur seperti dulu lagi,sebelum aku meninggal aku ingin melihat anak-anakku berdamai batin ibu.
#####
Dirumah Sinta tempat aku menginap.
__ADS_1
Aku sebenarnya kasihan sama ibu, ibu pasti sedih melihat anak-anaknya tidak akur. Sebenarnya aku ingin juga berbaikan dengan Sari tapi setiap kali aku ingat kejadian itu hatiku sakit. Disaat aku terlanjur sayang dan sudah berharap banyak kepada seseorang tapi yang aku terima malah pengkhianatan dan yang lebih menyakitkan lagi pengkhianatan itu dilakukan oleh adikku sendiri. Bukannya minta maaf malah Sari merasa dirinya tidak bersalah karena dia tidak tahu kalau Reza itu calon suami kakaknya. Aku tidak terima dengan semua perlakuan Sari dan Reza yang mengkhianati aku. Aku belum bisa berdamai dengan diriku sendiri, bukannya tidak mau melupakan tapi hati ini masih terasa sakit, entahlah mungkin dengan berjalannya waktu bisa mengobati luka hatiku.