
Sudah hampir dua bulan Pelangi dan Hendra putus. Dibulan pertama perpisahan mereka Hendra masih sering mengirim pesan kepada Pelangi menanyakan kabarnya walaupun jarang sekali Pelangi membalasnya. Dibulan kedua karena kesibukan pekerjaan diperusahaan Hendra yang akan membuka cabang baru didaerah lain, membuat Hendra sejenak melupakan Pelangi. Kadang Pelangi merindukan sapaan-sapaan dari Hendra walaupun hanya lewat WhatsApp, tapi sekarang Hendra sudah jarang sekali menghubungi Pelangi. Mungkin Hendra sudah punya kekasih baru pengganti aku batin Pelangi. Walaupun sedikit kecewa Pelangi hanya bisa pasrah saja, bagaimanapun dia yang sudah memutuskan hubungan dengan Hendra. Akhirnya Pelangi memutuskan untuk fokus kepada pekerjaannya saja, Pelangi bercita-cita suatu saat ingin mempunyai toko kue sendiri.
"Hai Pelangi," sapa Sinta ketika mereka sudah berada ditempat kerja dan siap melayani customer.
"Hai Sin...," sahutku.
"Duuuh yang sebentar lagi mau nikah.... yang mau jadi nyonya Dani," ledekku.
"Setiap hari wajahnya ceria terus," candaku.
"Hehehe...kamu tu bisa aja," tawa Sinta.
Seminggu lagi hari pernikahan Sinta sahabat karib Pelangi. Oleh karena itu Sinta harus menyelesaikan semua pekerjaannya terlebih dahulu sebelum dia mengambil cuti untuk menikah.
"Pelangi, aku boleh gak mengundang Hendra di acara pernikahanku nanti," kata Sinta.
"Loooh, kenapa harus minta persetujuanku, itu kan hak kamu mengundang siapa aja di acara pernikahanmu," kataku.
"Lagian aku gak ada hubungan apa-apa lagi sama Hendra, jadi ya terserah kamu," kataku lagi.
"Iya kan sebagai sahabat yang baik...aku kan harus menjaga perasaan sahabatku, makanya aku tanya sama kamu...boleh gak aku mengundang mantan pacar sahabatku," kata Sinta bercanda.
"Iya deeh kalau gitu....makasih ya udah jadi sahabat yang baik," ucapku.
" Tapi....kamu jangan suruh aku ya mengantar undanganmu ke Hendra," ucapku.
"Aku gak mau...kamu antar sendiri ya," ucapku lagi.
"Untuk yang satu itu aku harus jahat sama kamu," ucapku tertawa.
"Yaaaah...padahal aku mau minta tolong kamu untuk mengantar undanganku," kata Sinta.
"Kan siapa tau kalian bisa datang berdua," ucap Sinta tertawa.
"Gaaak..., aku gak mau, biar aja dia datang dengan cewek lain, aku gak perduli," kataku.
"Kamu yakin Pelangi, gak cemburu nanti kalau liat Hendra datang dengan cewek lain," tanya Sinta.
"Ya gak lah...untuk apa cemburu, aku sudah gak ada perasaaan apa-apa lagi sama Hendra," jawabku.
"Bener...yakin...," ejek Sinta sambil tertawa.
__ADS_1
"Gak yakin sih...," sahutku tertawa juga.
Karena Pelangi dan Sinta tertawa cukup keras, jadilah mereka ditegur oleh supervisor mereka. Pelangi dan Sinta akhirnya melanjutkan pekerjaan mereka yang sempat terputus akibat obrolan mereka.
#####
Tibalah hari pernikahan Sinta, Pelangi pun datang sendirian ke acara pernikahan Sinta. Pelangi sebenarnya mau mengajak ibu dan Sari tapi mereka masih melakukan pengobatan di luar negeri, terpaksa Pelangi datang sendiri. Acara pernikahan Sinta begitu meriah walaupun acaranya sederhana, tapi banyak teman dan kerabat yang datang.
"Selamat menempuh hidup baru ya Sin, semoga jadi keluarga yang sakinah, mawaddah dan warrohmah," doaku sambil memeluk dan mencium pipi kiri dan pipi kanan milik Sinta.
"Makasih ya Pelangi udah datang, makasih juga atas doanya....," ucap Sinta.
"Makasih ya Pelangi," ucap Dani suami Sinta.
"Kita foto-foto yuk," ajak Sinta.
Pelangi tersenyum sambil mengangguk. Pelangi tidak ingin melewatkan moment bahagia bersama sahabatnya itu, Pelangi dan pasangan pengantin asyik berfoto-foto, sampai-sampai mereka tidak menyadari kedatangan Hendra. Hendra datang bersama Sandra. Hendra ingin mengucapkan selamat kepada Sinta dan Dani. Melihat kedatangan Hendra dan Sandra, Pelangi lalu pamit kepada Sinta untuk menyantap hidangan. Pelangi lalu mengambil makanan dan duduk dibagian kursi dan meja yang masih kosong.
"Selamat menempuh hidup baru ya Dan, Sin...," ucap Hendra.
"Makasih ya Ndra...," ucap Sinta dan Dani bersamaan.
Sandra hanya diam saja mengikuti langkah Hendra dibelakang, tidak ada ucapan selamat untuk Sinta, Sandra masih kesal dengan Sinta karena pertengkaran mereka tempo hari dimall. Sinta pun tidak mau melihat sedikitpun ke arah Sandra. Huuh brengsek, kenapa juga dia datang ke acara pernikahanku jadi hilang moodku liat muka dia, kenapa juga Hendra datang sama Sandra sih hardik Sinta dalam hati. Sebenarnya Sandra tidak mau datang ke acara pernikahan Sinta, tapi karena yang mengajak itu Hendra maka Sandra tidak mau melewatkan kesempatan untuk bersama Hendra apalagi ini acara pernikahan sahabatnya Pelangi. Sandra yakin Pelangi pasti akan datang dan Sandra ingin Pelangi melihat kebersamaanya dengan Hendra. Sandra ingin melihat Pelangi cemburu dan dari dulu itu tujuannya melihat Pelangi hancur.
"Ohh, silakan...," jawabku.
"Sandra kamu duduk disebelah sana aja ya, kebetulan disana ada meja dan kursi yang masih kosong," jelas Hendra.
"Disini sudah penuh," ucap Hendra.
"Aku gak mau duduk disitu," ucap Sandra merajuk.
"Terus kamu mau berdiri aja disini...ya gak apa-apa kalau gitu," ucap Hendra.
Dengan muka yang cemberut, akhirnya Sandra menuju ke tempat yang ditunjukkan Hendra. Brengsek kamu Pelangi semua ini gara-gara kamu umpat Sandra dalam hati. Pelangi tetap fokus menyantap makanannya tanpa memperdulikan Hendra dan Sandra.
"Pelangi apa kabar," tanya Hendra.
"Baik....," jawabku pendek.
"Kamu tambah cantik aja Pelangi," ucap Hendra.
__ADS_1
"Makasih....," ucapku.
Jujur Pelangi senang bisa duduk berdua dengan Hendra, Pelangi masih menyimpan perasaan sayangnya yang dulu terhadap Hendra. Tapi sekarang Hendra sudah memiliki Sandra. Pelangi harus bisa melupakan Hendra.
"Aku duluan ya," ucapku kepada Hendra.
"Pelangi tunggu sebentar...," ucap Hendra.
Hendra berdiri dan mengambilkan minuman dan kue buat Pelangi.
"Ini buat kamu, aku harap kamu mau menerimanya," kata Hendra.
"Maaf tapi aku sudah kenyang...aku mau pulang," sahutku.
"Pliiis Pelangi.. temani aku dulu," pinta Hendra.
Hendra menatap mata Pelangi lama, Pelangi pun tidak menolak tatapan dari Hendra. Mereka pun saling bertatapan. Pelangi aku kangen sama kamu batin Hendra.
"Aku gak bisa...pacar kamu ngeliatin ke arah kita terus...lebih baik kamu temanin dia sana," kataku.
"Hahahaha....," Hendra tertawa.
"Sandra....dia bukan pacarku...sejak kapan aku mau pacaran sama Sandra...," kata Hendra.
"Dari dulu kamu kan tau aku gak suka sama dia," kata Hendra lagi sambil menyantap makanannya.
"Pelangi...aku masih cinta sama kamu...semenjak kita putus, sampai detik ini aku gak bisa melupakanmu..," kata Hendra.
"Aku berusaha untuk melupakanmu, mencari kesibukan fokus dengan pekerjaanku...tapi tetap aku gak bisa melupakanmu," jelas Hendra.
"Kenapa kamu gak berusaha untuk membuka hatimu untuk wanita lain...dengan Sandra mungkin," ucapku.
"Gak ada yang seperti kamu," sahut Hendra.
"Gak ada yang cantik, baik, anggun dan nyaman seperti kamu Pelangi," ucap Hendra.
"Aku nyaman ada disamping kamu Pelangi," ucap Hendra lagi.
Pelangi terdiam mendengar kata-kata Hendra itu. Pelangi juga merasa nyaman bila ada didekat Hendra, perasaan yang sama yang dia rasakan terhadap Hendra.
"Hendra aku pulang duluan," ucapku.
__ADS_1
"Boleh aku main-main kerumahmu lagi," tanya Hendra.
Pelangi tersenyum dan mengangguk ke arah Hendra. Hendra pun membalas senyuman manis Pelangi. Hendra senang Pelangi memberinya harapan untuk dekat lagi seperti dulu. Pelangi semoga kita bisa menikah seperti Sinta dan Dani doa Hendra.