
Ibu Merry mendapat telpon dari putrinya Nina yang kuliah di Australia, mengabarkan bahwa libur semester dia akan pulang ke Indonesia. Ibu Merry sangat senang sekali putrinya bisa liburan ke Indonesia, karena bu Merry sudah kangen sekali dengan Nina. Siang ini pesawat yang akan mengantar Nina akan mendarat di Indonesia. Bapak Anton dan Hendra tidak bisa menjemput dibandara terpaksa Nina pulang dengan mobil online. Karena tadi sebelum berangkat Nina belum sempat makan dia ingin membeli makanan untuk mengisi perutnya.
"Maaf pak...nanti kita bisa mampir sebentar gak didepan toko roti, saya mau beli roti dulu," kata Nina.
"Iya mba...," jawab pak sopir online.
"Disini ya mba," kata pak sopir sambil menghentikan mobilnya didepan toko roti.
"Iya pak, sebentar ya pak," jawab Nina lalu dia turun dari mobil.
Nina kemudian masuk kedalam toko roti dan mulai mengambil beberapa macam roti setelah merasa cukup dia pun bergegas ke meja kasir untuk membayar. Nina mengeluarkan kartu kreditnya untuk membayar dan menyerahkannya kekasir, yang kebetulan kasirnya Pelangi yang bertugas.
"Mohon maaf mba toko kami hanya melayani pembayaran cash," kataku.
"Oh gitu ya kak," kata Nina.
"Berapa semua total pembayarannya kak" kata Nina lagi.
"Sebentar ya mba saya hitung dulu," kataku.
"Semuanya tiga ratus ribu rupiah," kataku lagi.
Nina membuka dompetnya ternyata dia tidak mempunyai uang cash.
"Aduh gimana ya...saya gak bawa uang cash lagi kak, kalau ATM disekitar sini dimana ya kak," kata Nina.
"Agak jauh mba dari sini," ucapku.
"Gimana ini ya," ucap Nina sedikit panik.
"Kak bisa gak kalau dicancel," kata Nina.
"Sebenarnya bisa aja sih dicancel kalau mbanya mau cancel gak apa-apa mba," kataku.
"Ya udah kak, kalau gitu saya cancel aja belanjanya, saya gak punya uang cash mba," kata Nina.
"Tadi saya mau buru-buru sih, takut ketinggalan pesawat jadi gak sempat ambil uang dulu," kata Nina lagi.
"Maaf ya kak, saya gak jadi belanja," ucap Nina.
Pelangi membungkus semua roti yang tadi sudah dipilih Nina dan memasukannya kedalam kotak.
"Ini mba bawa aja roti ini, gratis buat mba," kataku.
"Jangan kak...nanti kakak yang dimarahin bosnya, saya gak enak sama kakak," ucap Nina.
"Gak apa-apa bawa aja..saya ikhlas kok," kataku.
"Beneran...kakak serius," ucap Nina.
"Iya bawa aja, itu hadiah perkenalan dari saya," ucapku.
"Ya udah kalau gitu makasih ya kak," ucap Nina.
__ADS_1
"Namaku Nina kak" kata Nina.
"Saya Pelangi," ucapku sambil tersenyum.
"Makasih ya kak, aku pamit dulu ya kak," kata Nina lagi.
Aku mengangguk pelan dan melambaikan tanganku ke arah Nina. Kalau melihat Nina aku seperti melihat adikku sendiri, Sari. Tiba-tiba saja aku kangen sama Sari tapi semua tidak bisa seperti dulu lagi. Aku lalu melanjutkan pekerjaanku lagi.
#####
Dirumah ibu Merry menunggu kedatangan Nina, ibu Merry ditemani Sandra. Sandra sengaja ijin kerja hari ini hanya untuk menyambut kedatangan Nina dan alasan utamanya tentunya ingin bertemu dengan Hendra. Sejak pertama kali melihat Hendra, Sandra sudah jatuh hati kepadanya. Sandra senang karena bu Merry ternyata mendukung dia dan Hendra bisa jadi suami istri. Akhirnya orang yang mereka tunggu datang juga. Nina turun dari mobil sambil teriak bahagia memanggil mamanya.
"Mama....," panggil Nina.
"Sayangku Nina...," ucap bu Merry sambil memeluk Nina.
"Ma, mobilnya belum dibayar, kasian pak sopirnya nunggu," kata Nina.
"Nina kehabisan uang cash ma," kata Nina lagi.
"Ya ampuuun...kok bisa sih," ucap bu Merry.
Ibu Merry lalu membayar mobil online yang digunakan Nina tadi. Setelah mengucapkan terima kasih dan berpamitan kepada ibu Merry dan Nina, pak sopir pun pergi. Ibu Merry lalu menelpon suaminya mengabarkan kalau Nina sudah datang.
"Mama kangen banget sama kamu Nina," ucap bu Merry.
"Nina juga kangen sama mama, papa, kak Hendra juga," kata Nina.
"Gimana kuliahmu," ucap bu Merry
"Sebentar lagi papa dan kakak kamu pulang," kata bu Merry.
"Ayo kita masuk," ajak bu Merry.
"Oh iya ini Sandra, anaknya teman mama, Sandra ini seorang dokter loh Nin," kata bu Merry memperkenalkan Sandra.
"Cocok kan sama kakak kamu," ucap bu Merry.
"Hai... aku Sandra tepatnya dr. Sandra," ucap Sandra.
"Aku Nina adiknya kak Hendra," kata Nina.
Entah kenapa Nina tidak suka melihat Sandra. Menurut Nina, Sandra memang cantik tapi terlihat angkuh dan sombong.
"Ma, Nina kekamar dulu ya, Nina mau mandi dulu, sudah gerah nih," ucap Nina.
"Oke, nanti selesai mandi kamu turun kebawah ya nak," ucap bu Merry.
"Mama mau nyiapin makan malam kita nanti," kata bu Merry.
"Sandra, bantuin ya tante," ucap Sandra.
"Ga usah kamu duduk aja diruang tamu, sebentar lagi Hendra datang," kata bu Merry.
__ADS_1
"Ya udah kalau gitu tante, Sandra tunggu didepan aja ya," kata Sandra.
Akhirnya pak Anton pulang, dan tidak berapa lama kemudian Hendra juga datang. Hendra melihat Sandra diruang tamu sendirian sedang membaca majalah. Mau apa lagi dia datang kesini batin Hendra.
"Sore Ndra....," sapa Sandra sambil tersenyum manis kepada Hendra.
"Sore juga," ucap Hendra dengan nada dingin.
"Aku diundang mama kamu datang untuk bertemu dan berkenalan dengan Nina," ucap Sandra.
"Iya..," jawab Hendra pendek.
"Kamu pasti capek, aku pijitin ya," kata Sandra sambil memegang bahu Hendra mau memijit.
"Gak usah, aku mau langsung mandi aja," jawab Hendra sambil menepis tangan Hendra.
"Oke dah kalau gitu," kata Sandra.
Hendra lalu menuju kamarnya, dia tidak menyangka Sandra terlalu agresif menurutnya, dan dia tambah tidak suka dengan Sandra. Sandra merasa tertantang untuk mendapatkan Hendra. Selama ini belum ada laki-laki yang bisa menolak pesonanya, semua laki-laki yang melihatnya pasti ingin mendapatkannya. Aku akan mendapatkan kamu Hendra batin Sandra. Semua sudah berkumpul di meja makan, tinggal Hendra yang belum kelihatan dan dia masih dikamarnya semua menunggu kehadirannya.
"Kok lama sekali Hendra turun ma," ucap pak Anton.
"Iya nih, Nina sudah lapar," ucap Nina.
"Ya udah kamu keatas Nin, kasih tau kakakmu cepatan turun," kata bu Merry.
"Biar Sandra aja tante yang keatas," ucap Sandra.
"Ya udah kalau gitu...tolong ya Sandra," kata bu Merry.
Sandra pun keatas menuju kamar Hendra dan mengetuk kamarnya.
"Iya sebentar," kata Hendra dari dalam kamar.
Sandra masuk kedalam kamar Hendra yang memang tidak dikunci. Hendra kaget melihat kehadiran Sandra dikamarnya. Sandra tertegun melihat dada bidang Hendra yang kebetulan saat itu Hendra belum memakai baju hanya celana jeans. Sehingga terlihatlah pemandangan indah didepan mata Sandra.
"Maaf...tante Merry menyuruh kamu cepat turun kebawah," ucap Sandra.
"Iya sebentar lagi aku turun, kamu duluan aja," kata Hendra.
"Iya...," kata Sandra sambil berbalik hendak keluar kamar.
"Aduuuh...," kata Sandra sambil memegangi kepalanya dan berjalan agak sempoyongan.
"Kamu kenapa San," kata Hendra sambil menghampiri Sandra.
"Aku gak tau...tiba-tiba aja kepalaku pusing," ucap Sandra.
Hendra memapah Sandra dan mendudukkannya diatas ranjang, Sandra memegangi tangan Hendra. Hendra mengambil segelas air putih yang ada diatas meja dan memberikannya kepada Sandra. Sandra terus memegangi tangan Hendra. Hmmmmm...harum banget badan Hendra sehabis mandi batin Sandra. Mereka duduk sangat dekat dan saling berpandangan. Tangan Sandra mulai meraba dada bidang Hendra. Sesaat Hendra merasakan dan menikmati sentuhan-sentuhan Sandra. Sandra memeluk Hendra dan hendak menciumnya tapi tiba-tiba Hendra tersadar dan melepaskan pelukan Sandra.
"Apa yang kamu lakukan, sekarang kamu keluar dari kamar aku," bentak Hendra.
"Aku suka sama kamu, aku mencintaimu sayang," ucap Sandra.
__ADS_1
"Aku turun duluan ya sayang," ucap Sandra lalu mencium pipi kanan Hendra, kemudian keluar dari kamar Hendra.
Hendra kaget dengan apa yang sudah dilakukan oleh Sandra. Dia tidak menyangka Sandra bisa agresif seperti itu. Setelah berpakaian, Hendra bergegas turun kebawah untuk segera bergabung diruang makan. Dilihatnya Sandra yang sedang tersenyum manis kepadanya, dan hendra pun segera memgalihkan pandangannya. Malam itu semua menikmati makanannya dengan lahap, tidak dengan Hendra, pikirannya melayang kepada Pelangi, seandainya Pelangi ada disini aku pasti akan bahagia batin Hendra.