Pelangi Dimatamu

Pelangi Dimatamu
BAB 42 Sakit Parah


__ADS_3

Hari ini Sari harus kerumah sakit untuk melakukan kemoterapi lagi. Seminggu sekali Sari harus melakukan kemoterapi untuk menambah imun tubuh Sari dan mencoba menghentikan sel kanker. Sari sudah tidak kuat untuk melakukan kemoterapi lagi.


"Mas Reza...hari ini aku gak mau ke rumah sakit, aku gak mau kemoterapi lagi," ucap Sari.


"Kamu harus ke rumah sakit untuk kemo sayang," ucap Reza.


"Aku sudah gak tahan mas," kata Sari.


"Itu semua demi kesembuhanmu sayang, ayolah...," rayu Reza.


"Aku gak kuat setiap selesai kemo, kepalaku pusing, mual, muntah..sakit mas...," kata Sari.


"Aku nyerah mas...aku lebih baik minum obat dari dokter aja," kata Sari lagi.


"Sayang...kamu gak boleh kaya gitu, kamu harus kuat gak boleh menyerah," ucap Reza.


"Kamu harus yakin kalau kamu pasti sembuh, ingat anak kita, Gilang masih membutuhkan kamu," ucap Reza lagi.


"Kalau aku sudah gak ada lagi, Gilang akan baik-baik aja mas," kata Sari.


"Kamu ngomong apa sih," ucap Reza.


"Gilang akan baik-baik aja kalau mas Reza menikahi kak Pelangi," kata Sari.


"Apaaaa...," teriak Reza.


"Kamu sudah gila Sari !" ucap Reza.


"Liat mas...liat aku sekarang," Sari menarik tangan Reza didepan cermn.


"Kamu liat kan mas, gimana aku sekarang," ucap Sari.


"Badanku tinggal tulang, wajahku pucat kaya mayat hidup, rambutku sudah hampir habis," kata Sari menangis.


"Dan aku juga gak bisa menjalankan kewajibanku sebagai seorang istri," ucap Sari.


"Aku sudah gak berguna mas...," ucap Sari masih terisak.


Reza memeluk istrirnya dan mengelus-elus badan Sari untuk menenangkannya. Reza tahu ini cobaan yang sangat berat buat Sari dan juga dirinya. Reza sebenarnya ingin sekali menangis tapi dia harus kuat dihadapan Sari, dia tidak ingin Sari melihatnya menangis karena akan menambah kesedihan Sari.


"Sayang...bagaimana pun keadaanmu sekarang aku tetap sayang dan mencintaimu," kata Reza.


"Bagiku kamu tetap yang tercantik dimataku, gak ada wanita lain," kata Reza.


"Mas Reza...aku ikhlas kalau kamu mau menikah lagi...tapi kamu harus menikah dengan Pelangi," kata Sari.

__ADS_1


"Karena aku yakin, kak Pelangi pasti akan menyayangi Gilang seperti anaknya sendiri," kata Sari.


"Kamu ngomong apa sih...dengar ya..aku gak mau menikah dengan wanita manapun termasuk Pelangi," kata Reza.


"Sekarang kita ke rumah sakit, kamu harus kemoterapi," ucap Reza.


"Dan aku gak mau membahas ini lagi," ucap Reza lagi.


"Tapi mas...ini semua aku lakukan buat kebahagiaan kamu dan Gilang," kata Sari.


"Sudah cukup...," bentak Reza.


"Ayo aku antar kamu ke rumah sakit," ucap Reza.


Sari hanya diam saja dan mengikuti keinginan Reza. Dengan sangat terpaksa Sari pergi ke rumah sakit untuk kemoterapi. Sari sudah bisa membayangkan bagaimana nanti setelah pulang kemoterapi. Pasti badannya akan terasa sakit sekali, mual muntah, hilang ***** makan itu yang akan dirasakan Sari. Ya Tuhan sampai kapan penderitaanku akan berakhir, sembuhkanlah aku batin Sari.


"Gimana keadaan istri saya dok ? " tanya Reza kepada dokter yang menangani Sari.


"Sampai saat ini belum ada perkembangan yang signifikan, masih belum ada kemajuan," kata dokter.


"Saya minta ibu Sari untuk tidak terlalu memikirkan penyakitnya, jangan terlalu stres, karena pengobatan yang dilakukan akan sia-sia kalau tidak ada kemauan untuk sembuh dari ibu Sari sendiri," kata dokter menjelaskan.


"Pak Reza harus selalu memberi semangat dan dukungan supaya ibu Sari bisa melawan penyakitnya," kata dokter lagi.


Setelah berpamitan dengan dokter, Sari dan Reza meninggalkan rumah sakit. Seperti apa yang sudah dibayangkan Sari, pulang dari kemoterapi Sari merasakan sakit yang luar biasa, perutnya mual-mual dan ingin muntah. Reza selalu setia mendampingi istrinya dalam keadaan sakit.


"Mas Reza...sakit....," ucap Sari menahan rasa sakit diseluruh badannya.


"Sabar sayang...kamu harus kuat, kamu pasti sembuh," ucap Reza.


"Aku gak kuat mas," ucap Sari sambil menangis.


"Kamu harus kuat sayang," ucap Reza sambil memeluk istrinya ditempat tidur.


Reza terus memeluk tubuh istrinya yang masih mengerang kesakitan. Kemoterapi kali lebih sakit dari biasanya menurut Sari, mungkin karena kondisi badannya lagi drop waktu kemo.


"Sayang...minum obat dulu ya...," ucap Reza.


Reza lalu melepaskan pelukannya kepada Sari dan meminumkan obat agar Sari bisa tenang tidak kesakitan. Reza sebenarnya tidak sanggup melihat Sari kesakitan seperti itu, tapi dia harus kuat. Setelah meminum obat, tidak berapa lama akhirnya Sari pun tertidur. Reza memandangi wajah istrinya itu dan dia pun menangis sambil menggenggam menciumi tangan istrinya itu. Waktu Sari pergi ke toilet dirumah sakit tadi, dokter mengatakan kepada Reza kalau sebenarnya kondisi Sari sudah sangat parah, dan kemungkinan umur Sari hanya sekitar 7-8 bulan lagi untuk bisa bertahan hidup. Dokter mengatakan kepada Reza agar merahasiakan hal tersebut dari Sari, karena kalau Sari sampai tahu kondisinya akan tambah drop.


"Sayang..aku gak mau kehilangan kamu," isak tangis Reza.


"Aku dan Gilang masih sangat membutuhkanmu," ucap Reza sambil menangis.


Reza teringat bagaimana perlakuannya dulu terhadap Sari diawal-awal mereka menikah. Reza memperlakukan Sari dengan sangat kasar dan tidak pernah memperdulikan Sari. Tangis Reza semakin menjadi teringat kesalahannya terhadap Sari.

__ADS_1


"Sayang maafkan aku...," kata Reza.


"Aku suami yang kejam...maafkan aku," kata Reza lagi.


Reza masih menangis sambil menciumi istrinya. Sari masih tertidur pulas karena efek dari obat yang diminumnya sangat keras. Reza menyelimutinya setelah itu dia beranjak keluar kamar.


"Bik Inah...," panggil Reza.


"Iya tuan...," sahut bik Inah.


"Gilang sudah tidur !" tanya Reza.


"Sudah tidur dari tadi dikamar, tuan," jawab bik Inah.


"Ya udah kalau gitu...bik saya mau keluar dulu, nyonya sudah tidur, nanti kalau nyonya bangun, bilang saya lagi keluar sebentar," jelas Reza.


"Baik tuan," jawab bik Inah.


Malam ini Reza ingin keluar hanya untuk sekedar melepaskan letih dihati. Dia berkeliling kota menyusuri jalan tanpa arah tujuan yang jelas. Akhirnya Reza pergi ke sebuah bar yang memang masih buka sampai subuh. Reza memesan minuman beralkohol, dengan minuman itu dia ingin sedikit melupakan masalah yang sedang dihadapinya saat ini. Reza memesan satu botol bir. Seorang wanita datang mendekati Reza, dengan memakai tank top yang super ketat dan rok mini, wanita itu kelihatan sangat seksi dan mencoba menggoda Reza.


"Gak baik minum sendirian mas," ucap wanita itu.


"Namaku Lia...," sapa wanita yang bernama Lia itu.


"Aku Reza..," jawab Reza.


'Gimana kalau aku temani mas Reza minum," tanya Lia.


Reza hanya memandang Lia tanpa memberikan persetujuan atau penolakan. Tanpa menunggu persetujuan dari Reza, Lia memanggil pelayan untuk membawakan minuman lagi.Dan tidak berapa lama minuman pun datang. Lia menuangkan minuman kedalam gelas Reza yang sudah hampir habis.


"Ayo mas...kita nikmati indahnya malam ini," ucap Sari.


"Sayang, kemarilah...aku kangen dengan wajahmu yang cantik," kata Reza sudah mulai mabuk.


Lia menuangkan bir lagi kedalam gelas Reza. Dengan cepat Reza langsung menghabiskannya. Reza semakin mabuk berat karena kebanyakan minum. Reza memeluk Lia dan menciuminya, Lia menyambutnya dengan senang hati.


"Sayang...kemarilah...peluk aku sayang," ucap Reza.


"Sariiii... sayangku...," omongan Reza semakin tidak karuan.


Lia yang tahu kalau Reza sudah mabuk berat hanya bisa mengikuti kemauan Reza. Lia memeluk Reza dan bibir mereka pun saling berciuman. Setelah puas mereka pun melanjutkan ke sebuah hotel dan malam itu Reza melakukan pelepasan dengan Lia.


######


Pembaca yang setia mohon dukungannya ya dengan memberikan like, komen dan vote nya supaya Author semangat nulis lagi...makasih😍😍😍🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2