
Pagi hari pun tiba, Renata sudah menyiapkan dirinya dengan gaun dan riasan. Begitu pula dengan Dean. Sekarang hampir pukul 09.30, di mana waktu itu adalah waktu yang sudah ditentukan untuk melaksanakan pernikahan Renata dan Dean. Tentu semua sibuk mempersiapkan penampilan tokoh utama hari ini. Papa dan mama sampai tidak sempat menanyakan kabar Clarie. Bahkan mereka tidak tahu di mana Clarie sekarang.
"Clarie, ayo berangkat sekarang," Ben memanggil Clarie dengan nada bosannya. Gadis itu masih berada di dalam kamar mandi, dia sedang membersihkan dirinya. "Ayolah, kita tidak punya banyak waktu,"
"Aku segera selesai, bisa tolong keluar dari kamar dulu?" balas Clarie dari dalam kamar mandi. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa Clarie sangat sensitif dengan kontak fisik, dan ini adalah kali keempat dia mandi di pagi hari. Ben tidak paham bagaimana rencana mereka bisa sukses jika hanya memiliki waktu latihan sedikit?
Sesuai dengan permintaan, Ben keluar dari dalam kamar dan menunggu di ruang tamu. Tidak lama setelah itu, Clarie keluar dengan gaun biru gelapnya. "Aku sudah siap, ayo berangkat,"
__ADS_1
Di hari ini Clarie ingin membuat papa dan mamanya terkejut, bukan hanya papa dan mama. Dia juga akan membuat Dean dan Renata terkejut juga, mungkin juga orang lain.
Di perjalanan Clarie merasa sangat gugup, ini pertama kalinya dia akan membuat sebuah masalah di dalam keluarganya. Pasti seluruh keluarganya akan memandang dirinya aneh.
Tatapan kosong lagi yang menghiasi wajah cantik itu. Tidak ada yang bisa Ben lakukan. "Jangan terlalu dipikirkan Clarie, semuanya akan baik-baik saja. Kita bisa berpura-pura di depan keluargaku, dan artinya kita juga bisa berpura-pura di depan keluargamu,"
"Senang bisa membantu, dan yah, kita sudah sampai. Mari kita mulai," Ben dan Clarie keluar dari mobil, mereka melihat dari kejauhan sampai mana upacara pernikahannya. Orang-orang mulai memberikan selamat kepada penganti baru itu, yang artinya Renata dan Dean sudah sah menjadi sepasang suami istri.
__ADS_1
Sesuai dengan rencana yang mereka buat, Ben dan Clarie berjalan secara terpisah, dan tujuan merekapun berbeda. Clarie menuju ke sepasang pengantin baru itu, dia mulai tersenyum ketika semakin mendekati targetnya. Renata yang melihat Clarie mendekat juga tersenyum lebih lebar lagi, tapi sayangnya dia jadi kesal. Ini adalah kali kedua Clarie tampil di depan publik, parasnya yang cantik mampu memikat orang-orang di sekitarnya. Dia tampil elegan dan percaya diri.
"Selamat atas pernikahanmu Renata, aku harap kamu dan Dean masih bisa bertahan sampai maut memisahkan," ucap Clarie sambil menjabat tangan Renata. Sedikit merinding dengan apa yang dikatakan oleh Clarie, Renata tersenyum menanggapi. Sedikit kecewa? Ya, karena ini bukan ekspresi yang diinginkan oleh Renata.
Sedangkan keluarga Lin tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. Clarie yang berpenampilan biasa-biasa saja tergantikan oleh Clarie yang tampil memesona. "Oh Clarie, kamu sudah berubah rupanya. Apa kamu juga ingin segera menyusul Renata?" goda bibinya.
Senyum tipis terukir, "Maaf Bibi, tapi Clarie tidak terlalu terburu-buru untuk segera mempunyai seorang bayi dan...yah, Clarie juga tidak terlalu terburu-buru untuk segera mendapatkan harta Papa," jawaban yang Clarie berikan sangat menyindir Renata.
__ADS_1