
"Baiklah, Tuan Muda Xiao dan keponakannya kami izinkan untuk menginap juga. Clarie, bisakah kami bicara sebentar denganmu? Kami mohon," pinta Nita, sorot matanya terlihat gelisah.
Clarie berpikir sebentar, kemudian dia mengangguk menyetujui permintaan Nita. Anggukan itu sangat berarti bagi Kris dan Nita, nyatanya mereka terlihat bahagia setelah melihat kepala Clarie yang mengangguk. "Kalau begitu, ayo kita bicarakan sekarang juga," ajak Kris dengan bersemangat.
"Saya juga ikut," ucap Ben tiba-tiba. "Saya juga berhak mengetahui apa yang akan kalian sampaikan, saya bertanggung jawab atas Clarie,"
"Tidak masalah, Tuan Muda Xiao,"
Sebelum meninggalkan halaman belakang, Clarie menitipkan Daisy kepada bibinya. Lalu dia dan Ben mengikuti Nita dan Kris sampai ke dalam kamar yang Clarie tempati dulu. Apa yang ingin mereka berdua bicarakan sebenarnya?
Kris tersenyum lembut, begitu pula dengan Nita. Kedua tangan mereka masing-masing menggenggam tangan Clarie, beberapa saat kemudian suara isakan terdengar. "Nak, maafkan kami. Kami memang tidak becus merawatmu, sampai kami harus kehilangan kamu,"
__ADS_1
"A...ada apa ini? Kenapa kalian..."
"Kami akui kami memang terlalu membatasi kamu. Kami melakukannya untuk melindungi dirimu dan membuatmu seperti apa yang kami harapkan. Tapi ternyata kamu menderita karena kami," kini giliran Kris yang berbicara. Dari apa yang dikatakan oleh Nita dan Kris, Clarie bisa membaca kemana arah pembicaraan mereka.
"Tolong kembalilah ke keluarga kami Nak!" Clarie tidak menanggapi sama sekali, dia membiarkan air mata itu bertambah deras. Dia membiarkan kedua orang di hadapannya itu berada diambang. Itu sangat menyiksa, karena mereka belum mendapat kepastian.
Sruk! Nita dan Kris berlutut secara tiba-tiba, sontak membuat Clarie dan Ben terkejut. "Kami mohon Nak, berikan kami kesempatan yang kedua kalinya. Kami...kami akan melakukan apa yang kamu minta,"
......................
"Dasar anak durhaka, bisa-bisanya kamu membiarkan mereka berlulut,"
__ADS_1
"Yah, mereka harus mengatakannya dengan jelas. Kalau tidak mengatakannya dengan jelas aku tidak bisa langsung memberikan jawaban. Dan ingat, itu juga berlaku untukmu Ben. Katakan dengan jelas dan jangan terbelit-belit. Singkat, padat, dan jelas," Ben terkekeh memdengarnya. Ini yang dia sukai dari Clarie, tidak suka dengan hal yang rumit.
Clarie yang kejam, tidak peduli, tidak peka, dan sifat buruk lainnya, Ben menyukainya. Entah apa yang baik dari sifat buruk Clarie itu. Namun dibalik itu, Clarie adalah orang yang polos. Dia sangat jujur, sampai-sampai bisa menyakiti orang lain. Aku sudah gila karena menyukai Clarie.
"Bertemu denganmu adalah salah satu hal ajaib, Ben. Kamu orang yang baik, aku sangat menghargai waktu saat bersama denganmu. Meski aku harus melakukan hal yang buruk. Aku...aku berharap masih bisa bersandar di lenganmu, dan masih bisa menggenggam tanganmu seperti ini,"
"Terima kasih, aku juga berharap seperti itu,"
"Tapi bisakah kamu membatalkan pernikahannya? Umurku baru 20 tahun, aku masih terlalu muda untuk menikah Ben! Aku belum bisa berwisata, menikmati game, dan aku belum bisa membalas dendam. Masa aku harus menikah dulu sih?"
Hah, Ben baru saja jatuh ke tanah yang keras. Clarie memang jago membuat dirinya seperti ini, berkata manis duluan lalu ke hal yang membuat moodnya menurun drastis.
__ADS_1