
Film horor merupakan salah satu film yang paling Ben benci, dia tidak menyukainya karena sangat menakutkan dan musik yang membuat tegang. Tapi apa boleh buat karena dia tidak mau Leon dan Clarie berduaan. Matanya terus mengawasi Leon yang duduk di sebelah kanan Clarie.
Satu film selesai, mereka keluar dan kembali menikmati udara yang tidak terlalu dingin. Leon berjalan dengan lesu, nyawanya terlihat tidak penuh. Clarie, Ben, dan Leon memilih untuk duduk di kursi terdekat. Leon yang tegang dan masih belum bisa melupakan beberapa cuplikan film yang baru saja dia tonton. Clarie yang sedang membeli minum untuk Leon dan Ben. Sedangkan Ben, menatap Leon dengan tajam.
"Hei Ben, tidak usah menatapku seperti itu. Aku sedang tidak ingin berdebat denganmu lagi," ucap Leon karena Ben terus menatapnya tajam.
Ben tidak menjawab lalu memalingkan wajahnya. "Satu film saja sudah membuatmu lemas seperti ini, kamu bilang seharian mau menonton film horor? Mungkin saat sampai di rumah kamu sudah jadi tepung,"
"Yah, lebih baik horor dari pada film drama kan?"
__ADS_1
Kedua laki-laki itu kembali diam. Hubungan mereka tidak terlalu baik, dan itu menyangkut masa lalu. Leon salah satu sahabat Ben dan mereka harus tercerai beraikan karena keluarga mereka masing-masing. Keluarga Ben mengancam keluarga sahabat-sahabatnya, berhubung dengan gosip-gosip buruk yang mulai muncul tentang orang-orang yang menyandang marga Xiao.
"Meski kejadian yang dulu masih membekas, kali ini kita menghadapi masalah yang beda Ben. Bukan tentang persahabatan, tapi tentang seorang gadis. Kamu suka Clarie kan?"
"Jangan bicara yang aneh-aneh,"
Percakapan mereka terhenti di sini, Clarie datang membawa minuman. Gadis itu menyerahkannya kepada kedua temannya kemudian duduk di kursi yang tersisa. Clarie tidak terlalu mengundang perhatian banyak orang dengan penampilannya kali ini. Berbeda saat dia datang ke pernikahan Renata.
Leon hampir tertawa lepas, untungnya dia bisa menahan tawanya itu. Karyawan yang langsung protes ke bos mereka sendiri dan protes yang disampaikan itu langsung ke intinya, Clarie memang punya nyali yang besar.
__ADS_1
"Jangan bicarakan di sini, hari ini aku tidak mau membahas masalah pekerjaan. Hari ini aku ingin terbebas dari itu," balas Ben dengan dingin. "Oh iya, Martin ingin bertemu denganmu malam ini. Jadi mungkin nanti kamu pulang bersama denganku saja,"
"Maaf sekali, tapi nanti malam aku sudah membuat janji dengan Ivan dan teman-temannya," Clarie menjawab sama dinginnya seperti Ben membalasnya tadi. Bahkan tatapan matanya tetap terpaku pada handphone.
"Balapan liar lagi? Apa taruhannya lebih menarik daripada makan malam bersama dengan kami?"
"Ya, maksudku tidak. Bukannya kamu tahu kalau aku tidak terlalu suka diatur, tidak peka, dan suka mengabaikan orang lain? Kali ini aku mengabaikan perintah darimu,"
"Itu permintaan,"
__ADS_1
"Terserah, sebentar lagi filmnya akan dimulai. Ayo," Kesal. Ben kesal menerima balasan seperti ini dari Clarie, ditambah lagi ada Leon juga di sini.