
Karyawan masih belum pulang ke rumah mereka masing-masing, bahkan belum dalam perjalanan pulang. Mereka masih di kantor tapi tidak ada pekerjaan yang menemani mereka. Di saat penanggung jawab mengumumkan bahwa mereka akan pulang lebih lama dari biasanya ada sedikit rasa was-was dan penasaran. Apa yang akan terjadi?
"Aku rasa bos menemukan penyusup lainnya lagi. Tidak mungkin jika bos menyuruh kita tetap tinggal di kantor kalau dia tidak menangkap basah penyusup itu di hadapan kita," kata salah seorang karyawan kepada karyawan yang lain. Sudah beberapa kali bos mereka menangkap karyawan yang bekerja untuk orang lain juga, dan hukumannya sangat sadis.
"Hei kalian yang di sana! Berhenti bergosip!" perintah Riko selaku penanggung jawab perusahaan. Karyawan-karyawan yang bergosip tadi segera diam dan menyibukkan diri dengan ponsel mereka.
Alyta, yang baru saja masuk kerja beberapa hari, yakin bahwa kedatangan bos mereka pasti menyangkut dirinya. Ben, siapa lagi kalau bukan tuan muda kaya raya dan tampan itu? Ben pasti ingin menemui dirinya, dan di saat itulah semua karyawan di sini tidak akan menganggapnya sebagai orang gila karena mengaku sebagai calon istri dari bos mereka.
Jam di kantor menunjukkan pukul 06.15, sudah satu jam lebih lima belas menit semua karyawan menunggu.
__ADS_1
"Selamat sore, terima kasih sudah mematuhi perintah yang saya berikan," suara rendah milik seorang pria mencuri semua perhatian orang yang ada di sana. "Untuk yang kali ini, saya belum menemukan penyusup lainnya. Karena kali ini saya akan mengadakan acara penyambutan karyawan baru," sontak semua orang yang ada di dalam ruangan menatap ke arah Alyta, karena dialah orang yang baru saja bekerja di perusahaan bos mereka.
Alyta mengangkat dagunya sedikit supaya terlihat sedikit berwibawa. Bibirnya menyunggingkan senyum yang manis, beberapa di antara karyawan menatap Alyta dengan pandangan tidak suka. "Saya sudah memesankan makanan dan minuman untuk kalian semua, semoga kalian dapat menikmatinya," lanjut laki-laki itu. Kemudian datanglah beberapa orang membawa makanan dan minuman, seluruh karyawan sedikit terpukau dengan penyambutan kali ini, lebih istimewa dari yang sebelumnya.
Alyta mendekati Ben dengan senyuman yang dibuat semanis mungkin. Saat jarak mereka cukup dekat Alyta berhenti. "Ben terima kasih atas penyambutan yang kamu berikan untukku. Ini sangat sederhana, tapi aku menyukainya. Sudah lama ya kita tidak bertemu,"
Buk! Satu pukulan mendarat di pipi kiri Alyta. Tidak terlalu keras, tapi cukup sakit bagi Alyta. "Halo bibi, lama nggak ketemu ya?" Martin menyunggingkan senyum polosnya. Sebenarnya Martin sangat muak melihat ekspresi Alyta yang terlihat jelas menyombongkan dirinya sendiri. Alyta kira dia akan membiarkan Ben disentuh oleh perempuan macam dia?
Clarie memutar bola matanya dengan bosan. Bisakah hidup ini tidak terlalu berdrama? Apa hidup yang kita jalani itu memang harus berdrama? "Ada apa menatap saya seperti itu?" tanya Clarie, menatap lurus Alyta yang berada tepat di depannya.
__ADS_1
"Kamu jangan terlalu berharap ya. Ben hanya memanfaatkanmu untuk sementara saja. Setelah itu dia akan membuangmu,"
Buk! Bruk! Tubuh Alyta rubuh dan berakhir tergeletak di lantai yang dingin. Orang-orang menatap ngeri ke arah Clarie. "Baik semuanya, perkenalkan ini adalah Clara. Dia akan menjadi pengawas kalian dan membantu tugas Riko sebagai penanggung jawab perusahaan ini. Semoga kalian bisa bekerja sama dengan Clara, khususnya Riko,"
Kemudian Ben mengantar Clarie ke ruangannya besok. Ruangan Clarie tepat berada di sebelah ruangan Riko.
"Ini pekerjaan pertamamu, semoga kamu bisa menikmatinya,"
"Terima kasih Ben, aku akan melakukan yang terbaik. Dan syarat yang kuajukan sudah kamu setujui bukan?"
__ADS_1
"Sesuai keinginanmu,"