Pembalasan Manis Tuan & Nona Muda

Pembalasan Manis Tuan & Nona Muda
65. Kejujuran Yang Menyakitkan


__ADS_3

"Jadi Clarie, kemana saja kamu beberapa hari ini? Kamu kabur huh? Dengar ya, meskipun kamu membunuhku, kamu dan Ben tidak akan pernah bisa bersatu. Ingat itu,"


"Diam Alyta, kembali ke pekerjaanmu. Kamu benar-benar mengganggu waktu bekerjaku, dan aku sudah tidak tertarik dengan topik 'menikahi Ben',"


"Hahaha, bilang saja kamu sedang marah kan Clarie. Ayolah, jujur kepadaku,"


Sedari tadi Alyta berada di samping Clarie, terlalu dekat sampai-sampai membuat konsentrasi penuhnya hancur. Dan sekarang dia sudah tak tahan lagi dengan bibir yang penuh dengan lipstik itu terus mengoceh mirip anak ayam yang kehilangan induknya.


"Alyta, aku ingin jujur kepadamu. Sayangnya itu mungkin bisa menyayat hatimu, ah bukan, tapi mengobrak-abrik hatimu," ucap Clarie akhirnya dengan ekspresi mengasihani. Dengan begitu Alyta tampak tertarik, mendadak dia diam dan memfokuskan pandangannya kepada Clarie. Dengan senyuman yang percaya diri, Clarie kembali berbicara, tepatnya memastikan.


"Kamu yakin ingin mendengar kebenaran ini Alyta? Memang telingamu tidak akan berdarah saat mendengarnya?" Alyta mengangguk yakin. "Yakin?" Alyta mengangguk lagi.


"Clarie, aku sangat membencimu yang dekat dengan Ben. Jadi tolong katakan saja, untuk apa kamu menjaga perasaan musuh sendiri?" masih dnegan tersenyum, Clarie mengangkat satu alisnya.


Melihat keseriusan Alyta, Clarie tak bisa tidak mengatakannya. "Alyta, aku ingin tanya apa kamu pernah menyentuh Ben?" tanya Clarie, tangannya bergerak mengemasi barang yang ada di meja.


Alyta mengangguk. "Tentu saja, aku pernah memeluknya dulu,"

__ADS_1


Clarie terkikik pelan membuat Alyta semakin penasaran. "Kalau begitu, apa yang sudah kamu rebut dari Ben?"


"Tidak ada, yang ada adalah aku merebut, bukan aku mengambil kembali Ben. Memangnya kenapa kamu menanyakan pertanyaan konyol seperti itu?!"


Kali ini Clarie membawa gadis di hadapannya itu ke sofa, dia mendudukkan diri dekat dengan Alyta. Sebelum melanjutkan perkataannya, Clarie membenarkan rambut Alyta. "Dengar, aku sedih harus mengatakannya. Kurasa aku harus memanggil ambulance dulu,"


Melihat Clarie yang mengetikkan nomor di ponsel membuat dirinya semakin geram. Kapan dia akan mengatakan sebuah kejujuran yang sangat menarik minatnya itu???!!!! "Sudahlah! Hatiku itu tidak serapuh milikmu Clarie! Cepat katakan dan jangan banyak tingkah!"


"Baiklah, jadi begini. Alyta sebenarnya aku pernah tidak sengaja menyentuh perut Ben. Kamu tahu? Ototnya benar-benar bagus," Clarie mengacungkan ibu jarinya. "Lalu lengannya, pasti kau sudah tahu bagaimana sensasinya Alyta, karena kamu yang pertama kali memeluknya, ya kan?"


Alyta menutup mulutnya sendiri menggunakan telapak tangan. Dia menatap Clarie tak percaya. "Lalu apa ya? Ah, saking banyaknya sampai aku lupa. Uhm, mari kita dengar apa yang kuingat,


Bruk! Setengah badan Alyta jatuh ke belakang. Untungnya badan sofa masih panjang sehingga Alyta tak terluka. Sayang hanya fisiknya saja yang tidak terluka. Namun hati dan telinganya sangat terluka. Tidak, tidak, Clarie benar-benar pencuri yang profesional, ucap Alyta dalam hatinya, dia meruntuki kenyataan yang baru saja dia dengar.


Sedangkan Clarie? Gadis itu tersenyum puas, dia bangga karena mampu melumpuhkan lawan tanpa menggunakan senjata. "Nah kalau begitu, silahkan memulihkan diri Alyta. Aku akan pulang, bye bye,"


......................

__ADS_1


"Aku pulang Damian, bagaimana hari pertamamu? Apa ada yang mengganggu? Apa ada yang menjahili atau mengejekmu?" Clarie mendekati Damian yang sedang bersantai di atas tempat tidur. Dia melihat layar ponsel milik anak laki-laki itu. "Jadi seharian kamu mengobrol dengan Nix? Apa kamu tidak mengganggunya?"


"Tidak kok, dia kan bisa menyelesaikan semua pekerjaan dengan cepat. Makannya bisa chating denganku. Bagaimana dengan Nona? Apa ada kesulitan?"


"Ada, satu, dan sangat menjengkelkan. Tapi sudah kuselesaikan,"


Damian tersenyum melihat wajah ibunya, dia semakin rindu dengan Nix dan yang lain. Tentunya dengan misi juga, biasanya dia akan istirahat satu hari dan kembali mencari misi. Namun, hari ini adalah hari kelima dia beristirahat. Hari pertama dia berada di rumah orang asing dengan sifat penghuninya yang mengganggu.


"Ehm, Nona Clarie, bisakah Anda memberikan saya izin untuk melakukan beberapa misi?"


"Aku akan ikut,"


"Tapikan Anda baru saja pulang,"


"Mau pulang, mau tidak, toh tidak ada yang mengharapkan diriku. Aku ingin bersenang-senang sebentar sebelum dibuang. Bisakah?"


......................

__ADS_1


Yosh, kira-kira gimana reaksi kalian saat berada di posisi Alyta? Apakah sama atau berbeda?


Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk baca karyaku ini. See you in the next chapter.❤


__ADS_2