Pembalasan Manis Tuan & Nona Muda

Pembalasan Manis Tuan & Nona Muda
66. Apa Yang Salah?


__ADS_3

Matahari mulai terbenam, langit yang mulai berubah. Clarie sudah mendandani dirinya untuk kembali bertemu dengan Leon. Berbincang dan menikmati sajian di cafe langganan sudah menjadi bagian dari rutinitasnya. Namun Clarie sadar kalau ini akan segera berakhir, mengingat banyak kejadian yang terjadi disaat dia tak ada di sini.


"Nona Clarie, saya sudah siap. Apa mau berangkat sekarang?"


"Ya, berangkat sekarang juga tidak apa-apa. Wajahmu dari tadi datar terus, pasti ada masalahkan tadi," tebak Clarie. "Apa kamu marah karena mengizinkanmu menjalankan satu misi saja?"


Damian menggelengkan kepalanya, dan seperti biasa, jarinya terus bermain di atas layar ponsel. "Boleh tidak kalau ada satu orang yang ikut. Jadi ada tiga..."


"Kenalanmu?"


"Uh...bisa dibilang begitu?"


"Baiklah," persetujuan Clarie membawa pengaruh untuk suasana hati Damian sedikit membaik. Setelah itu, mereka berdua memulai perjalanan. Karena Ben terus mengurung diri di kamar, dan hubungan Clarie dengan penghuni rumah yang mendadak memburuk, dia harus menggunakan taksi untuk pergi ke cafe.

__ADS_1


Sesampainya di cafe, mereka berdua memesan terlebih dahulu sambil menunggu Leon yang belum datang. Damian memainkan kalung yang berada di genggamannya dan dengan wajah yang sedikit muram. "Kalung yang cantik, Nix yang memberikkannya?" tanya Clarie membuka percakapan. Dia khawatir terus terusan melihat ekspresi Damian yang muram. Rasanya seperti penjahat saja membuat seorang anak kecil bersedih.


"Bukan. Ehm, Nona Clarie, apa...Anda menyukai pria itu? Pria yang..."


"Hanya kagum, aku ingin terus bersamanya, aku ingin dia terus berada di sisiku. Karena dialah orang yang mengubahku ini, membuat sisi lain dari dalam diriku keluar. Tapi itu dulu, sekarang sudah tidak lagi. Dia sama sekali tidak menginginkanku, dia hanya menjadikan diriku alat pembunuh. Kamu tahu berapa darah orang yang sudah menodai kulitku?"


Kata 'bunuh' memang tidak bagus jika masuk ke telinga anak-anak, apalagi jika kata itu membekas di ingatannya. Biasanya anak-anak akan sedikit gemetaran mendengar kata itu. Yah, sekarang ini media selalu memberitakan berita pembunuhan yang hampir terjadi secara bersamaan. Entah siapa yang membunuh itu.


Namun tidak dengan Damian, anak laki-laki ini malah tersenyum. "Baguslah jika Nona Clarie tidak menginginkan pria itu lagi. Selain itu, bukannya sebentar lagi dia akan menikah?" Clarie mengangguk mengiyakan. "Ehm, bagaimana dengan dendam Nona? Apa yang akan Nona lakukan selanjutnya?"


"Saya bisa membantu Anda,"


"Cukup, aku takut kamu akan meninggalkanku seperti apa yang diperbuat Ben! Biarkan aku melakukannya sendiri Damian, ini adalah masalah pribadiku. Dan kamu tidak ada sangkut pautnya dengan ini!" jawab Clarie tegas, tidak lupa dia mencubit pipi Damian dengan gemas.

__ADS_1


"Baiklah, tapi sebagai putra Anda, saya juga harus mengetahui beberapa hal. Ta-tapi jika Anda tidak mau juga tidak apa-apa,"


"Sebe..."


"Wah, apa aku mengganggu waktu kalian yang berharga?" tiba-tiba Leon muncul mengagetkan sepasang ibu dan anak yang sedang berbincang ria. "Benar ya? Sedihnya ternyata aku menjadi obat nyamuk untuk kalian,"


"Cih, salah siapa datang terlambat," balas Clarie.


"Maaf maaf, Dean tadi mengajakku mengobrol. Jadinya sampai lupa waktu," Leon menggaruk tengguknya. Wajahnya tersenyum, tapi itu bukan senyumannya yang biasa.


Kenapa? Kenapa orang-orang di sekitarnya sedikit berubah? Apa yang mereka sembunyikan? Apa?! Bahkan mereka tak mau menatap mataku saat berbicara! Tak bisa kutahan lagi.


"Leon, sebenarnya ada apa? Kenapa kamu tidak menatap mataku saat berbicara?" karena tak tahan lagi, Clarie memutuskan untuk nertanya saat ini juga. Masa bodoh dengan suasana atau bagaimana hubungan selanjutnya. "Dan topik apa yang keluar dari mulut Dean sialan itu sampai membuatku menunggu begini?! Menyebalkan, menyebalkan!"

__ADS_1


Menciut, Leon semakin tidak berani menatap gadis di seberang. Lalu dia juga mendapat tatapan menusuk dari Damian. Ok, hari ini hari yang berat untuknya. "Maaf Clarie, mungkin aku harus kembali ke apartemen saja. Tidak mungkin kita mengobrol seperti biasanya dengan suasana seperti ini," Leon membungkuk dan meninggalkan Clarie.


"Memang apa yang salah? Apa yang salah denganku? Sialan..."


__ADS_2