
Keesokan paginya, Clarie berangkat kerja. Kembali berada di ruangannya yang bersebelahan dengan Riko, dan kembali mendengarkan ocehan Alyta yang sama sekali tidak berguna. Apa yang harus dia lakukan untuk menghilangkan rasa bosannya?
"Hei Clara, mulai sekarang jauhi Ben, mengerti?! Aku tidak suka ya kalau ada wanita lain di sebelahnya," teriak Alyta sambil mencengkram kerah baju Clarie. Kepalanya mendongak karena perbedaan tinggi badan yang cukup banyak, tentunya Clarie yang lebih tinggi.
Mata yang melotot tidak membuat Clarie ketakutan, malah Clarie ingin sekali tertawa. Mata yang melotot, bibir yang sedikit mengkerucut, Alyta terlihat mirip seperti ikan yang terdampar. Clarie menghela napas karena mulai bosan dengan wajah aneh yang terus menatapnya, apalagi cengkraman di kerah baju belum dilepas sedari tadi. Memangnya dia tidak capek?
Cklek! Pintu dibuka dari luar ruangan, Riko masuk dan terkejut melihat pemandangan di dalam ruangan ini. Tawanya meledak, Alyta melepas cengkeramannya dan berbalik ke arah Riko. Kemudian dia berkacak pinggang. "Apa yang kamu tertawakan? Apa kamu tidak lihat aku sedang ada urusan dengan Clara? Dasar pengganggu," katanya.
"Maaf...maaf, seharusnya aku mengambil beberapa gambar tadi. Alyta, pekerjaanmu masih banyak. Cepat kembali lalu kerjakan, atau aku akan memanggil 'calon suami impian'mu itu,"
"Dasar, awas saja besok," Alyta keluar dari ruangan dan menutup pintu, tapi sebelum itu, dia melotot ke arah Riko yang melambaikan tangan kepadanya.
"Ada keperluan, Riko?" tanya Clarie.
__ADS_1
"Tentu, mau makan malam di rumahku? Sekitar pukul tujuh malam, ajak Ben juga. Hari ini April baru saja mencoba menu baru,"
"Kalau itu..."
Ting! Mendengar bunyi notifikasi dari handphonenya, Clarie segera membukanya. Satu pesan, dari web?
...'Halo, silahkan datang ke Vic's Bar. Di sana Anda akan bertemu dengan anggota kelompok dan mendapatkan sebuah paket khusus.'...
......................
Vic's Bar, ini tempat yang belum pernah kunjungi. Selain itu, tempat ini juga tidak terlalu populer. Dari luar Clarie menatap tempat itu, sedang dan tampilannya juga sederhana, tapi tidak tahu dalamnya seperti apa.
Dengan mantap gadis itu melangkahkan kakinya ke dalam, semoga berjalan dengan lancar. Saat sudah di dalam, suasananya berbeda jauh. Ramai, banyak orang yang berkunjung.
__ADS_1
"Permisi, apa kamu C? Anggota baru kami?" tanya salah seorang wanita. Clarie sedikit tersentak, terlalu asik melihat pemandangan baru.
"Ya, benar,"
"Duduk dulu, dan mari mengobrol sebentar,"
Clarie dan wanita itu menuju ke salah satu meja yang sudah hampir penuh. Ketika mereka berdua mendekati meja itu, ketiga pasang mata yang ada di sana mengarah ke mereka. "Teman-teman, ini dia orangnya. C, silahkan perkenalkan diri," pinta wanita itu.
"Hai, saya C. Saya baru saja bergabung dengan web satu bulan lalu, kurasa. Dan mendapat tawaran pekerjaan kemarin. Umur 20 tahun," ucap Clarie memperkenalkan diri.
Keempat orang itu terus menatap Clarie seperti menunggu kelanjutan. "Sudah, semoga kita bisa berkerja sama,"
"Ok, em boleh aku bertanya satu hal? Apa jawaban yang kamu tuliskan saat mengisi pertanyaan terakhir? Saat kamu dikejar oleh seseorang dan kamu menemukan ruangan yang kosong. Apa yang akan kamu lakukan?"
__ADS_1