Pembalasan Manis Tuan & Nona Muda

Pembalasan Manis Tuan & Nona Muda
33. Hal Yang Tidak Wajar


__ADS_3

Atmosfer yang menaungi kediaman Lin terlihat buruk, apalagi suasana hati Nita. Perginya Clarie membuat dirinya seperti orang yang memang bodoh dan bersalah, mirip apa yang dikatakan oleh Clarie. Nita kira Clarie hanya bercanda kemarin, tapi tidak disangka itu sungguhan. Apa yang sebenarnya terjadi? Pilih kasih? Nita selama ini tidak pilih kasih, dia hanya memberikan perhatian lebih kepada Renata karena Renata adalah bagian terbaru dari keluarga ini. Apa itu salah?


Setelah pulang dari kelulusan Dean, Nita juga tidak keluar dari kamarnya. Dia mengurung diri di dalam kamar Clarie dulu, supaya dia bisa mengingat masa-masa yang menyenangkan dulu dan juga masa-masa yang tidak menyenangkan bagi Clarie yang tidak pernah Nita sadari. Tok Tok! Suara ketukan pintu terdengar, tapi Nita tidak menghiraukannya, dia terlalu malas dan lemas untuk membukakan pintu.


Pintu terbuka, Kris ada di baliknya dengan membawa sebuah nampan yang berisikan sarapan. Dia menatap nanar istrinya. "Ma, Papa bawa sarapan. Tolong dimakan ya," katanya kepada Nita. Nita hanya menatap dirinya malas dan kembali menatap kosong tembok. Maka Kris memutuskan untuk ikut duduk di sebelah istrinya.


"Papa nggak usah repot-repot jaga Mama. Mama baik-baik saja kok, Mama cuma sedang mengingat kembali kejadian apa yang membuat kita sampai dibenci Clarie," ucap Nita masih sambil menatap kosong tembok. Kris mendengus pelan, tertawa sebentar kemudian berkata, "Mungkin kita terlalu mengengkangnya Ma, Mama nggak ingat kalau Clarie itu punya jiwa yang bebas? Mirip Kakeknya,"

__ADS_1


"Mama cuma ingin yang terbaik untuk dia, Clarie memang susah diatur tapi yah," Nita menarik napas kemudian menghembuskannya. "Setelah kecelakaan itu Clarie malah jadi anak yang penurut dan enggan untuk bicara. Dia jadi lebih mudah diatur, jadi ya Mama membuatnya memiliki target, khususnya di bidang akademik,"


"Papa ingat kita pernah melarang Clarie untuk tidak ikut di kelas sains,"


"Keputusan kita waktu itu benar Pa. Tidak seharusnya Clarie ikut di kelas sains. Bisa-bisa di jadi ahli bedah di sana," meski kata-kata yang Nita keluarkan berkesan seperti sedang bercanda, namun nadanya terdengar ketakutan.


Kemudian di saat Clarie berumur lima tahun, salah satu kelinci Renata hilang. Nita dan Renata mencari ke seluruh sudut dan tempat tersembunyi di rumah mereka, sayangnya mereka tidak menemukan apapun. Dan pilihan terakhir adalah bertanya ke orang-orang yang ada di rumah mereka itu. Semua mereka tanyai dan tidak ada yang tahu di mana kelinci milik Renata, kecuali Clarie.

__ADS_1


"Clarie tahu di mana kelincinya Renata Ma, tapi besok Clarie akan menunjukkan tempatnya, bukan sekarang," begitu kata Clarie kecil. Nita bersyukur karena ada yang tahu di mana kelinci Renata berada. Keesokan harinya sesuai apa yang dikatakan oleh Clarie, Clarie membawa mereka ke tempat di mana kelinci Renata berada.


Tadinya Nita sangat senang bisa melihat putrinya yang ikut tertarik merawat kelinci. Namun tebakannya salah, kelinci milik Renata tergeletak tak bernyawa. "Ternyata racun tikus juga bereaksi kepada kelinci?" pertanyaan polos nan bodoh itu keluar dari bibir Clarie.


"Clarie! Kamu memberi racun kepada kelinci itu?" tanya Nita dan dijawab dengan anggukan kecil yang mantap dari putrinya.


"Teman-teman di sekolah bilang jika mereka bisa membunuh tikus yang nakal dengan racun tikus, Clarie ingin tahu apa itu juga memiliki efek di hewan lain. Jadi Clarie mengujinya di kelinci Renata yang nakal, karena kelinci ini merusak tanaman yang Mama tanam," dengan polosnya Clarie menjelaskan kenapa dia memberi racun.

__ADS_1


Kalau mengingat kejadian itu Nita sedikit merinding, Nita sangat takut jika Clarie memiliki sebuah kelainan. Sangat mustahil anak berusia empat tahun bisa membedah katak, sangat mustahil anak berusia lima tahun tidak merasa sedih melihat kelinci yang lucu tergeletak tak bernyawa. Itu tidak wajar.


__ADS_2