Pembalasan Manis Tuan & Nona Muda

Pembalasan Manis Tuan & Nona Muda
32. Aleeza


__ADS_3

"Bukankah itu keluargamu? Kenapa malah bersikap seperti itu kepada mereka?" tanya Leon setelah dia dan Clarie masuk kembali ke dalam aula. Clarie tidak menjawab dan terus berjalan, suasana hatinya berubah menjadi buruk seketika. "Clarie," panggil Leon berusaha menghentikan Clarie.


Sebenarnya ini bukan waktu yang tepat untuk membahas tentang masalah yang sedang Clarie hadapi, dia harus menghindarinya dan mengubah topik pembicaraan. Namun sayang, Clarie masih belum bisa meredakan emosinya. "Leon maaf, tapi sepertinya pembicaraan kita harus berhenti di sini dulu. Suasana hatiku sedang tidak baik sekarang, kita lanjutkan kapan-kapan saja. Tapi, jangan lupa untuk mengubah keputusanmu mengerti?" ucap Clarie. Ya, tidak akan lama lagi akan ada pergantian kedudukan di perusahaan milik keluarga Lin. Papanya akan memberikan posisinya itu kepada Renata, merebutnya kembali bukan alasan yang bagus dan itu malah merugikan, maka Clarie harus mencari cara lain. Acara pun berjalan sampai akhir dan tidak ada hal aneh yang Clarie alami. Dia yakin Renata sedang memberitahu bahwa dirinya lah yang akan menjadi pewaris dari L Group.


"Aku pulang," kata Clarie sambil masuk ke dalam rumah. Aleeza duduk di ruang tengah menonton televisi, dia mengalihkan pandangannya ke arah Clarie. "Wajahmu terlihat menyedihkan, hal buruk apa yang terjadi?" tanpa basa basi Aleeza bertanya, setelah diperhatikan beberapa hari, gadis itu dan cucunya nampak seperti rekan kerja. Mereka bersama, ya. Tapi ada jarak yang terlihat jelas, topik yang mereka bahas hanya seputar pekerjaan, dan tatapan mata yang mereka berikan satu sama lain sangat berbeda, tatapan yang hanya sebatas teman saja dan tatapan lebih dari teman.


Clarie mendekati Aleeza sembari tersenyum, memang sedikit melelahkan terus berpura-pura menjadi kekasih Ben di hadapan nenek Ben, mukanya sekarang sudah sangat mahir mengeluarkan ekspresi yang sesuai dengan naskah buatan Ben. "Nenek belum tidur? Jangan tidur terlalu malam, kalau tidak nenek bisa sakit," katanya kepada Aleeza.

__ADS_1


"Bisa duduk di sini sebentar? Ada yang ingin Nenek tanyakan," Clarie mendudukkan diri di samping Aleeza, kemudian dia menatap mata wanita tua yabg ada di hadapannya sekarang. "Ada apa Nek?"


Aleeza mendengus, kepalanya dia gelengkan, Clarie juga sama seperti cucu dan putranya, tidak takut menatap dirinya yang jelas lebih tua dari mereka. "Clarie, sudah berapa lama kamu dan Ben menjalin hubungan?" Aleeza mulai bertanya.


"Sekitar satu tahun?" Bohong!


"Apa yang kamu sukai dari cucuku?"

__ADS_1


"Dengar, Nenek tidak peduli alasan yang kamu berikan Clarie. Nenek ingin kamu membuktikannya, membuktikan bahwa kamu memang layak untuk cucuku. Ben tumbuh dalam kondisi keluarganya yang berantakan, tapi Nenek sangat bangga bisa melihat dia tidak seperti dulu, tapi pastinya ada luka yang belum terobati sampai sempurna. Clarie, Nenek ingin yang terbaik untuk Ben. Hanya ada satu yang kurang di hidupnya, kasih sayang dari seorang wanita,"


"Ya, saya tahu jalan ceritanya," ucap Clarie memotong perkataan Aleeza.


"Nenek belum tenang jika cucu Nenek belum membangun sebuah keluarga. Tadinya Nenek ingin menjodohkannya dengan Alyta, tapi mereka tidak cocok. Nenek tidak tahu seperti apa tipe yang Ben sukai. Tapi kamu tahu? Kami sekeluarga terkejut ketika dia membawamu kemarin, dan Nenek lebih terkejut lagi karena kamu memiliki tato laba-laba di punggung kiri atas dan lengan kiri atas. Itu tanda bahwa kamu adalah bagian dari keluarga Xiao.


Ingat, dia memilihmu, sama seperti dia memilih Martin, Diena, Lena, dan Deo. Dia mempercayaimu Clarie, Nenek ingin melihat kalian benar-benar menjadi sepasang kekasih dan berkeluarga. Bukan hanya sekedar mengelabuhi kami,"

__ADS_1


tunggu, mereka tahu kalau kami hanya berpura-pura? Aleeza sangat puas melihat wajah Clarie yang sangat terkejut, berarti tebakannya benar.


"Hanya Nenek yang tahu masalah ini. 28 Agustus, buktikanlah bahwa kamu memang tidak mengincar apapun dari Ben,"


__ADS_2