Pembalasan Manis Tuan & Nona Muda

Pembalasan Manis Tuan & Nona Muda
60. Damian


__ADS_3

Malam yang sunyi dengan langit yang bertebaran bintang, suasana yang sangat lama tidak Clarie alami. Di sebelahnya ada anak laki-laki tadi, Damian adalah namanya. Damian sedang memakan pasta sebagai makan malamnya.


Awalnya Clarie tidak akan menyangka bertemu dengan anak sekecil ini saat menjalankan misi. Dia imut tapi sangat menyeramkan. "Damian, bagaimana pastanya? Cocok di lidahmu kan?" tanya Clarie sembari tersenyum. Tangannya mengelus puncak kepala Damian. Senyumnya semakin lebar saat Damian mulai malu.


"Ya, pastanya enak. Terima kasih atas makanannya," jawab Damian sedikit gugup.


"Kalau begitu, sebentar lagi kita akan bertemu dengan Nix," ucap Okta tiba-tiba dengan nada dan muka yang serius.


"Tidak perlu mencariku, aku yang akan mendatangi kalian," orang yang bernama Nix tiba-tiba muncul membuat semua orang yang ada di sana terkejut. Nix tersenyum tanpa rasa bersalah. "Jadi? Kali ini akan bagaimana?"


Okta berjalan mendekati Nix, walau sedikit gugup dia berusaha menutupinya. "Damian tidak sengaja membantu kami, padahal dia sudah melakukan misi ini lebih awal dari kami. Dan kami yang berhasil menyelesaikannya. Anggota kami, C, ingin meminta sesuatu,"

__ADS_1


Nix menatap Clarie yang masih duduk di kursi. "Anda menginginkan apa?" tanyanya.


"Bolehkah Damian masuk ke kelompok ini? Bolehkah saya menjadikan dia putra saya?"


Damian memukul meja, lalu berteriak dengan lantang, "Anda...Anda jangan sembarangan bicara! Meski saya terlihat menyedihkan, tapi saya tidak akan membiarkan seorangpun merendahkan saya!"


Beberapa menit ruangan dipenuhi oleh suara adu mulut antara Clarie dan Damian. Nix memandang itu dengan tatapan yang sangat bersemangat. Dan di detik berikutnya, Nix memutuskan untuk menyudahi adu mulut itu.


"Bagaimana Anda bisa mengatakan itu dengan mudah?! Walau saya masih anak kecil, saya sudah diangkut ke sana dan ke sini seperti barang. Saat dirasa saya sangat memuakkan mereka akan membuang saya ke orang lain! Saya akan berjuang demi diri saya sendiri!"


"Damian, suatu saat nanti kamu juga akan membutuhkan orang lain. Mungkin sebentar lagi atau masih lama,"

__ADS_1


"Nix! Anda keterlaluan! Apa saya sudah tidak berguna lagi? Apa saya merugikan Anda?!" Nix menggelengkan kepala sebagai jawaban atas pertanyaan Damian.


Nix mengusap lembut kepala Damian. "Saya senang saya menemukan Anda. Saya senang Anda mau bergabung dengan kami. Saya senang Anda hidup bahagia bersama dengan kami. Tapi saya akan lebih senang saat Anda mempunyai orang yang sangat menyayangi Anda, meluangkan waktu bersama Anda, dan mengisi hari Anda sebagaimana keseharian anak usia enam tahun.


Walau Anda tidak bersama dengan kami, kita masih tetap keluarga. Semua orang yang memiliki sangkut paut dengan kami adalah keluarga," Nix beralih ke Clarie. "Nona C, ini kali pertamanya Anda akan menjadi orang tua dari seorang anak yang kurang ajar. Saya harap Anda bisa merawatnya dengan baik,"


"Ya, saya akan berusaha keras,"


"Baik, saya akan mengurus hal ini. Uang dari misi kalian hari ini akan segera ditransfer, terima kasih kerja samanya,"


Setelah Nix pergi, keadaan menjadi canggung, khususnya untuk Damian. Clarie dan yang lain saling memandang satu sama lain. "Selamat datang Damian, mohon bantuan untuk kedepannya. Semoga kita bisa bekerja sama dengan baik,"

__ADS_1


__ADS_2