
Clarie, hadap sini...
Apa itu sakit? Tapi sepertinya tidak parah.
Lihat senior itu, bukannya dia yang kita bahas di grup chat tadi malam?
Hahaha, kalau kamu diam saja kan masalahnya tidak akan pernah sampai serumit ini. Nih lihat tanganku, kan jadi kotor gara-gara pukul kamu!
'Bukan salahku!'
Hei Clarie, katanya kamu peringkat satu kan? Traktir kita dong.
Clarie! Sudah kubilang kan bawakan yang rasa vanila! Kenapa malah rasa keju!
Bodoh, kamu itu nggak peka banget ya. Lain kali jangan dekat-dekat kami saat bersama cowok itu.
'Kenapa harus aku?'
Itu ulah Clarie Pak! Saya lihat dia sengaja membuat tabung kimia pecah dan mengenai siswi lain!
Dia sengaja melempar bolanya kencang karena sedang kesal.
'Itu bukan aku,'
Sudah cukup mengingat kenangan buruk, rasanya ingin mati saja waktu itu. Semua tuduhan yang diarahkan kepadaku, pelampiasan kemarahan dan kekesalan mereka, serta perilaku kasar tanpa alasan. Itu sudah cukup, jangan berlanjut sampai aku kehilangan nyawa. Dan sekarang semuanya sudah dimulai lagi, tapi sedikit berbeda dengan yang dulu.
"Oke, kapan temanmu akan datang Damian? Dia sudah terlambat 10 menit," aku menunjuk jam di pergelangan tanganku. Namun Damian, bocah yang sekarang sudah menjadi putraku, hanya melirik sekilas dan kembali fokus ke ponselnya. Huh, anak ini sangat menguji kesabaranku.
"Barusan dia bilang sebentar lagi, Nona,"
Ya sebentar, sedari tadi temannya itu selalu bilang sebentar. Nyatanya dia lama sekali. "100 meter dari tempat kita," ucap Damian memberi informasi. Dan tak lama setelah itu, seseorang mendekati kami.
"Maaf terlambat," ucapnya. Dia melirikku lalu cepat-cepat menarik Damian ke sisi lain. Memangnya aku terlihat seperti gadis yang akan menguping pembicaraan? No! Itu bukan aku.
Dua menit kemudian mereka berdua berada di mana aku berdiri. "Hai C, kamu bisa memanggilku Nic," ucapnya tiba-tiba sambil mengulurkan tangannya. Aku menjabat tangannya.
__ADS_1
"Hai Nic," lalu aku beralih ke Damian. "Jadi, kamu berteman dengan orang dewasa?"
"Yah mau bagaimana lagi, karena kebanyakan aku dikelilingi oleh orang-orang yang berumur 20 tahun ke atas,"
"Oke, aku mengerti. Jadi apa misi yang akan kita bertiga kerjakan?"
"Hancurkan acara pelelangan yang ada di pusat kota. Bebaskan seorang gadis. Bereskan siapa saja yang menghalangi kalian. Lalu robohkan tempatnya. Note : Tidak usah pedulikan orang-orang korban reruntuhan, tinggalkan saja mereka.
Begitu, dan ngomong-ngomong imbalannya lumayan besar,"
Aku mengangguk, cukup menghancurkan saja kan? Itu bukan hal yang sulit. "Acara akan berakhir sekitar 45 menit lagi, ayo bersiap,"
......................
"Nic, apa kamu yakin kita bisa lolos dari penjagaan?" tanyaku gugup. Sumpah ya, aku tidak pernah bisa mengerti pemikiran orang inj. "Nic, memang anak kecil boleh ikut ke dalam?"
"Menjawab pertanyaanmu yang pertama, apapun yang terjadi kita bertiga akan masuk. Kalau tidak bisa, kita habisi mereka yang menghalangi misi seperti yang sudah dipesankan. Lalu untuk pertanyaan yang kedua, jawabannya sama seperti pertanyaan pertama," aku menghela napas mendengar jawabannya itu, ditambah lagi dia tidak menatapku saat menjawab.
Ketika mulai mendekati pintu masuk tempat pelelangan, dua orang tinggi dan kekar dengan pakaian hitam mendekati kami. "Selamat malam Tuan dan Nyonya, kami tidak mengizinkan anak-anak ikut ke dalam tempat pelelangan," ucap salah satunya.
Putra kami? Yang benar saja, lidahnya sangat lincah.
"Apa kalian dari luar kota?"
"Luar negeri tepatnya, kami sedang berlibur. Lalu kebetulan sekali putra kami mendengar akan ada pelelangan di sini. Jadi dia memaksa kami untuk mendampinginya,"
"Maaf Tuan, peraturan tetaplah peraturan. Kami akan mengizinkan Anda dan istri Anda, tapi kami tidak mengizinkan putra Anda," tegas mereka berdua.
"Anak kecil itu tidak sabaran," Bruk! Kedua penjaga tadi terkapar. "Jadi, kabulkan permintaan mereka sebelum mereka marah,"
Kami membiarkan mereka berdua yang sudah tak sadarkan diri dan masuk ke dalam tempat di mana pelelangan sedang berlangsung. Kami menempatkan diri di posisi paling belakang.
Sebenarnya ini adalah rencana milik Nic. Katanya, selain menjalankan misi, kami juga harus bersenang-senang. Berarti sama saja mencari hal yang menarik, tapi aku tak melihat wajahnya yang senang saat ini.
"Orang yang datang tidak sebanyak yang kupikirkan, dan masih banyak bangku yang kosong," kataku sambil melihat ke sekitar.
__ADS_1
"Siapa yang berani ke acara yang tingkat keamanannya tidak meyakinkan? Dua orang tadi saja kalah dari Damian, terlebih lagi bukannya kota ini sedang mengalami teror? Banyak orang yang dibunuh kan?" aku mengangguk, terserah dia melihatnya atau tidak.
"Ok, barang terjual dengan harga satu milyar! Lalu yang selanjutnya..."
"Gila ya, memang barangnya sampai selangka itu? Sampai-sampai terjual dengan harga satu milyar,"
"Tidak, barangnya tidak langka. Hanya dibuat terlihat langka," kali ini aku membuat wajah kami saling berhadapan.
"Nic, saat bicara denganku, bisakah kamu menatap wajah jelek milikku ini? Aku tidak terlalu suka jika lawan bicaraku tak mau saling bertatapan," dia mengangguk dan terus menatapku. Benar sih, tapi aku kan jadi gugup!!
"Ehem, a-apa maksudmu tadi kalau barangnya dibuat terlihat langka?" tanyaku pada akhirnya.
"Barang yang dilelang, semuanya palsu. Kecuali barang terakhir,"
"Apa barang terakhir yang akan dilelang? Apa sangat asli?"
"Lihat saja nanti, karena saat barang terakhir muncul, kita akan mulai bergerak,"
Aku pun berhenti bertanya, lebih menunggu waktu untuk melihat barang terakhir yang akan dilelangkan sekaligus menunggu waktu meregangkan otot.
Tik tok tik tok................
"Nah sekarang kita masuk ke puncak acara lelang ini! Silahkan bawa barang-barang terakhir!" setelah si pembawa acara mempersilahkan. Beberapa orang mulai muncul dengan membawa anak-anak kecil, satu, dengan satu anak. "Seperti yang kalian lihat Tuan dan Nyonya! Ini adalah putra, putri, dan keponakan dari keluarga Xia! Karena mengalami kebangkrutan akibat berurusan dengan gangster, Tuan Xia terpaksa menjual mereka kepada saya!
Kalian semua tahu bukan kalau orang-orang keluarga Xia sangat menawan dan cerdas?! Tentu semua orang menginginkan penerus yang seperti itu bukan?! Jadi, silahkan pilih dan tunjukkan seberapa besar minat Anda sekalian kepada mereka! Oh, satu lagi, ada si gadis kecil yang imut loh,"
Orang-orang mulai saling berbisik, mungkin mereka sedang mendiskusikan siapa yang akan mereka beli. Dasar sialan! Menjual anak dan keponakannya sendiri?!
"Clarie, ayo mulai bergerak. Jangan bengong,"
"Ba-baik!" aku refleks berdiri, tapi tunggu, aku tidak tahu apa yang harus dilakukan!! Lalu apa yang akan pria itu dan Damian lakukan?!!
......................
1000 words tepatš¢š dan bab kali ini cukup panjang. Jangan lupa untuk dukungannya yaā¤. Nantikan update selanjutnyaā¤ā¤.
__ADS_1