Pembalasan Manis Tuan & Nona Muda

Pembalasan Manis Tuan & Nona Muda
78. 4th (From Sean)


__ADS_3

Lemas, tidak seperti biasanya, hari ini semangat Clarie sudah luntur di pagi hari. Banyak kejadian yang disembunyikan dari dirinya membuat gadis itu semakin tidak mengerti. Rasanya ingin mati saja. Pikir gadis tersebut.


"Baiklah, kita mau sarapan di mana? Siapa yang akan membayarnya?" tanya Sean dengan bersemangat. Pria tersebut sengaja menyenggol tubuh Clarie ke dinding rumah sakit.


"Hei ... jangan cari masalah. Aku sedang tidak memiliki mood sekarang," ucap Clarie lirih sambil menundukkan kepalanya. Tanpa menunggu balasan apapun dari Sean, gadis itu melanjutkan jalannya.


Sean hanya bisa menghela napas menghadapi sikap Clarie, pria itu mengerti betul perasaan yang sedang Clarie rasakan. Seakan dunia menghianatinya dan menyembunyikan banyak hal tentang dirinya, lalu dorongan untuk lenyap dari dunia.


"Satu hal yang tidak seharusnya kamu lakukan, terlalu mendengarkan perkataan orang lain yang kemudian mengubah dirimu, Clarie," gumam Sean.


Sesampainya di tempat parkir, segera Sean melemparkan satu helm ke arah Clarie. Gadis tersebut melemparkan pandangan bertanya ke Sean. "Bukannya kamu ingin mati? Maka aku akan menjadi malaikat pencabut nyawa untukmu," ujar Sean sambil tersenyum.

__ADS_1


Setelah motor yang dinaiki oleh Clarie dan Sean berjalan di jalan raya yang bisa dikatakan cukup padat, Sean melajukan motornya dengan kecepatan tinggi. Sesekali pria tersebut melanggar beberapa aturan lalu lintas atau melawan arus sampai ada beberapa polisi yang mengejar. Beruntungnya mereka berdua tidak bisa dikejar oleh para polisi.


"Bagaimana? Apa kamu masih hidup, Clarie?"


"Ya ... masih, tapi ... tidak dalam keadaan baik,"


"Sekarang turun dan duduk di bangku itu. Aku akan cari sarapan," ucap Sean kemudian pergi untuk mencari sarapan. Clarie terkekeh kecil, pria itu, Nic atau Sean, sikapnya selalu berubah-ubah. Kadang dewasa, kadang mirip anak kecil atau remaja. Kadang cerewet dan merepotkan, kadang juga pendiam. Menghadapi Sean sama seperti menghadapi beberapa orang sekaligus bagi Clarie.


Sementara itu, Sean mengawasi Clarie dari kejauhan. Kemudian pria itu berjalan mendekat. "Hey hey, sarapan sudah datang," ucap Sean sembari menyodorkan makanan yang baru dia beli. "Makan, setelah itu kita kembali," lanjutnya.


Kedua orang tersebut menikmati makanan dalam diam. Terlihat jelas sekali keadaan Clarie sangat damai, tidak ada tampang yang galak ataupun dingin di wajah gadis itu.

__ADS_1


"Terima kasih makanannya," ucap Clarie ketika sudah selesai makan.


"Clarie, bisa batalkan rencanamu yang konyol itu?" ujar Sean membuat Clarie menatapnya dengan penuh pertanyaan. "Rencana konyolmu, rencana untuk balas dendam. Bisa kamu membatalkannya?"


Kedua alis gadis itu terangkat. "Kenapa? Kenapa harus dibatalkan?" tanya Clarie. Sean tersenyum kecut mendengar itu. Setelah menghela napas dan mengacak rambutnya frustrasi, Sean menghadap ke arah Clarie dengan tatapan serius.


"Dengar .... Balas dendam hanya akan menimbulkan dendam lainnya, dan tidak ada untungnya juga untukmu, Clarie. Balas dendam hanya akan membuat dirimu sakit, karena kamu akan terus mengingat hal yang tidak mengenakkan. Kadang ada saatnya kita mendengarkan perkataan orang lain, tapi terkadang kita juga harus mengabaikannya. Jangan termakan oleh ucapan orang lain dan berubah karenanya. Sampai di sini apa kamu paham?"


Clarie mengangguk lesu, wajah yang tadi ceria kini terlihat muram.


"Hanya ada dua pilihan, Clarie," Sean menjeda ucapannya supaya Clarie menatapnya. "Terjerat oleh masa lalu dan malah bertambah menderita atau memulai hidup baru dengan suasana baru. Renungkanlah, di hari itu aku, Sean ingin melihat keputusanmu. Mungkin ini akan menakutimu, jika kamu ingin memulai hidup baru, bunuhlah dirimu sendiri. Jika masih ingin balas dendam, aku yang akan membunuhmu dengan tanganku,"

__ADS_1


"Aku bukan Tuhan yang menentukan hidup seseorang. Namun, aku merindukan sosokmu yang dulu. Ingat satu hal, kamu memiliki diriku. Pintu rumahku terbuka untukmu, begitu pula dengan diriku, Clarie. Dan aku akan berusaha untuk melindungimu dari dunia yang kejam ini,"


__ADS_2