
"Apa yang kalian lakukan? Minggir! Aku mau cari sarapan," ucap Clarie dingin kepada Renata dan Diva yang menghadangnya di depan kamar.
Renata dan Diva mendorong tubuh Clarie, sehingga Clarie masuk kembali ke dalam kamar. Clarie berdecak kesal, dan menyilangkan tangannya di depan dada dan menatap malas ke semua orang yang ada di dalam kamar.
"Clarie, kami akan mengatakan sesuatu kepadamu," ucap bibinya sedikit gugup.
"Aku ingin Papa dan Mama yang mengatakannya, kalau tidak aku tidak mau dengar. Terserah kalian mau melalukan apa yang kuminta atau tidak, jangan buang waktu sarapanku,"
Sepasang suami istri dengan marga Lin bertambah gugup mendengar permintaan dari putri mereka. "Clarie, Bibi yang akan mengatakannya. Bibi yang akan menggantikan kedua orang tuamu,"
"Baiklah, aku akan pergi mencari sarapan," Clarie berjalan ke arah pintu, tangannya sudah siap untuk membukanya. Namun, ucapan sang mama menghentikannya.
"Mama yang akan menjelaskan," begitulah katanya.
__ADS_1
Clarie menghela napas, kemudian berbalik. Dia menghadap ke kedua orang tuanya. Tatapan matanya tajam, mengisyaratkan kepada sang mama untuk segera mengatakan apa yang ingin disampaikan.
"Saat kamu berusia satu tahun, Paman dan Bibi dililit hutang, dan perusahaan Papamu juga tidak dalam kondisi yang baik. Kami juga masih mempunyai masalah dengan Kakekmu.
Dulu Kakekmu sangat suka berburu bersama dengan temannya. Pasti kamu masih ingat pengalaman pertamamu berburu bersama Kakek.
Nah, tanpa kami ketahui, Kakek meminta bantuan dari temannya. Melunasi hutang Bibimu dan menstabilkan kondisi perusahaan Papamu. Kami pikir dia menggunakan uang yang dia simpan, tidak tahunya dia meminta bantuan dari temannya.
Lebih parahnya lagi, Kakekmu itu tidak mau membantu kami melunasinya. Itu salah satu sifat buruknya, Kakekmu itu orang yang pelit.
Namun, karena sekolah sudah kembali dimulai dan Sean juga tinggal di asrama. Dia memutuskan untuk membawamu setelah lulus. Kami menunggu dan terus menunggu sampai kamu tumbuh besar.
Karena Kakekmu juga ikut membesarkanmu, Clarie, salah satu sifatnya itu menular kepadamu. Sebenarnya ini juga kesalahan kami karena tidak terlalu memperhatikanmu.
__ADS_1
Membedah makhluk hidup dan membunuh kelinci Renata, dua hal itu sudah membuat kami ketakutan. Bagaimana jika kamu berperilaku buruk seperti itu saat bersama dengan mereka? Mama tidak bisa membayangkannya," wanita itu terisak. Air mata yang mulai berjatuhan dan bertambah deras.
"Mama ingin kamu menunjukkan bahwa kami merawatmu dengan baik. Maka dari itu, kami terus mengengkang dirimu. Belajar dan terus belajar, mendapat nilai bagus, ikut olimpiade dan perlombaan apapun itu. Asalkan jangan berbuat hal yang mengerikan bagi kami, karena itu juga mengancam nyawa kami,"
"Jadi kalian tidak tahu kalau aku disiksa habis-habisan oleh dia?!" lirikan tajam diterima oleh Renata.
"I-itu, itu kesalahan kami. Kami sebenarnya tahu, tapi kami pura-pura tidak mengetahuinya. Tolong maafkan kami. Lalu biarkan Mama melanjutkan.
Baik Papa atau Mama, kami tidak mendapat kabar apapun dari Sean atau orang tuanya. Kami pikir kejadian yang dulu itu hanya sebuah leucon. Namun, saat kamu berumur 17 tahun 7 bulan.
Apa kamu ingat, kalau Papamu pernah meminta tanda tangan darimu Clarie? Itu bukan untuk surat izin, tapi untuk menandatangani surat pernikahan. Maka dari itu kami menikahkan Dean dan Renata, supaya Dean tidak mengganggu kehidupanmu.
Tapi, Ben Xiao, kami sangat bingung bagaimana cara menyingkirkannya. Dan dia..."
__ADS_1
"Cukup, aku mau sarapan. Sean, ikut aku sekarang juga," tatapan yang tajam, tatapan yang memangsa. "Sekarang semuanya sudah jelas, dan aku tak butuh alasan yang lain. 18 jam lagi,"