
"Uang yang kami dapatkan sangatlah banyak," jawab Clarie dengan enteng, wajahnya juga tidak menyiratkan perasaan takut yang membuat wanita yang berdiri di depannya menggertakkan gigi.
June dan July sudah mengeluarkan keringat dingin, beruntungnya mereka sudah sempat memberi tahu Okta kalau rencana yang dia buat tidak berjalan dengan mulus. Rencana yang dibuat oleh Okta tidak berhasil di misi kali ini. Lalu bagaimana selanjutnya?
Clarie tidak pernah ambil pusing dengan masalah-masalah yang menimpanya. Dia mempunyai banyak target untuk dicapai sebelum dia meninggalkan dunia, paling tidak dia harus sudah menyelesaikan sebagian besar atau target utama.
"Ehem, bagaimana kalau kita bernegoisasi? Anda memberikan data itu, dan saya akan menukarnya dengan ini," Clarie mengeluarkan sebuah kotak, lalu dia membukanya. Di dalam kotak itu terdapat beberapa buah perhiasan, perhiasan itu katanya hanya ada satu saja. Katanya sih, tapi tidak tahu. Nilai jualnya juga sangat tinggi.
Ekspresi wanita itu berubah secara mendadak, dia terpesona oleh perhiasan yang terdapat di dalam kotak itu. Wanita itu tahu dia akan mendadak kaya. "Em, ka...kamu tidak menipuku kan?" dengan gagap wanita itu memastikan.
"Kenapa harus menipu?" June dan July saling bertatapan. "Bagaimana? Anda setuju?"
"Aku..."
BRUK! Wanita itu tiba-tiba terjatuh ke lantai, June, July, dan Clarie bersiap dengan memegang pistol yang mereka bawa. Mata mereka menelusuri sekitar.
"Kalian...jangan mengganggu misiku," suara langkah kaki terdengar. Seorang anak laki-laki berjalan mendekat dengan senapan yang ada di tangannya. Tatapannya tajam seperti elang, dan aura membunuhnya sangat terasa.
__ADS_1
Clarie menelan salivanya dengan susah, kenapa ada anak kecil di sini? Misi? Apa anak itu juga menjalankan misi yang sama dengannya? Terlebih lagi, senapan itu sama dengan senapan yang dimiliki Clarie.
"Keluar sana!" kata anak laki-laki itu dengan penuh penekanan.
"Kamu anak yang menarik ternyata, berapa umurmu, Nak?"
"Enam tahun,"
"Kamu masih terlalu kecil untuk melakukan hal yang hanya bisa dilakukan oleh orang dewasa. Dan, bisa-bisanya anak sekecil kamu memakai senjata seperti ini?" Clarie merebut senapan yang ada di tangan anak kecil itu.
"Hei kembalikan!!"
"Kembalikan! Jangan merebut usahaku untuk melakukan misi ini!"
"Anak seusiamu lebih baik bermanja-manja dengan orang tua dan bermain dengan teman sebaya," Clarie memberi isyarat June dan July untuk melakukan bagiannya. Sedangkan dia mengurus anak kecil yang rewel ini.
Misi berhasil dilakukan, wanita sudah kehilangan nyawa, dan Clarie menemukan anak kecil yang menarik. Tidak tahu siapa nama anak itu, karena dia berusaha menyerang Clarie.
__ADS_1
"Kalian sangat jahat! Kalian sama sekali tidak mau mengalah dengan anak sekecil ini?"
"Kan sudah kubilang, anak seumuran kamu itu harusnya ada di rumah. Bukan di sini dan melakukan hal yang seharusnya tidak kamu lakukan, bocah,"
"Bagaimana kalau bernegoisasi saja? Wanita itu, kan aku yang membunuhnya, dan kalian tertolong," kata anak itu sambil menunjuk wanita yang sudah tergeletak tak bernyawa.
Clarie baru saja kepikiran kalau bocah itu baru saja membunuh seseorang. Mengejutkan, ngeri, dan hebat! "Kami 80 dan kamu 20, itu sudah besar loh,"
"Baiklah,"
"Tapi, kamu bisa mendapat tambahan. Aku akan membagi bagianku denganmu, kamu mau?"
"..."
"Syaratnya, kamu ikut denganku dan aku akan membiayai kebutuhanmu. Kamu tertarik?"
"Kamu ingin memanfaatkanku?"
__ADS_1
"Tidak, karena kita akan sama-sama saling memanfaatkan,"