Pembalasan Manis Tuan & Nona Muda

Pembalasan Manis Tuan & Nona Muda
52. Paman & Keponakan


__ADS_3

Di pagi harinya, pukul 07.09 Clarie bangun. Hal yang pertama kali dia lakukan adalah mengecek pintu. Pintunya masih terkunci, tapi kuncinya ada di meja. Padahal kemarin malam dia tidak meletakkannya di meja. "Ben dan Daisy," desisnya.


Dengan langkah terburu-buru Clarie berjalan ke dapur, dia tersenyum ketika melihat orang yang dia cari. Ben dan Daisy. "Selamat pagi, tadi malam terlalu menyenangkan ya? Menyelinap ke dalam kamar yang kugunakan? Ya bukan?"


Ben dan Daisy mematung sejenak, Ben sudah bisa menyesuaikan dirinya dengan aura yang terasa sekarang. Aura itu seakan ingin membuat mereka kehabisan udara segar. "Selamat pagi Clarie, ayo sarapan bersama kami," ajak Ben.


Aura yang dikeluarkan oleh Clarie perlahan menghilang, Daisy bisa santai seperti tadi. Meski begitu, cara Clarie menatap mereka berdua itu seperti sedang menatap mangsa. Menakutkan. "Tante Clarie, Daisy dengar dari Paman Ben kalau hari ini kalian akan pergi ke ulang tahun seseorang bukan?"


"Iya,"


"Daisy boleh ikut?" sebelum menjawab, mata Clarie melirik ke arah Ben. Mereka cukup lama bertatapan sampai membuat Daisy bingung.

__ADS_1


"Y...ya, kenapa tidak? Iya kan Clarie?"


Clarie menganggukkan kepalanya.


"Jadi, Daisy benar-benar boleh ikut?"


"Iya, simpan tenagamu untuk nanti pukul sepuluh," ucap Ben sambil mengelus kepala keponakannya yang terlihat sangat bersemangat.


"Bukan pukul sepuluh, tapi pukul setengah satu siang. Kita tidak akan menghadiri acara ulang tahunnya, tapi...makan siangnya. Kemungkinan hanya ada Papa, Mama, pasutri yang kemarin baru saja menikah, dan teman-teman dekat mereka," Clarie meralat ucapan Ben, lalu dia menoleh ke Daisy. "Tidak apa-apa kan Daisy sayang?" tanyanya dengan senyum manis, berbeda dengan tadi.


Sarapan berlanjut, setelah selesai mereka sibuk dengan urusan masing-masing. Clarie langsung menempatkan diri di dalam kamar, begitu pula dengan Ben. Sedangkan Daisy menonton kartun di televisi.

__ADS_1


Saat jam du dinding menunjukkan pukul 11.49, Clarie bergegas mempersiapkan dirinya. Dia sudah tidak sabar lagi melihat muka terkejut yang akan ditampilkan oleh orang-orang. Tapi selain itu, dia juga ingin menanyakan kabar dari bibi-bibi pelayan di sana. Hanya mereka yang mau mendengarkan Clarie dan percaya dengan apa yang Clarie katakan. Baik dibalas baik, buruk dibalas buruk. Dia tidak mau merendah lagi, itu sudah cukup dulu.


Pukul 12.13 tepat Clarie sudah siap dengan baju santainya dan dia sudah siap di ruang tengah. Namun Ben dan Daisy belum juga siap. "Nggak Paman, nggak keponakan sama saja. Repot deh," gerutunya.


Clarie membuka pintu kamar milik Ben. "Kalian sudah siap?"


"Belum, Daisy masih ribut dengan pakaian apa yang akan dia pakai Clarie. Lihat? Hampir semua bajunya sudah dicoba," jawab Ben yang masih sibuk memilihkan baju untuk keponakannya. Calrie memutar bola matanya.


Ben sudah memakai setelan jasnya, tapi kancing kemeja yang dia kenakan belum sepenuhnya dikancingkan. Sedangkan Daisy, dia terlihat kesal. "Daisy, kamu duduk dulu. Duduk yang manis," perintah Clarie. Dia berjalan mendekati Ben. Ben terkejut saat Clarie melepas jas yang dia kenakan.


"Jas ini...tidak perlu, kemeja bagian bawah dikeluarkan saja lalu lipat lengan kemejanya. Dan ganti sepatumu itu, kita sedang tidak menghadiri acara resmi Ben. Anggap saja ini piknik ok? Bersenang-senanglah di sana, nikmati apa yang ada,"

__ADS_1


"Maksudnya?"


"Makan siang di halaman belakang, tolong bantu aku untuk membuat kebahagiaan Renata hancur Ben. Daisy, kamu juga bisa berpartisipasi,"


__ADS_2