Pembalasan Manis Tuan & Nona Muda

Pembalasan Manis Tuan & Nona Muda
27. Putri Yang Kecewa


__ADS_3

"Jadi Anda adalah nona asli keluarga Lin?"


Clarie sedikit tergelitik dengan pertanyaan yang diajukan oleh Fifi, wajahnya terlihat bingung, malu, dan terkejut. Untungnya hanya mereka berdua yang ada di ruang rapat. Rapat baru saja selesai dan ada sebuah kejutan untuk para karyawan.


Clarie tersenyum dan tidak menjawab membuat Fifi semakin salah tingkah. "Ka...kalau benar, berarti saya tadi tidak sopan kepada Anda!" Fifi tampak ketakutan.


"Tidak apa-apa Fifi, saya tidak akan marah ke kamu, saya juga tidak akan memberi hukuman ke kamu. Silahkan kembali bekerja, biar aku yang membersihkan ruang rapat," Fifi tersentuh dengan perkataan Clarie. Meski dikatakan dengan nada yang datar tapi dia sangat baik ingin membersihkan ruang rapat sendirian.


Fifi pamit undur diri. Tidak butuh waktu yang lama Clarie sudah selesai membersihkan ruang rapat itu. Clarie kemudian duduk di salah satu kursi dan membuka laptop. Ada satu Email yang masuk, dari dosennya. Undangan kelulusan, lusa pukul tujuh malam. Clarie mengangguk-anggukan kepalanya, ini bisa jadi kesempatan untuk membalas salah satu teman Renata.


^^^Clarie^^^

__ADS_1


^^^Ada undangan kelulusan dari salah satu dosenku, lusa pukul tujuh malam. Aku rasa itu salah satu kesempatanku untuk membalas dendam? Bolehkah?^^^


Ben


Tentu, cukup berpenampilan seperti saat kamu datang ke pernikahan Renata. Itu cukup membuat mereka geram karena pasti akan ada banyak mata yang memandang takjub ke arahmu. Semoga berhasil.


Cukup berpenampilan seperti saat datang ke pernikahan Renata. Baiklah, itu bukan masalah, itu sangat gampang. Sekarang dia akan fokus ke perusahaan keluarganya. Clarie harus bisa mendapatkan perusahaannya kembali, tidak ada kesempatan untuk Renata. Grek! "Nona, Pak Kris menyuruh saya untuk memanggil Anda. Beliau ingin berbicara dengan Anda," seorang pria muda muncul dari balik pintu.


"Baik, ayo,"


"Bagaimana kalau Clarie menginginkan perusahaan ini? Bagaimana kalau Clarie ingin segera bertunangan dengan Ben? Bagaimana kalau Clarie ingin menyuruh Renata pergi dari rumah karena dia sudah menikah? Apa Papa akan mengabulkannya?" Kris terlihat tertekan dengan pertanyaan yang diberikan oleh putrinya.

__ADS_1


"Clarie, Papa tidak ingin kamu menjadi pasangan dengan orang seperti Tuan Muda Xiao. Papa juga tidak bisa menyuruh Renata pergi dari rumah, Dean baru saja akan lulus dari kuliahnya,"


"Kenapa Papa merestui mereka? Apa Papa lebih suka mempunyai menantu yang baru saja akan lulus kuliah itu? Bukankah kebanyakan orang tua akan menikahkan anaknya dengan seorang pria yang mapan, dan bisa saja dengan pria yang hampir berkepala tiga," Clarie bicara dengan nada yang tinggi, marah atas ketidakadilan yang diterimanya.


"Pa, sejak kecil Clarie tidak pernah mendapatkan apa yang Clarie inginkan. Papa dan Mama hanya terfokus kepada Renata saja! Kalian itu sebenarnya orang tua siapa sih?! Clarie atau Renata!" lanjut Clarie. Jarinya meremas rambut, matanya sudah memanas.


Dengan frustrasi Kris menggeser semua benda yang ada di mejanya sampai benda-benda itu jatuh ke lantai. Putrinya berubah menjadi orang lain sekarang, sampai-sampai Kris tidak mengenali lagi siapa orang yang ada di depannya. "Clarie, Papa merestui mereka karena mereka saling mencintai,"


"Clarie juga sama seperti mereka Pa!"


"Dia bukan pilihan yang bagus!"

__ADS_1


"Ternyata Papa sayang sama Renata ya? Papa tidak pernah menganggap Clarie ada selama ini ya kan? Kalau begitu keluarkan Clarie dari keluarga Lin! Dan jadikan Renata sebagai putri kesayangan kalian,"


Clarie melepaskan kalung yang ada di lehernya, melemparnya ke lantai kemudian menghancurkannya. "Clarie kecewa Pa, karena Papa terlalu kasihan sama Renata, Clarie jadi dinomorduakan,"


__ADS_2