
Tiga hari kemudian, acara press conference pun digelar. Alvin meminta Antonio mengurusi semua persiapan yang dibutuhkan tanpa ada satu hal pun terlewatkan. Gedung, pengawalan ketat serta tak lupa para pemburu berita diminta hadir dalam acara sesi tanya jawab untuk membahas terkait kasus yang tengah ramai diperbincangkan.
Pria paruh baya itu berharap setelah sesi tanya jawab ini, berita miring yang mengatakan bahwa Clarissa adalah penyebab retaknya rumah tangga Sean dan Karin segera terselesaikan. Sungguh, dia tidak sanggup bila harus melihat Clarissa menghadapi masalah besar di saat anak tercinta dalam kondisi tengah berbadan dua.
Hari ini, Clarissa datang hanya seorang diri tanpa ditemani oleh siapa pun termasuk Sean. Sang suami diminta David datang ke kantor untuk menghadiri rapat dengan para pemegang saham membahas terkait saham perusahaan yang terus menurun sedangkan Anita sibuk mengurusi Xena yang sudah tiga hari merajuk dikarenakan di sekolah dia menjadi bahan bully teman sekelasnya akibat mempunyai ibu tiri seorang pelakor.
Melihat situasi mulai tak kondusif, Clarissa bergegas menghubungi untuk Alvin memajukan acara press conference yang rencananya akan diadakan satu minggu kemudian. Berkat kekuasaan, jabatan dan harta benda yang dimiliki ayah angkatnya, acara press conference bisa berlangsung meski sempat mengalami perubahan hari pelaksanaannya.
"Aku minta kalian terus mengawasi gerak gerik para wartawan dari balik tirai ini. Bila terjadi hal mencurigakan segera beritahu aku, mengerti?" ujar Jack kepada petugas keamanan yang diminta Alvin menjaga ketertiban selama acara berlangsung. Sebagai satu-satunya orang lama yang dikenal Clarissa, pria itu diberi tanggung jawab untuk memastikan keadaan sekitar aman hingga acara selesai digelar.
"Baik, Tuan Jack!" sahut pria berseragam serba hitam hampir bersamaan. Telapak tangan terangkat ke udara, memberi perintah kepada mereka untuk bersiap di tempat masing-masing.
Jack melirik arloji miliknya. Hanya tersisa lima menit lagi, acara segera dimulai. "Nona Clarissa, sebaiknya Anda bersiap-siap karena sebentar lagi acara di mulai," ucap pria itu lembut. "Di saat sesi tanya jawab berlangsung, lalu tiba-tiba Nona merasa tidak enak badan, segera meminta Lori mengantarkan ke ruangan di sebelah. Di sana sudah ada dokter kepercayaan Tuan Alvin serta perawat yang berjaga apabila Nona membutuhkan pertolongan medis."
Lori yang berdiri tegap di belakang Clarissa, berkata, "Benar, Nyonya. Anda jangan sungkan meminta saya ataupun pengawal lain untuk mengantarkan Nona menuju ruangan sebelah. Kami siap membantu Anda. Kapan pun dan di mana pun, kami siap menerima perintah Nyonya."
Clarissa melirik ke arah Jack lalu menoleh ke belakang kemudian tersenyum lebar kepada penjaga wanita satu-satunya yang diutus David menjaga keselamatan selama tak berada di rumah. "Kalian tenang saja saya pasti bilang kalau memang merasa tidak enak badan," tutur wanita itu. "Terima kasih karena selalu sigap menolongku."
__ADS_1
Tepat pukul satu siang, acara pun dimulai. Semua tamu undangan duduk di kursi yang telah disediakan. Sebelum acara dimulai, para pemburu berita terus menerus mengambil gambar Clarissa tanpa ada tanda-tanda kapan mereka akan berhenti. Kendati demikian, sang empunya acara sama sekali tidak keberatan, dia malah tersenyum hangat seakan ingin menunjukan bahwa dirinya siap melawan iblis jahat dalam wujud seorang wanita.
Seorang wanita berpakaian rapi membuka acara, lalu mempersilakan Clarissa terlebih dulu menyampaikan sepatah dua patah kata sebelum sesi tanya jawab dimulai.
"Terima kasih saya ucapkan kepada teman-teman wartawan karena bersedia hadir dalam acara press conference yang didakan hari ini. Mungkin sebagian dari kalian bertanya-tanya kenapa acara ini dimajukan dari waktu yang ditentukan. Itu semua karena saya sudah tidak tahan melihat situasi yang semakin tak kondusif. Terlebih, anak saya--Xena menjadi korban atas berita ini. Untuk itulah saya memutuskan memajukan acara ini agar semua urusan cepat selesai," tutur Clarissa panjang lebar mengungkapkan alasan kenapa dia meminta para pemburu berita hadir hari ini padahal tangga yang tertera masih beberapa hari lagi.
"Baiklah, tanpa membuang waktu terlalu lama kalian boleh menanyakan apa pun terkait pemberitaan yang sedang hangat terjadi di negeri ini," sambung Clarissa maka acara pun dimulai.
"Nona Clarissa, apakah benar jika Anda adalah orang ketiga yang merusak hubungan rumah tangga Tuan Sean dan Nyonya Karin?"
"Apakah benar Nona Clarissa sengaja merayu Tuan muda Anderson demi mendapatkan status sosial agar kehadiran Anda diakui oleh orang lain?"
"Nona, saya dengar Anda telah menikah siri dengan Tuan Anderson apakah itu benar?"
Rentetan pertanyaan itu keluar dari mulut para pemburu berita. Clarissa hanya tersenyum kala dicecar berbagai pertanyaan yang menyudutkannya. Sudah tidak kaget sebab dapat memprediksi kejadian ini akan terjadi.
Setelah menampung beberapa pertanyaan, akhirnya Clarissa berkesempatan menjawab semua pertanyaan yang ditujukan kepadanya. Sebuah amplop coklat berada di samping, yang sebentar lagi akan dia perlihatkan kepada para wartawan itu.
__ADS_1
"Baik, saya rasa pertanyaan dari kalian cukup segini dulu. Nanti, kalau memang ada yang ingin ditanyakan lagi, saya persilakan."
"Berita panas yang terjadi selama beberapa hari belakangan ini tidaklah benar. Saya bukan orang ketiga yang merusak hubungan rumah tangga antara Tuan Sean dengan Nyonya Karin. Hubungan mereka sudah renggang sebelum saya bekerja di perusahaan Anderson Grup."
"Selama lima tahun, Tuan Sean tidak pernah mencintai Nyonya Karin. Pernikahan mereka terjadi atas dasar balas budi karena saat itu Nyonya Karin telah mendonorkan darahnya untuk mendiang Nyonya Sabrina. Meskipun akhirnya Tuhan memanggil beliau kembali ke sisi-Nya namun Nyonya Anita merasa berhutang budi. Oleh karena itu, beliau meminta Tuan Sean menikahi Nyonya Karin karena kebetulan seorang bayi mungil nan menggemaskan baru saja ditinggal pergi oleh ibu kandungnya. Tak ingin kekurangan kasih sayang dari seorang ibu, akhirnya Tuan Sean mengabulkan permintaan tersebut. Akan tetapi, rupanya keputusan mereka menerima Nyonya Karin menjadi salah satu bagian dari keluarga Anderson adalah salah sebab wanita itu sama sekali tidak pernah tulus menyayangi dan mencintai Nona Xena seperti anak kandungnya sendiri."
Sontak, suasana ruangan yang semula sepi kembali ramai. Para wartawan mulai berbisik kala mendengar jawaban Clarissa. Sebuah fakta tersembunyi yang selama ini tidak pernah didengar oleh mereka.
"Maksud perkataan Nona Clarissa apa? Tidak tulus bagaimana? Bukankah kita semua tahu bagaimana sikap Nyonya Karin terhadap anak tirinya? Nyonya muda Anderson sangat menyayangi Nona Xena meski gadis itu bukan anak kandungnya." Salah seorang wartawan berucap dari kursi belakang. Perkataan itu mewakili hampir seluruh para wartawan di ruangan tersebut.
Clarissa tersenyum geli saat mendengar wartawan itu memuji Karin seolah wanita itu adalah sosok bidadari yang diutus Tuhan untuk menyayangi Xena dengan sepenuh hati.
"Apa yang Anda katakan memang benar. Nyonya Karin sangat menyayangi Nona Xena. Namun, apabila Tuan Sean serta Tuan dan Nyonya besar tidak ada di rumah maka dia berubah wujud menjadi iblis yang sangat menyeramkan," jawab Clarissa lantang serta tatapan sinis mengarah wartawan pria di belakang sana.
.
.
__ADS_1
.