
Ballroom hotel yang semula hening kembali ramai kala mendengar perkataan Clarissa. Lagi dan lagi mereka dibuat terkejut akan sebuah fakta baru yang tak pernah terungkap selama ini.
"Kalian semua pasti tidak percaya dan menuduh bahwa berita yang saya katakan tadi hanyalah sebuah karangan belaka. Oleh karena itu, saya akan menunjukan bukti-bukti bahwa Nyonya Karin tidaklah sebaik dan sepolos yang kalian kira." Clarissa menoleh ke belakang, menganggukan kepala memberi kode kepada Jack untuk menampilkan slide foto kekerasan yang pernah dilakukan Karin terhadap Xena.
Jack menangkap gerakan tersebut. Lantas, dia menancapkan flash disc ke laptop yang biasa dibawa olehnya. Menunggu beberapa detik hingga proses penyelarasan selesai. Seluruh tamu hadirin tampak sangat penasaran bukti apa yang ingin ditunjukan oleh sang sekretaris.
Senyum mengembang, membayangkan sebentar lagi reputasi Karin hancur dan nama baik Clarissa serta keluarga Anderson bersih seperti sedia kala.
Sebentar lagi kamu akan hancur, Karin sama seperti hidupku yang pernah hancur akibat kejahatanmu dulu, batin Clarissa.
"Let's enjoy the show!" seru Jack lirih. Jemari tangan pria itu menekan sebuah icon. Maka munculah slide foto serta rekaman yang menampilkan kekerasan Karin terhadap Xena saat suami serta kedua mertua wanita itu tidak ada di rumah. Kemudian bagaimana kejamnya wanita itu saat mengancam para pelayan serta penjaga keamanan di mansiom keluarga Anderson.
"Itulah yang dilakukan Nyonya Karin selama tiga tahun ini. Alih-alih memberikan kasih sayang dia malah memperlakukan anak tirinya dengan begitu kejam. Nyonya Anita meminta Tuan Sean menikahi dia, berharap Nona Xena tidak kekurangan kasih sayang dari seorang ibu. Namun, ternyata wanita yang diharapkan dapat memberikan surga kebahagiaan malah memberikan neraka bagi anak usia lima tahun. Jika itu terjadi kepada rekan wartawan, apakah kalian tetap mempertahankan wanita itu untuk menjadi pasangan hidup?" tanya Clarissa dengan sorot mata tajam. Seketika, wajah wanita itu berubah dingin tak lagi hangat seperti sebelumnya.
"Bukan cuma itu saja, Nyonya Karin pun telah berselingkuh di belakang Tuan Sean selama mereka mengarungi bahtera rumah tangga. Wanita macam apa yang tega berselingkuh sementara dia telah resmi menjadi istri dari pria lain! Apa kalian mau hidup selamanya dengan seorang wanita berhati jahat dan tak setia seperti Nyonya Karin? Pasti jawabannya, tidak! Begitu pun dengan Tuan Sean. Pria yang sedang kalian gunjingkan itu tak sudi tinggal satu rumah dengan wanita jahat seperti Nyonya Karin. Untuk itu, setelah semua kebenaran terungkap, Tuan Sean segera mengurus perceraiannya dengan mantan istrinya," sambung Clarissa sambil terus menatap tajam akan sosok wartawan pria yang duduk di kursi belakang.
__ADS_1
Firasat Clarissa mengatakan, pria itu merupakan orang suruhan Karin yang sengaja diutus untuk memprovokasi para wartawan agar pemberitaan buruk terus berembus dan membuat nama baik Anderson hancur di depan seluruh masyarakat Indonesia.
Clarissa bangkit dari kursi, lalu melangkah menuruni panggung. Lori bersiaga menjaga sang nyonya muda di belakang tubuh wanita itu sedangkan pengawal lainnya telah bersedia di tempat masing-masing. Layar monitor terus menampilkan bukti kekerasan serta persingkuhan Karin selama ini. Namun, sang sekretaris sengaja mem-blur foto lelaki yang merupakan selingkuhan dari musuhnya sebab dia mempunyai tujuan lain kenapa tak mau menampilkan wajah asli dari pria bodoh yang bersedia menjadikan Karin sebagai gund*knya.
Sebuah microphone wireless berada dalam genggaman Clarissa. Berjalan anggun dengan kepala tegak ke atas, membusungkan dada sambil memasang wajah serius hingga membuat nyali seluruh wartawan yang hadir menciut tanpa terkecuali. Di mata mereka, Clarissa bukan lagi sekretaris lemah yang mudah ditindak melainkan sosok wanita tangguh, kuat dan pemberani.
"Tadi, Anda bertanya apakah saya dengan Tuan Sean telah menikah siri? Maka jawabannya adalah ... iya! Saya dan pewaris tunggal Anderson Grup telah menikah secara siri. Namun, itu semua terjadi karena ada campur tangan Nyonya Karin di dalamnya. Seandainya saja malam itu dia tidak memberikan obat sialan ke dalam minuman suaminya maka pernikahan ini tak mungkin terjadi."
"Maksud Nona Clarissa, bagaimana?" Salah seorang wanita berhijab bertanya dengan tatapan menyelidik.
"Kita semua tahu efek apa yang dihasilkan bila keinginan itu tidak tersalurkan. Saya sebagai satu-satunya orang yang berada di dekat Tuan Sean, tentu saja tidak tega melihat betapa tersiksanya pria itu menahan gejolak hasrat dari obat sialan tersebut. Oleh karena itu, saya menawarkan diri demi menyelamatkan Tuan Sean meskipun akan ada resiko atas keputusan yang diambil. Namun, ternyata Tuan Sean bersedia bertanggung jawab dan mau menikahi saya secara siri."
Kemudian, Clarissa kembali menatap tajam ke arah wartawan pria. "Setelah kalian mengetahui kebenaran yang terjadi, dalam kasus ini siapa yang salah. Saya dan Tuan Sean? Atau malah mantan istri dari suami saya? Jawabannya ada pada diri kalian masing-masing. Namun, saya berharap semoga kalian bisa mengerti kenapa Tuan Sean sampai menceraikan Nyonya Karin."
"Jadi, saya mohon berhentilah menggunjingkan kami sebab tajamnya lidah kalian telah merugikan banyak orang termasuk Nona Xena. Gadis itu menjadi korban atas kejadian ini." Clarissa menarik napas dalam, kemudian mengembuskan secara perlahan. "Kedepannya, saya harap kalian bisa lebih bijak dalam menghadapi sebuah berita yang masih simpang siur."
__ADS_1
***
Sementara itu, di sebuah gedung pencakar langit tampak beberapa orang berpakaian rapi tengah duduk seraya membahas suatu hal penting terkait penurunan saham yang terus menerus merosot selama tujuh hari belakangan. Untuk mencegah agar tidak semakin turun, para pemilik saham sepakat mengadakan rapat internal bersama petinggi perusahaan yang melibatkan Sean dan David di dalamnya.
"Saya harap Tuan David mempertimbangkan usulan kami sebab ini demi kebaikan kita bersama. Bila terus mempertahankan Tuan Sean maka tidak menutup kemungkinan kita akan rugi besar dan bisa jadi perusahaan ini gulung tikar," tutur salah seorang pemegang saham berambut keperakan. Mencoba mengungkapkan isi hatinya di hadapan pemilik perusahaan.
"Benar, saya pun setuju! Kita tidak bisa mengambil resiko besar demi mempertahankan Tuan Sean. Banyak orang yang akan menjadi korban akibat keegoisan Tuan David bila bersikeras menjadikan putera Anda sebagai CEO perusahaan ini. Oleh karena itu, mohon pertimbangkan baik-baik usulan kami."
David mengembuskan napas panjang kala mendengar pendapat para pemegang saham. Saat ini dia dilema antara membela sang anak atau mengabulkan keinginan para petinggi perusahaan sebab perkataan mereka ada benarnya. Tuan besar Anderson bisa memaklumi kenapa mereka bersikeras menginginkan Sean turun dari jabatannya sebagai CEO perusahaan. Namun, melengserkan Sean begitu saja rasanya tidak tega karena semua permasalahan terjadi bukan disebabkan karena kesalahan sang anak.
Di saat David tengah bimbang, Antonio membisikan sesuatu di telinga seraya menunjukan sebuah video kepadanya. Senyum mengembang di sudut bibir. "Memang menantu idaman!" gumam pria itu.
.
.
__ADS_1
.