Pembalasan Sang Pelakor

Pembalasan Sang Pelakor
Kartu AS Mister White


__ADS_3

Sopir pribadi yang mengantarkan Clarissa membesuk Karin di penjara tengah memarkirkan mobil di depan sebuah toko kue ternama di kota Jakarta. Entah kenapa, tiba-tiba saja si cantik jelita itu ngidam ingin makan cake dengan toping strawberry. Konon katanya apabila ibu hamil ngidam dan tidak dituruti kemauannya maka saat bayi itu terlahir akan ngileran. Tidak ingin hal itu sampai terjadi menimpa anak keduanya dari suami berbeda, Clarissa meminta sopir mengantarkannya sebentar ke toko kue sebelum mereka pulang ke rumah.


"Kalian berdua tunggu saja di dalam mobil, biarkan Lori yang menjagaku," titah Clarissa kepada dua pengawal laki-laki berbadan tinggi, tegap dan berwajah sangar.


Kedua pengawal itu menganggukan kepala dan berseru, "Baik, Nyonya!"


Dengan sigap siaga, Lori membantu Clarissa turun dari mobil. Memastikan sepatu heels yang dikenakan tidak membuat sang nyonya muda terjebak di antara celah paving block dan menyebabkan wanita itu jatuh terjerembab di tanah.


"Lori, kamu pilihkan cake untuk para pengawal, sopir serta pelayan di mansion ya. Sementara aku akan memilih cake kesukaan suami, mertua serta anakku."


Tanpa membantah sedikit pun, Lori bergegas menuju etalase lain untuk mencarikan cake bagi rekan-rekannya. Percuma saja menolak, toh Clarissa pada akhirnya nyonya muda Anderson akan tetap membelikan cake bagi seluruh penghuni mansion.


Ketika Clarissa sibuk memilih kue, tiba-tiba seorang pria bermata sipit dan berhidung mancung datang menghampiri. "Wah ... ternyata dunia ini memang begitu sempit hingga saya dapat berjumpa lagi dengan Bidadari cantik dan baik hati seperti Nona Clarissa."


Tanpa menoleh sedikit pun, Clarissa sudah tahu siapa lelaki yang berdiri di sebelahnya.


Memutar bola mata malas dan mendesaah pelan. "Kutu kupret ngapain datang ke sini sih!" ucap Clarissa lirih. Suasana hati wanita itu berubah seketika.


Tangan masih sibuk memilih kue, cake serta roti-roti untuk keluarga tercinta. "Tidak disangka, ternyata Mister White adalah seorang pengangguran yang rela menguntit orang lain demi menggapai tujuannya," sindir Clarissa. Tidak peduli kalau pria di sebelahnya merasa tersinggung. Ia teramat lelah untuk melayani pria berengsek seperti mantan selingkuhan Karin.


Terkekeh pelan tanpa mengalihkan pandangan dari sosok cantik jelita di sampingnya. "Untuk meraih sesuatu yang diinginkan tentu saja harus rela berkorban. Dan ... Nona Clarissa ini memang seorang wanita yang pantas untuk diperjuangkan. Oleh karena itu, saya akan melakukan apa pun untuk mendapatkanmu," berbisik lirih saat mengucapkan kalimat terakhir.

__ADS_1


Perkataan mister White membuat kesabaran Clarissa habis. Lantas, ia menghunuskan tatapan tajam seakan ingin menghabisi nyawa lelaki berengsek di sebelahnya. Namun, ia mencoba bersabar demi menjaga nama baik keluarga Anderson.


Sebenarnya Clarissa bisa saja menampar atau bahkan melesakkan kepalan tangan ke wajah mister White dengan tangannya tetapi ia teringat kalau saat ini statusnya sebagai nyonya muda Anderson telah diketahui banyak orang. Jadi, berbuat kesalahan sedikit saja maka berimbas kepada keluarganya.


"Tapi sayangnya, saya bukan wanita gampangan yang dengan mudah menerima lelaki lain sementara status saya saat ini sudah bersuami." Melangkah meninggalkan etalase menuju sebuah kursi yang sengaja disediakan bagi para pengunjung.


Tekad sudah bulat ingin merampas sesuatu yang berharga dari Sean, membuat mister White terus mengikuti Clarissa ke mana pun wanita itu melangkah. Terlebih saat ini istri ketiga sang CEO sedang hamil, ia semakin bersemangat merebut istri serta calon anak Sean. Ia yakin jika rencana ini berhasil maka suami dari mendiang Sabrina bisa gila sebab sumber kebahagiaannya telah diambil orang lain.


Menarik kursi di seberang Clarissa hingga terdengar bunyi derit di ruangan itu. "Bagaimana kalau saya menawarkan seluruh harta kekayaan yang dimiliki asalkan Nona Clarissa bersedia meninggalkan suami Anda dan ikut bersama saya? Saya akan menjadikan Nona sebagai ratu di istana yang akan kita bangun. Memberikan segala macam kemewahan serta fasilitas yang belum pernah suamimu berikan sebelumnya. Dijamin deh, Nona Clarissa pasti tidak menyesal jika ikut dengan saya."


Meledak sudah suara tawa Clarissa detik itu juga. Perut terasa geli bagai digelitik oleh tangan tak kasat mata. Semua kata-kata mister White sukses membuat ia tertawa terbahak hingga beberapa orang pengunjung menatap aneh ke arahnya.


"Oh my ghos! Bagaimana bisa Anda kepikiran untuk menyerahkan semua kekayaan hanya untuk wanita biasa seperti saya, Mister?" Masih tertawa namun kali ini tatapan mata menatap tajam kepada pria bermata sipit. Sebenarnya ia sudah muak dan ingin sekali mengakhiri percakapan mereka. Namun, ia masih menunggu waktu yang tepat untuk membungkam mulut mister White.


"Sungguh?" ucap Clarissa. Wanita itu memajukan badannya ke depan hingga posisi mereka hanya berjarak tiga jengkal saja. "Anda rela melakukan itu semua karena saya adalah wanita istimewa? Atau ... karena saya adalah istri dari lelaki yang sangat kamu benci!" skak wanita itu.


Seketika bola mata mister White yang sipit terbelalak sempurna kala mendengar perkataan Clarissa. Dagu pria itu nyari saja copot dari tempatnya.


"Kenapa? Kaget ya, bagaimana saya bisa tahu rahasia Anda?" Clarissa tersenyum mengejek karena berhasil membuat mulut pria di seberang sana bungkam. "Asal Mister White tahu, kalau saya juga mengetahui identitas aslimu yang sebenarnya. Identitasmu yang merupakan pemilik restoran Jepang terkenal di Indonesia dengan anak cabang di mana-mana. Dan juga merupakan sahabat baik mendiang Nyonya muda Anderson."


"Akibat cinta ditolak membuat Anda dendam dan ingin merebut semua kebahagian Tuan Sean agar dia ikut merasakan bagaimana rasanya sakit hati karena sesuatu yang kita cintai malah dimiliki orang lain. Benar begitu?" Alis Clarissa turun dan naik. Cukup puas karena dia mempunyai kesempatan untuk menyerang mister White.

__ADS_1


Mister White mengedarkan pandangan ke sekeliling, memperhatikan adakah orang yang mendengar percakapan antara mereka. Setelah memastikan aman, barulah dia berkata, "S-siapa kamu sebenarnya?" tanyanya dengan tergagap.


Clarissa membenarkan posisi duduknya menjadi tegak. "Hanya wanita biasa yang kebetulan mempunyai mata dan telinga di mana-mana."


"Bohong! Kalau kamu wanita biasa mana mungkin bisa tahu semua rahasiaku!" sergah Mister White cepat. Bola mata pria itu bergerak tak tentu arah, begitu cemas karena takut ada orang lain tahu semua rahasia tentangnya.


Melihat mister White semakin gelisah membuat Clarissa semakin merasa puas karena akhirnya bisa mempermainkan pria berengsek mata keranjang.


"Ehm ... benar juga sih!" Jari telunjuk Clarissa mengetuk-ngetuk dagu seolah sedang berpikir keras. "Aah ... sudahlah. Tidak perlu kamu tahu siapa saya. Tapi saya cuma minta supaya kamu jangan pernah sekali-sekali menghancurkan Sean dan keluarganya sebab saya tidak akan tinggal diam jika ada seseorang yang berani mengganggu mereka."


"Saya punya semua kartu AS kamu, Mister White. Mulai dari nama aslimu, bisnis yang sedang kamu tekuni termasuk perselingkuhanmu dengan Karin. Semua bukti ada di tanganku. Jadi, kalau kamu berani menggangguku ataupun keluarga Anderson maka jangan salahkan saya kalau semua orang tahu jika kamulah lelaki berengsek yang berselinguh dengan mantan Nyonya muda Anderson."


"Jika semua orang tahu bukankah reputasimu akan hancur begitu pun dengan usaha yang kamu rintis sejak dulu. Bukan begitu, Tuan Akeno?" Clarissa sengaja menekankan kalimat terakhir dan itu semakin membuat mister White atau Akeno tersentak dari kursinya.


.


.


.


Halo semua, mohon maaf baru sempat update lagi. Kemarin lagi nguber karya untuk ikutan lomba anak genius jadi sedikit tersendat untuk karya ini.

__ADS_1


Oh ya, author mau mempromosikan karya punya teman nih. Judul dan nama penanya ada di bawah sini. Yuk kepoin!



__ADS_2