Pemilik Hati Kamelia

Pemilik Hati Kamelia
Kematian Ayah dan Ibu


__ADS_3

Riuh tangis memenuhi rumah Kamelia, perempuan berusia 20th, dengan tinggi 168cm, kulit putih bersih, dan rambutnya yg panjang lurus terlihat sempurna, wanita cantik itu adalah Kamelia. Putri satu²nya dari bapak Handoyo dan ibu Sofi.


Air matanya tak bisa di tahan lagi, Kamelia menangis sejadi-jadinya, bagaimana tidak orang tua yang ia sayangi kini telah meninggalkannya.


"Ayah.. Ibu.." lirih Kamelia


Orang tuanya baru saja meninggal karena kecelakaan saat akan pergi ke luar kota, Kamelia belum bisa menerima kepergian orang tuanya tersebut.


"Sayang, yang sabar ya, ikhlaskan kepergian Ayah dan Ibumu" ucap tante Lisa, yg mencoba menenangkan Kamelia.


Namun Kamelia tak memperdulikannya, ia tetap saja menangis.


"Assalamualaikum" suara Ustadz Ahmad yg masuk ke dalam rumah Kamelia.


"Waalaikumsalam" Sahut mereka


Ustadz Ahmad menghampiri Kamelia.


"Nak, sudah waktunya Orang tuamu di makamkan" kata Ustadz Ahmad


"Tunggu pak, saya sedang menunggu Kakek" jawab Melia sendu


Tidak berapa lama Kakek Wili datang, kakek Wili adalah Orang tua dari ayah Kamelia, disaat mendapatkan kabar jika putranya tiada kakek Wili langsung berangkat ke kediaman mendiang putranya.


"Kakek!!!" Teriak Kamelia, Kamelia berlari menemui kakeknya.


"Cup.. cupp.. sabar sayang ada kakek disini" kakek Wili memeluk cucunya.


"Kakek,, lihat Ayah dan Ibu tertidur, mereka sangat nyenyak hiks..hikss.. dan mereka tidak akan pernah bangun" tangis Kamelia kembali memecah.


Di pemakaman.....


Ayah dan Ibu Kamelia sudah di makamkan, satu persatu para petakziyah sudah pergi meninggalkan pemakaman, tinggallah Kamelia dan kakek Wili yg terduduk di sebelah makam tersebut.


"Ayo nak, kita pulang" ajak kakek Wili


"Hmmm" jawab singkat Melia


**Ayah Ibu aku pergi dulu, tapi Ayah dan Ibu jangan khawatir, aku akan sering mengunjungi Ayah dan Ibu** ucap Melia membatin

__ADS_1


Sesampai di rumah sudah ada yg menunggu kedatangan Kamelia, dia tante Lisa dan om Jony, Lisa adalah adik dari Sofi atau Ibu Kamelia.


"Kamelia.. sini duduk" kata tante Lisa


Kamelia pun duduk di sofa yg masih kosong.


"Oke langsung aja" Lisa memulai pembicaraan.


"Ada apa tante?" Tanya Melia


Kakek Wili hanya terdiam


"Ini adalah berkas² butik milik mbak sofi" Lisa memberikan map kepada Melia.


"Untuk?" Tanya melia singkat


"Kamelia ibumu sudah meninggal, dia kakakku satu²nya dan aku adik satu²nya, jadi..." Lisa menggantung kata²nya.


Melia terbelalak seakan mengerti kemana kata² tantenya akan tertuju.


"Jadi?" Tanya Melia singkat.


Ibu Kamelia memiliki Butik , ibunya memulai usahanya dari Nol hingga usahanya menjadi cukup besar, dan sudah dikenal banyak orang sedangkan tantenya Lisa berbeda dengan kakeknya, dia selalu berfoya-foya dengan suaminya.


Warisan orang tuanya di bagi dua untuk ibu Melia dan tantenya, tapi ibu Kamelia tidak pernah merebutkan warisan yg diberikan oleh mendiang orang tuanya, beliau lebih memilih membuka usaha bersama suaminya.


Dan membahagiakan anak satu²nya yaitu Kamelia.


"Lisa, apa tidak bisa kamu membahas ini. Kakakmu baru saja..." Kata² kakek Wili terhenti.


"Cukup pak. Bisakah anda todak ikut campur maslah ini, saya melakukan ini juga untuk Melia" Lisa menunjuk Melia


"Benar pak, jika butik mbak Sofi di biarkan terlalu lama maka akan bankrut" bela suami Lisa


Kamelia sudah merasakan kesedihan yg bertubi-tubi, baru saja orang tuanya meninggal kini tantenya merebutkan usaha ibunya yg di bangun bertahun-tahun.


"Aku pikir tante akan merasakan kesedihan yg aku alami, ternyata....." Henti Melia


"Apa?" Tanya Lisa

__ADS_1


"Ternyata sedikitpun aku tidak melihat kesediham di wajah tante" lanjut Melia tersenyum tipis.


Lisa yg mendengar ucapan Melia pun tidak terima.


"Jaga ucapanmu Melia, bahkan aku lebih sedih dari pada kamu, tapi aku tetap harus memikirkan bagaimana kedepannya" ketus lisa


Setelah beberapa lama berdebat Kamelia mulai lelah.


"Terserah tante, silahkan jika ingin mengurus butik ibuku urus semuanya dengan baik" kata Melia


Kakek Wili terkejut, dengan persetujuan melia.


"Tapi nak bagaimana denganmu?" Tanya kakek kepada melia.


Belum melia menjawab tantenya Lisa sudah menyerobot tanpa tau sopan santun


"Sudah berapa kali saya bilang, bapak jangan ikut campur" bentak lisa.


"Bisakah tante berbicara sopan" kamelia tidak terima melihat kakeknya diperlakukan seperti itu.


"Oke..oke.. maaf bapak Wili jangan khawatir saya akan mengurus butik dengan suami saya, dan saya akan membiayai melia" jelas lisa sedikit berbohong.


Lisa sudah berencana untuk menguasai butik kakaknya, dia mencoba berbagai cara untuk membujuk kamelia, akhirnya kamelia menyerahkan semua tanggung jawab butik kepada tantenya.


Lisa senyum penuh kemenangan, dan dia meninggalkan rumah melia.


"Kakek kenapa?" Tanyak melia kepada kakeknya , melia melihat kakeknya sedih.


"Nak ikutlah berama kakek di bandung, kakek akan menjaga dan merawatmu nak" ajak kakek wili.


Kakeknya cemas dengan keadaan kamelia, dia tidak tega meninggalkan cucunya sendiri stelah kepergian orang tuanya. Kakek wili tinggal di bandung, sedangkan melia di surabaya..


"Tidak kek, aku tidak mungkin meninggalkan rumah ini, sudah 20th aku tumbuh dan habagia disini kek" tolak melia dengan lembut.


kakek wilipun tidak bisa memaksa kamelia untuk ikut bersamanya ke bandung.


akhirnya kakek wili memilih untuk tinggal bersama melia sampai 7 hari setelah orang tuanya meninggal.


*********

__ADS_1


haii semua ini novel pertama author, semoga kalian suka yaa . jangan lupa vote dan like🥰


__ADS_2