
"Maksudnya mas?" Tanya melia
"Ponselmu hancur, aku akan mengganti yg baru kamu jangan khawatir"
"Tidak tidak mas tidak perlu, kenapa anda yg mengganti kan itu aku yg salah. Oh ya apa boleh aku meminjam ponsel anda? Aku ingin menghubungi temanku" kata melia lagi dia sedikit tidak enak karena terus saja merepotkan atnan.
Atnan memberikan ponselnya pada melia "ini pakailah, aku kebawah sebentar ya" atnan pun pergi meninggalkan melia.
Melia segera mengirim pesan menggunakan ponsel atnan.
📨Malia: Assalamualaikum Naufal maaf aku baru mengabarimu yaa, urusanku sudah selesai tapi aku belum bisa menemuimu. Kamu jangan khawatir aku baik-baik saja, ponselku hilang dan aku meminjam ponsel saudaraku.
Send
Tak berapa lama naufal membalas.
📩Naufal: waalaikumsalam. Aku sangat khawatir mel. Tapi aku ingin segera bertemu denganmu 2 hari lagi apa kamu sudah bisa menemuiku??
"Aku tau kamu pasti sangat khawatir, aku akan menemuimu 2 hari lagi fal. Aku juga sangat merindukanmu" ucap melia sambil tersenyum membaca pesan naufal.
Ceklek..
Pintu terbuka, dilihatnya atnan sedang membawa nampan yg berisikan makanan serta minum .
"Makanlah dulu lalu minum obat" atnan duduk didekat melia dan hendak menyuapinya.
"Maaf ya mas atnan aku sangat merepotkan anda" kata melia ia merasa sangat tidak enak.
"Tak apa mel, lihat tanganmu juga masih perlu beristirahat jangan banyak gerak. Dan jangan terlalu formal padaku. Buka mulutmu" melia pun tak menolaknya ia membuka mulutnya dan segera menghabiskan makanan itu tak lupa ia juga meminum obat.
"Anak pintar" kata atnan sambil memegang kepala melia.
"Mas kamu seperti bicara dengan anak kecil"ucap melia sambil tersenyum
"Kamu memang gadis kecilku" kata atnan lagi.
"Apa mas?" Tanya melia ia sangat terkejut.
"Sudahlah sekarang istirahatlah besok pagi kamu harus bekerja kan" melia pun tidur tak lupa atnan menyelimuti melia.
"Jaga dia ya, aku berada di kamar sebelah" perintah atnan pada pelayannya.
"Baik tuan"
Paginya atnan masuk ke kamar melia ia membawakan sarapan untuk melia, dilihatnya melia sudah siap dengan seragam kantornya.
"Selamat pagi" sapa atnan.
"Pagi mas atnan, kenapa kamu selalu repot²-repot seperti ini" lagi-lagi melia merasa tak enak.
"Jangan bawel yaa cepat buka mulutmu" melia seperti sudah terbiasa di suapin atnan.
"Kenapa? Apa tanganmu masih sakit? Atau makanannya tidak enak?" Tanya atnan karena melihat melia sedikit lesu.
"Bukan mas, tanganku sudah membaik dan makanannya sangat enak" jawab melia.
"Lalu?"
"Ini hari pertamaku bekerja mas, aku sangat gugup" ucap melia mendengar itu atnan tertawa kecil.
"Jika kamu gugup panggil namaku" canda atnan kepada melia, merekapun tertawa bebarengan.
Kini melia di antar atnan ke kantornya,
Tak berapa lama mereka sudah sampai di depan kantor melia.
"Jangan gugup ya, ada aku"ucap atnan memegang pundak melia.
"Iya mas atnan makasih ya"
Atnan pun membantu melia turun dari mobil dia terus memapah melia sampai ke loby kantor baru kali ini melia memakai tongkat jadi ia sedikit kesulitan.
Dan benar saja banyak pasang mata yg melihat mereka berdua. Termasuk boss besar di kantor itu.
"Jam berapa nanti pulangnya" tanya atnan memecah keheningan
"Belum tau mas ini kan hari pertamaku" jawab melia
"Ya udah nanti hubungi aku kalau sudah pulang ya, aku akan menjemputmu"
"Tapi aku tidak punya ponsel mas" kata melia .
__ADS_1
Atnan memberikan ponsel baru kepada melia. Melia terkejut ia menolak namun atnan terus memaksa.
Akhirnya melia menerima ponsel pemberian atnan.
"Mas atnan kamu baik sekali. Makasih banyak ya" melia tak sadar memegang tangan kiri atnan.
Atnan tersenyum dan tangan kanannya ikut memegang tangan melia.
"Sama-sama melia, disana ada nomerku dan nomer temanmu yg kamu hubungi semalam. Dan aku menyalin nomernya di ponsel barumu" melia tak habis pikir kenapa atnan begitu baik dan pengertian padanya. Melia melihat tangannya yg saling menggenggam tangan atnan, seketika melia langsung melepaskan.
"Maaf mas melia gak sengaja. Ya udah melia naik dulu ya mas. Kamu hati-hati berangkat kerjanya" kata melia dia memberikan senyum termanisnya.
"Baikalah sampai jumpa jaga baik-baik dirimu" atnanpun keluar dari kantor melia dan segera pergi ke kantornya sendiri.
Meliapun berjalan menuju lift, dia terlihat sangat kesusahan. Lift yg di pakai melia sudah sampai ke lantai 20.
Ia segera berjalan menuju ruangan wayan.
Karena yg dikenalnya hanya wayan.
Tok.tok.tok
"Masuklah" sahut wayan
"Permisi pak wayan apa saya terlambat" tanya melia.
Wayan menatap melia dengan sangat terkejut.
"Anda tidak terlambat nona. Apa yg terjadi pada anda " tanya wayan
"Itu pak kemarin saya jatuh dari motor terpaksa harus pakai ini" jawab melia.
"Nona yakin bisa bekerja dengan seperti ini, saya lihat ini sangat tidak baik" wayan melihat kaki melia. Melia memang memaksakan untuk bekerja karena tidak mau kehilangan perkerjaannya.
"Ini memang sakit pak, tapi saya masih mampu untuk bekerja"jawab melia
"Baiklah ikut aku keruangan direktur utama, ini hari pertama anda bekerja. Tugas anda belum padat"jelas wayan yg di angguki melia. Mereka berjalan keruangan adam. Melia masih belum tau siapa boss utamanya itu.
Wayan membuka pintunya dan mempersilahkan melia masuk.
Dilihatnya seorang pria tengah berdiri menghadap jendela. "Tuan adam nona melia sudah datang" ucap wayan. Adam hanya memberi kode sehingga wayan keluar dari ruangan adam.
Melia sangat gugup karena dilihat bossnya itu sepertinya sangat galak.
**Dilihat dari belakang saja sudah serem** ucap melia dalam hati.
Sangat hening tak ada yg bersuara di dalam ruangan adam. Melia bingung apa yg harus di lakukan. Melia memberanikan diri untuk menyapa bosnya itu.
"Selamat pagi pak adam, saya kamelia sekertaris pribadi anda" sapa melia, namun tak ada balasan dari adam. Bahkan dia tidak melihat melia sedikitpun.
**Apa ini? Kenapa dia tidak menjawab. Dia tuli atau bisu astaga aku harus apa ini ** melia sangat bingung karena bossnya sama sekali tak bersuara .
Sedangkan kaki melia sudah cenat cenut tak kuat menahan kakinya lebih lama.
"Aww" pekik melia tak sengaja karena kakinya sangat sakit.
Seketika adam membalikkan badannya.
Dilihatnya sekertaris barunya itu tengah menunduk menatap kakinya yg di perban.
"Ehem" suara adam
Seketika melia langsung menaikkan wajahnya,, dilihatnya pria yg sangat ia benci.
"Kamu?" Kaget melia sambil menunjuk adam.
Adam berjalan mendekati melia .
Kali ini melia mematung kakinya sangat susah di gerakkan kebelakang.
"Beraninya kamu menunjukku ya" ucap adam suaranya sangat dingin dan menyeramkan. Melia menurunkan tangannya.
"Kenapa kamu disini, dimana presdir?? Ahh jangan-jangan kamu sudah memakan tuan adam ya" melia mencari laki² yg tadi menghadap cendela. Melia masih tak sadar jika pria itu adalah adam.
"Hahahahahh kamu ini bercanda ya atau memang kamu bodoh?" Kata adam yg membuat melia bingung melia masih bingung. Adampun menelfon asistennya untuk segera datang ke ruangannya.
Wayanpun sudah sampai ke ruangan adam.
__ADS_1
"Permisi tuan apa ada yg bisa saya bantu"tanya wayan
"Apa benar dia sekertaris barunya" tanya adam sambil menunjuk melia
"Benar tuan"jawab wayan
"Kamu sangat payah wayan, bagaimana gadis bodoh ini bisa menjadi sekertarisku"
**Apa sekertarisnya** batin melia.
"Bahkan dia tidak mengenal siapa bossnya, lebih tepatnya dia tidak mengenal siapa Adam aji Brawijaya" ucap adam lagi sambil menatap melia.
"Maaf tuan sepertinya nona melia pura-pura tidak tau" jawab wayan ia tau ini adalah permainan tuannya.
"Apa maksudmu pak wayan? Siapa yg pura-pura tidak tau?? Aku tau siapa pria ini. Dia adalah pria yg menyebalkan sampai membuatku cacat seperti ini" kesal melia, ia meluapkan semua emosinya
Dengan segera Adam memegang dagu melia
"Benarkah sepertinya aku harus memberitahumu sesuatu, dan mungkin ini akan membuatmu sangat sial" kata-kata adam sangat membuat melia tak bisa menjawab.
"Baiklah wayan beritau padanya tentang diriku" adam melepas kan tangannya dari dagu melia.
"Nona tuan ini adalah Adam Aji Brawijaya ia presdir di perusahaan ini dan anda adalah sekertaris pribadinya" jelas wayan
Melia terdiam ia bagaikan tersambar petir di pagi hari
"Kenapa diam nona? Sudah tidak bisa bersuara ya" ejek adam
Entahlah nasib apa yg diterima melia, baru saja kemarin ia mendapat musibah, dan hari ini dia harus menerima kenyataan jika dia harus bekerja di bawah orang yg sangat dibencinya.
"Saya mengundurkan diri" ucap melia pelan.
Adam yg mendengar itu semakin mendekati melia.
Ia memegang pundak melia.
"Dengarkan ini baik-baik siapapun yg sudah masuk kedalam perusahaanku tidak bisa keluar dengan muda, atau kau lupa dengan kontrak kerjamu hah?" Kata adam mengancam melia.
Melia tersadar dan mengingat semua kontrak kerjanya.
**Ya ampun aku masuk ke dalam perangkapnya bagai mana ini**batin melia.
Kaki melia bergetar adam yg merasakan badan melia tak seimbang segera melihat ke arah kaki melia. Di lihatnya kaki yg ditutup perban mengalirkan darah..
"Kenapa kakimu" tanya adam namun melia tak menjawab pandangannya kosong .
Segera adam menggendong melia
"Bukakan kamarku "perintahnya pada wayan.
Diruangan adam memang terdapat kamar untuk beristirahat disana sangat lengkap.
Di letakkan melia di atas tempat tidurnya.
Wayan memberikan kotak P3K kepada adam.
Adam membuka perban yg membungkus kaki melia.
"Aahh" lirih melia ia tersadar pada lamunannya.
"Apa yg kamu lakukan" tanya melia panik.
"Aku akan memotong kakimu. Kau harus di amputasi" kata adam yg membuat melia semakin takut.
"Tidak ! Jangan sentuh kakiku"
"Diamlah" adam terus membuka perban melia.
"Kumohon jangan tuan hiks..hiks" melia menangis dan memegang lengan adam "aku gak mau di amputasi tuan, aku mohon" seketika adam dan wayan tertawa terbahak-bahak.
Bagaimana ada wanita sebodoh ini pikirnya.
"Maaf nona tuan hanya ingin mengganti perban anda, lihatlah sudah penuh dengan darah "ucap wayan
Melia merasa malu, dia menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Kenapa malu?" Tanya adam
"Tidak, kau sangat menyebalkan tuan" grutu melia.
*****
__ADS_1
selamat membaca guyss🥰