
Pagi ini mereka sudah siap dengan rutinitas harian.
seperti biasa atnan akan mengantar melia berangkat kerja begitu juga pulangnya yg selalu di jemput.
kebetulan juka kakek wili akan kembali ke bandung. lagi lagi melia harus tinggal di rumahnya seorang diri.
"permisi tuan" wayan memasuki ruangan adam
"bagaimana yan? udah ada info?" tanya adam
wayan memberikan beberapa laporan dari pihak kepolisian.
yg pastinya mengenai penculikan kamelia.
dibuka laporan itu.
ternyata benar memang ada seseorang yg menyuruhnya melakukan penculikan itu.
"terus gimana kelanjutannya? masih belum tau siapa pelakunya??" tanya adam lagi
"dari pihak kepolisian belum tuan" jawab atnan.
"kita lakukan sendiri, keluarkan salah satu dari mereka, cari tau semua tentang dia dan keluarganya... kita perlu mengancam agar dia mau membuka suara" terang adam
"siap tuan saya permisi dulu"
wayan segera meninggalkan ruangan adam.
tak berapa lama kamelia masuk.
tok.. tok.. tok..
"masuk"
"permisi tuan ini laporan minggu lalu" kata melia memberikan laporannya kepada adam.
"duduk dulu" kata adam
melia segera duduk, sebenarnya dia tak ingin berlama lama dengan adam.. jika mengingat kejadian yg membuat dia bermalam dengan bosnya.
"tuan sebelumnya terima kasih karena sudah menolong saya kemarin..." ucapan melia terhenti
"sudahlah jangan dipikirkan lagi, dan untuk kejadian malam itu di apartemen kamu lupakan saja" jelas adam. yg membuat melia kaget.
dengan mudah ia meminta untuk melupakan. sedangkan melia selalu mengingatnya..
dia bahkan tidak tau apa yg sudah di lakukan adam pada malam itu.
"tentu saya akan melupakan" jawab melia dengan kecewa.
adam seakan tidak bisa mengartikan jawaban dari sekertarisnya itu.
"suprice....." teriak seorang wanita setelah masuk ke ruangan adam
membuat mereka terkejut.
dilihatnya wanita paruh baya yg masih sangat cantik.
"mama" kata adam
"tante ratna" kata melia.
adam memperhatikan ke dua wanita di depannya.. apa mereka saling kenal? pikir adam
"lohh kamelia" sapa ratna pura pura terkejut
ratna memang sengaja mengunjungi putranya,, sekalian ingin melihat calon menantunya yg bertahun tahun di rindukan
dipeluknya tubuh mungil melia..
"tante kok bisa kesini?? sebentar. tadi tuan adam manggil tante mama.. apa mungkin...."
"iya sayang, tante ini mamanya adam" jawab ratna sambil tersenyum
"mama kenal melia?" tanya adam
dan mama ratna hanya mengangguk
"duh tante kangen banget sama kamu,, sini sini sayang" ratna menarik tagan melia untuk duduk bersamanya di sebuah sofa yg ada di ruangan adam.
"melia juga kangen sama tante" kata melia keceplosan.
**ehh aku ngomong apa sih** batin melia.
"kamu cantik banget sihh.. bikin tante gemes" ratna mencubit cubit pipi melia.
kemarin mama atnan, sekarang mama adam.. membuat melia merasa punya dua ibu.
"ehemm.. ehem.." dehem adam
"mama sebebrnya mau ketemu aku atau gimana?" tanya adam
__ADS_1
"ya ketemu kamu dam, cuman kebetulan ketemu melia disini.. jangan bilang kamu cemburu yaa" goda ratna kepada putranya.
melia hanya memperhatikan tingkah ibu dan anak itu.
"mama kenal dimana sama sekertaris adam?" tanya adam
"mama ketemu di makam, ternyata kamelia ini putri dari sahabat mama dam, dia juga..." ratna menghentikan kata katanya.
hampir saja ia menceritakan semuanya.
karena menurut ratna belum saatnya.
ia ingin mereka saling mengenal perasaan masing masing.
"tante maaf ya melia tinggal dulu, karena masih ada pekerjaan" kata melia sambil melirik ke arah adam
"udah gakpapa temenin tante disini aja"
"tapi tanteee...."
"dam gakpapa kan melia nemenin mama dulu disini " teriak ratna kepada adam
"iya ma" jawab adam yg sudah duduk di kursi kerjanya
"tuhh gakpapa kan, bosmu udah kasih ijin kamu di sini aja sama tante" kata ratna
melia pun mengangguk setuju.
sebenarnya ia merasa tidak enak karena ini masih jam kerja.
ratna dan melia tengah asik mengobrol.
diam diam adam melihat tinggah ke dua wanita itu. adam tersenyum melihat keduanya tengah menceritakan hal hal yg konyol.
tiba tiba..
"sayang...."
mereka bertiga yg ada di ruangan itu melihat ke arah sumber suara
"sherin"kata adam.
sherin langsung memeluk adam. dicium bibir adam secara singkat.
sherin tidak mengetahui jika di ruangan itu tidak hanya ada mereka ber dua.
adam hanya mematung dan memberi kode pada sherin.
"sayang kamu kenapa?" tanya sherin
sherin segera menoleh ke arah sumber suara itu.
"t..tante" kata sherin terbata
"tante dari kapan disini" tanya sherin gugup
"dari sebelum kamu mencium putraku" jawab ratna ketus.
pandangan sherin ber alih kepada seorang gadis di sebelah mama adam
di lihatnya mama adam tengan memegang tangan gadis itu.
"maaf tante sherin gak tau" sherin segera menghampiri ratna dan bersalaman.
dengan malas ratna memberikan tangannya.
sherin duduk disebelah ratna.
"tante apa kabar?" tanya sherin basa basi
"baik" jawab ratna singkat
melia merasa tidak enak dengan situasi seperti ini.
ia ingin keluar tapi selalu saja di tahan oleh ratna.
sesekali sherin menatap melia dengan tatapan sinis.
"adam abis ini temenin mama makan siang ya" ajak ratna
adam tampak menimbang nimbang ajakan mamanya.
"iya kita pasti nemenin tante" jawab sherin
"saya ngajak anak saya, emangnya kamu gak kerja" tanya ratna
"lagi gak ada kerjaan tante" jawab sherin semanis mungkin.
"ya cari kerjaan yg lain. kalo kamu udah gak laku jadi model kan enak kamu masih punya kerjaan yg lain.. cari kerjaan yg pasti biar bisa buat masa depan, buat jangka panjang juga" kata ratna kepada sherin
"tante jangan khawatir, jadi model itu penghasilsnnya besar loh tan" jawab sherin tak mau kalah.. cuman dengan nada yg lembut
__ADS_1
"iya kan sekarang. kalo udah ada yg lebih muda dan cantik kamu juga gak di pakek" jelas ratna.
**sial ni wanita tua,, bisa bisanya ngomong kayak gitu. awas aja kalau aku udah nikah sama adam..** batin sherin
"udah mama dan sherin kenapa jadi debat sih" sahut adam yg dari tadi hanya menyaksikan mereka adu mulut.
akhirnya ratna lebih memilih untuk diam.
dia juga tidak mau jika melia berfikir bahwa dirinya seorang wanita yg jahat.
"ya udah kamu siap siap dam. abis ini kita makan siang" kata ratna "kamu juga ya sayang" sambung ratna yg menatap melia.
"melia nanti mau makan sama temen tante" tolak melia.
dia tidak ingin sherin semakin salah paham.
"gakpapa sekali ini aja. makan sama temannya bisa besok besok" jawab ratna tak mau kalah.
akhirnya melia pun setuju.
sherin segera menghampiri adam.
"sayang kamu pokoknya harus tolak keinginan mama kamu.. aku udah dateng kesini mau makan sama kamu" kata sherin pelan.
"sherin tapi mama jarang jarang datang kesini. apa kamu mau ikut aja?" tanya adam
sherin mengangguk.
tidak ada pilihan lain... dia tidak mau jika ratna mempengaruhi adam yg tidak tidak.
adam segera membujuk mamanya agar mau mengajak sherin, tapi ratna menolak.
akhirnya kamelia ikut memaksa ratna.
dan ratna pun menyetujui.
mereka ber 4 masuk ke mobil adam.
awalnya sherin mau duduk di depan sebelah adam.
namun dengan cepat ratna meminta untuk melia segera masuk di kursi depan.
dan ratna di belakang bersama sherin..
melia benar benar tidak enak dengan sherin.
terlebih mereka sudah berteman dari SMP meskipun bukan teman dekat.
"kita makan dimana ma?" tanya adam
"sayang kamu mau makan dimana?" ratna bertanya balik kepada melia.
"terserah tante aja, melia ikut" jawab melia. rasanya melia ingin keluar dari mobil adam..
dia tidak senang ke adaan seperti ini.
"gakpapa melia ajah yg milih mau makan dimana" tanya ratna lagi.
melia masih berfikir.. dia tidak tau mau makan dimana, karena tidak tau lestoran yg mana yg enak.
"udah cepet dimana?? lama banget mikir" sahut sherin.
yg membuat adam dan ratna menatapnya.
"iya udah kita pergi ke jalan sunanXX tuan" kata melia.
adam segera melajukan mobilnya ke alamat yg di minta melia.
setelah kurang lebih 15 menit mereka sudah sampai.
mereka turun dari mobil.
adam ratna dan sherin memutar mutar kepalanya mencari lestoran yg berada di sana.
"apa cuman aku yg ga liyat lestoran disini" kata sherin
"sayang kita makan dimana" ratna menimpali pertanyaan kepada melia.
"makan disana tante" melia menunjuk rumah makan sederhana yg cukup luas.
rumah makan yg terbuat dari bambu.
"kamu gak salah?? makan disana??" tanya sherin tak percaya
"iya" jawab melia mengangguk
mereka ber 4 segera jalan menuju rumah makan itu.
"bagus juga tempatnya bersih lagi" puji ratna yg membuat adam mengangguk tanda setuju.
******
__ADS_1
happy reading
jangan lupa like, rate n vote yaa🥰🥰