
Minggu ini adalah hari dimana melia dan adam melangsungkan acara resepsi pernikahannya.
Kerabat kerja, teman sekolah, teman kuliah dan seluruh saudara ke duanya di undang dalam acara itu.
Tak lupa beberapa awak media turut mengabadikan moment bahagia mereka.
Melia di rias dengan sangat cantik, begitu pun adam yang terlihat sangat tampan pada malam itu.
Seluruh tamu undangan sudah berkumpul di aula hotel yang sangat mewah.
Mereka menunggu kedatangan mempelai yang tengah berbahagia.
Saat saat yang di tunggu pun tiba, Kamelia dan adam berjalan di atas karpet berwarna merah.
Adam memegang tangan istrinya untuk naik ke atas pelaminan
Semua mata tertuju kepada mereka, Cantik dan tampan, sangat serasi.
Begitulah pujian pujian yang terlontar dari banyaknya tamu undangan.
Sedangkan di luar gedung itu..
"Sherin ayo" kata naufal sambil menggandeng tangan sherin.
"Kamu masuk saja, aku akan menunggu di mobil" jawab sherin, ia belum siap untuk masuk dan bertemu mereka.
"Sherin semua akan baik baik saja" paksa naufal.
"Naufal aku mohon, aku belum siap bertemu mereka. rasa bersalah ini masih menyelimuti pikiranku, titipkan salamku untuk melia dan berikan ini kepadanya" jawab sherin. ia memberikan sebuah kado berukuran sedang kepada naufal.
"Melia pasti bahagia jika kamu menemuinya" gumam naufal, ia tau bahwa sahabatnya itu bukanlah orang yang mendendam.
"Lekaslah masuk fal, aku menunggumu di dalam mobil ya" sherin mendorong tubuh naufal untuk berjalan masuk ke gedung itu.
Kemudian sherin sendiri masuk ke dalam mobil.
Ia tersenyum sambil menatap langit langit dari jendela mobil.
"Semoga kamu bahagia adam, 2 tahun yang kamu berikan tidak akan mempu terhapus begitu saja. aku menyesal karena telah menyakitimu. tapi yang lebih aku sesalkan aku tidak pernah mendapatkan dukungan dari orang tuamu. selama dua tahun aku melihat kebencian mereka untukku, sekalipun aku tau akan berakhir seperti ini aku selalu memaksakan untuk bertahan. dia perempuan baik dan kalian pasangan yang sangat serasi, tuhan menyatukan kalian dengan cara yang luar biasa" kata sherin, air matanya mulai menetes.
Bibirnya tersenyum miris, namun hatinya begitu sakit. ia yakin akan menemukan kebahagian yang lain suatu saat nanti.
Naufal sudah berada di dalam gedung resepsi, ia berjalan naik ke atas pelaminan untuk menyalami ke dua mempelai yang tengah berbahagia.
"Selamat ya" kata naufal menjabat tangan adam.
"Thanks bro" jawab adam.
Naufal beralih menjabat tangan melia dan memberikan kado titipan sherin kepadanya.
Saat hendak memeluk tubuh mungil melia, adam dengan cepat menghentikannya.
"Ehem.. bukan muhrim" sahut adam dengan menatap naufal. membuat naufal dan melia terkekeh.
"Oke oke sorry" kata naufal.
"Ini dari sherin, dia berada di luar" bisik naufal didekat melia.
Dan naufal pun turun dari atas pelaminan.
"Mas, aku boleh keluar sebentar?" tanya melia. ia sangat ingin menemui sherin untuk menyampaikan permintaan maafnya.
"Untuk apa sayang? banyak tamu undangan yang ingin bersalaman dengan kita" tanya adam.
__ADS_1
Melia membisikkan sesuatu ke telinga adam, membuat adam terkejut dan melarang istrinya untuk keluar dan menemui sherin.
Melia terus membujuk suaminya, dan akhirnya adam memberi ijin dengan di temani adiknya selvi.
Melia dan selvi pun berjalan keluar dari ruangan itu. melia melangkahkan kakinya dengan tergesa gesa.
"Kakak pelan pelan, gaun mu sangat panjang" sahut selvi yang mengikuti kakak iparnya sambil memegang ekor gaun melia.
Kini melia sudah berada di parkiran, ia mengedarkan pandangannya untuk mencari sherin.
Akhirnya melia melihat sherin terduduk di dalam mobil dengan kaca jendela terbuka.
"Sherin" sapa melia
"Mel, kok kamu disini?" sherin turun dari mobilnya. dan dengan cepat melia memeluk tubuh sherin.
Sherin tidak bereaksi apa apa, ia hanya tertegun.
"Kenapa kamu gak masuk?" tanya melia.
"Gak apa-apa mel, kamu kenapa kesini?" sherin bertanya balik.
Melia memegang tangan sherin, ia tau bagaimana perasaan wanita yang berada di depannya, melia tau bagaimana besarnya rasa cinta sherin kepada adam dulu.
"Maafkan aku sher, aku telah mengambil cinta dan kebahagiaanmu aku mohon maafkan aku" kata melia yang sudah mulai menangis.
"Haii untuk apa minta maaf? siapa bilang aku tidak bahagia, sebelum kalian menikah aku memang sudah putus dengan adam, dan sekarang aku sudah mencintai pria lain. Mmm... nampaknya adam sudah bergeser dari hatiku" jawab sherin dengan tertawa.
begitu mudah bagi sherin untuk menutupi semuanya, ia benar benar tertawa seperti tidak ada beban.
"Benarkah?" tanya melia memastikan, dan sherin pun mengangguk. dan lagi mereka saling berpelukan.
Beberapa minggu kemudian.
Sherin sudah mengikhlaskan jika akhirnya mantan kekasihnya itu menikah dengan melia. karena menurutnya melia adalah gadis yang tepat.
Sedangkan Naufal kembali ke Jerman untuk mengurus kepulangan papanya yang sudah membaik dari sakitnya.
"Hai mel.. hai ema" sapa sherin.
"Hai sherin" sahut mereka bersamaan.
mereka bertiga duduk di bangku taman yang berada di kampus.
"Kamu kenapa sher?" tanya melia, yang melihat raut wajah sherin tampak murung.
"Gak apa-apa mel" jawab sherin.
Sebenarnya ia tengah memikirkan naufal yang pergi ke jerman, sherin berharap agar pria itu lekas kembali.
Entah sejak kapan perasaan aneh itu datang menghampiri sherin, dirinya yang selalu cuek dan dingin terhadap naufal, kini merasa kehilangan.
"Makan siang dulu yuk" ajak ema kepada melia dan sherin.
membuat sherin membuyarkan lamunannya.
"Boleh yuk" jawab melia, dan sherin mengangguk.
Mereka bertiga pun berjalan menuju kantin, mereka duduk di sebuah bangku paling pojok dan memesan makanan masing masing.
"Sher kamu masih ada jam kuliah?" tanya melia.
"Kayaknya sih gak ada, soalnya dosennya lagi gak masuk" jawab sherin.
__ADS_1
"Ke kantor mas adam yuk" ajak melia, membuat sherin tersedak karena terkejut.
"Uhukk.. uhukk"
"Kamu gak apa-apa kan sher?" tanya melia.
"Gak apa-apa mel, aku cuman kaget aja kamu ngajak ke kantor adam" jawab sherin.
Sherin sudah lama tidak bertemu pria itu, jangankan bertemu berkirim pesan pun tidak pernah.
Hanya sesekali sherin akan mlihat foto mereka berdua yang masih tersimpan di galeri ponselnya.
"Iya. kamu mau ikut kan sher" melia memastikan.
"Ya boleh deh" jawab sherin membuat melia tersenyum.
Akhirnya makanan yang mereka pesan pun datang, di letakkan makanan itu di atas meja. seketika membuat melia menutup hidungnya.
membuat dua wanita di dekatnya kebingungan.
"Kenapa mel?" tanya ema.
"Gak apa-apa, ini sotonya kok gak enak bau nya ya" kata melia sambil menutup hidungnya dengan telapak tangannya.
Sherin dan ema pun mengambil mangkuk di depannya dan mencium makanan itu.
"Perasaan emang biasanya gini kok bau nya mel" kata ema.
"Iya benar" sahut sherin.
"Tapi ini gak enak banget bau nya, aku gak mau makan ini. dan kalian juga jangan makan ini ya" ucap melia, membuat mereka kebingungan.
Makanan sudah di pesan dan di hidangkan lalu untuk apa tidak dimakan, begitu pikir mereka.
"Terus makan apa dong?" tanya ema sambil mengerucutkan bibirnya, ia sudah merasa lapar. melia tampak berfikir makanan apa yang enak.
"Mmm... gimana kalo makan mie Ayam" Ujar melia bersemangat.
"Disini gak jual mie ayam mel" kata sherin.
"Ya udah gak usah makan deh, aku mau balik ke kantor suamiku" ucap melia yang sudah mulai lesu.
Akhirnya karena napsu makan melia sudah hilang, ia memutuskan untuk pergi ke kantor adam bersama sherin.
Sedangkan ema, ia memilih untuk menyantap nasi soto yang sedari tadi di perdebatkan oleh temannya.
"Naik mobilku aja ya" kata sherin, dan melia mengangguk.
Meraka pun melaju menuju kantor adam, setelah hampir 20 menit mobil sherin sudah sampai di depan gedung Brawijaya.
Melia turun dari mobil itu dan disusul oleh sherin.
Melia berjalan hendak memasuki gedung itu, tiba tiba langkahnya terhenti ia merasa sherin sedang tidak berjalan di belakangnya.
"Ayo sher" kata melia, saat melihat sherin hanya berdiri mematung dan melihat gedung itu.
"Aku ragu mel" ucap sherin.
"Gak apa-apa ayo" melia menggandeng tangan sherin, dan mereka berjalan bersama memasuki gedung itu.
*****
happy reading🥰 jangan lupa like n vote ya.. mohon maaf jika masih ada typo dan updatenya lama🙏🙏🥰
__ADS_1