Pemilik Hati Kamelia

Pemilik Hati Kamelia
Pasar malam


__ADS_3

Adam segera menghampiri melia yg tengah terduduk sambil memainkan ponselnya.


Adam mengulurkan tangannya kepada melia.


"Maaf mas" tolak melia


**Maaf dia bilang, dikira aku lagi ngamen** batin adam


"Ayo dansa denganku" ajak adam. melia menatap pria yg tengah memaksanya.


"Maaf tapi aku tidak bisa berdansa, cari yg lain ya" tolak melia lagi.


"Aku tidak menerima penolakan!!" ucap adam, membuat melia menatap wajah adam dengan kesal.


Melia segera berdiri dari duduknya, berniat ingin meninggalkan adam.


langkahnya terhenti karena adam segera meraih tubuh melia.


"Hei apa apaan kamu, sudah gila ya" bentak melia. adam segera membalikkan tubuh melia, membuat mereka saling berhadapan.


"Dasar sekertaris durhaka!" kata adam


"T..tuan" ucap melia terbata "Hmm" jawab adam


"Kenapa tuan ada disini?" tanya melia yg mulai panik. jika ada adam disini pasti juga ada sherin, begitu pikirnya.


"Cepat pegang tanganku dan kita berdansa" adam meletakkan salah satu tangan melia di bahunya.


**kan aku gemeteran lagi, kenapa selalu sedekat ini.. astaga bisa jantungan kalau gini** batin melia.


Mereka mulai berdansa mengikuti irama yg di mainkan. adam menatap wajah sekertarisnya dengan sangat lekat. begitu juga melia.


"Apa kamu menikmatinya?" tanya adam


"Iya.. eh maksudku tidak" jawab melia gugup


Kini mereka berada di tengah tengah kerumunan yg lain, melia dan adam berdansa seakan hanya ada mereka berdua disana.


Satu persatu mulai keluar dari lantai dansa, ada yg sudah lelah ada juga yg di diskualifikasi. hanya tertinggal beberapa pasang disana. termasuk sherin dan jo.


sherin sendiri tidak menyadari jika kekasihnya tengah berdansa dengan wanita lain, karena dia juga sangat menikmati berdansa dengan jo.


"Apa kamu mengingatku?" tanya jo


"Tidak" jawab sherin yg masih saja bergelayut di leher jo.


"Aku jo, apa kamu ingat?"


"Sepertinya aku mulai mengingatmu jo" jawab sherin sambil tersenyum


Kini tersisa dua pasang disana. sherin dan jo sedangkan adam dengan melia.


sementara yg lain terus memperhatikan dua pasang yg tengah asik berdansa.


"Aku udah ya, capek" kata sherin.


sherin dan jo keluar dari lantai dansa.


sherin kembali duduk dimejanya, dan mencari kekasihnya yg tidak ada disana.


"Dimana adam" sherin mencari adam . hingga pandangannya terhenti di depan, di atas lantai dansa yg di sorot oleh lampu.


sherin memperhatikan siapa pria yg tengah berdansa.


"Dia.. adam! apa benar itu adam? dan wanita itu" kata sherin yg terus memperhatikan mereka.


musikpun berhenti, begitu juga dengan adam dan melia yg menghentikan dansanya..


Prokk... prokk.. prokkk

__ADS_1


semua bertepuk tangan untuk adam dan melia.


"Awas kamu melia, berani beraninya menyentuh adam" sherin sangat geram, sherin segera menghampiri melia.


Byurr.....


Sherin menyiram melia dengan segelas minuman.


membuat mereka semua yg berada di sana terkejut histeris.


"Heii apa apaan kamu?" tanya melia.


sherin membuka topengnya, betapa terkejutnya melia melihat sherin yg telah mengguyurnya.


"S..sherin" kata melia.


"Kamu.. dasar perempuan tidak tau malu" bentak sherin dengan mata yg ber api api.


"Sherin cukup, kamu yg buat malu disini" sahut adam


"Adam, kamu jangan bela dia, perempuan ini memang ular.. setelah putus dengan kekasihnya dia mendekati kamu" hina sherin kepada melia.


melia hanya terdiam mendengarkan cacian dari sherin.


"Sherin cukup ya!! aku yg minta dia untuk berdansa denganku" kata adam. membuat sherin menggelengkan kepala tidak percaya.


tiba tiba sherin mengambil mic yg di pegang oleh salah satu panitia.


"Perhatian perhatian!!!!" ucah sherin


"Kamu ngapain sher?" tanya adam


"Untuk semua teman teman alumni, kalian pasti sudah tau kan siapa aku? ya aku sherin seorang model terkenal. dan pria yg ada di sebelahku ini adalah kekasihku sekaligus calon suamiku, dan wanita ini" sherin menunjuk melia.


"Wanita ini adalah perempuan yg menggoda kekasihku, kalian semua harus tau dia adalah Kamelia teman kalian semua, dia tidak punya harga diri, dia menjual dirinya kepada kekasihku karena gadis ini sudah jatuh miskin. beruntung orang tuanya meninggal jika masih hidup dia pasti menyesal punya anak seperti ini" hina sherin dengan penuh amarah.


Sebuah tamparan mendarat di pipi sherin.


sherin memegang pipinya yg terasa panas.


"Adam.. kamu"


"Iya aku, kamu pikir siapa dirimu bisa menghina melia seperti itu? apa kamu tidak bisa melihat dirimu sendiri?" kata adam pada sherin.


Seumur hidup adam belum pernah menampar seorang wanita, yaa sherin lah yg pertama ia tampar.


"Adam aku kekasihmu, apa kamu sadar melakukan ini padaku?"


"Aku sangat sadar, dan itu pantas untukmu" lanjut adam.


"Adam hentikan!" sahut melia.


"Memang aku yg salah disini, aku mohon jangan seperti ini" kata melia, tidak terasa air matanya mengalir.


Adam segera membawa melia keluar dari ruangan itu, sedangkan sherin masih mematung merasakan sakit dan malu yg ia alami.


"Seharusnya aku membunuhmu!!!!" teriak sherin, sedangkan melia dan adam sudah menghilang dari pandangannya.


Adam terus menggandeng tangan melia dan segera memasukkannya ke dalam mobil miliknya. adam segera melajukan mobilnya meninggalkan gedung itu.


di tengah jalan melia masih saja menangis.


bukan karena sherin menghina dirinya, tapi karena sherin menyebut ke dua orang tuanya yg telah tiada.


Adam memberhentikan mobilnya di sebuah pasar malam, adam sendiri belum pernah kesana.. ia hanya tau jika orang yg tengah bersedih butuh hiburan, dan untuk sekertaris polosnya itu sepertinya pasar malam dengan berbagai jenis permainan akan cocok untuknya.


"Tuan kenapa kemari?" tanya melia terisak.


"Ayo turun" adam membuka pintu mobil melia, dan segera membawa gadis itu masuk ke pasar malam.

__ADS_1


"Silahkan mau main apa nona??" ucap adam sambil membungkukkan tubuhnya


"Tuan apa yg kamu lakukan?" tanya melia sambil tertawa.


"Aku ingin bermain" jawab adam


"Bukankah ini tidak cocok untuk anda" ledek melia.


"Benarkah?? baikalah kalau begitu bagaimana jika kita bertaruh" kata adam


"Bertaruh apa?"


"Yg kalah harus siap menggendong yg menang keliling lapangan ini" ujar adam


"Lalu bagaimana jika aku yg kalah? aku tidak akan mampu menggendongmu tuan" kata melia sambil menekuk bibirnya.


"Berarti kamu harus menang nona" ucap adam


"Baiklah" sahut melia semangat.


"Deal?" adam mengulurkan tangannya


"Deal" melia setuju.


Mereka berkeliling di dalam pasar malam.


"Tuan aku mau main itu!!" teriak melia sambil menunjuk salah satu permainan.


"Tuan main yg itu"


"Tuan tuan itu lagi"


"Tuan... kenapa duduk di sini??" tanya melia


"Tunggu aku lelah" wajah adam terlihat penuh keringat.


"Yeyyy kamu kalah tuan" ledek melia


"Aku belum kalah, aku hanya lelah" elak adam.


"Tunggu sini ya tuan" melia pergi meninggalkan adam.


tidak berapa lama.


"Tuan minumlah" melia memberikan sebotol minuman kepada adam.


"Terimakasih" ucap adam.


Adam sangat senang, sekarang sekertarisnya kembali tersenyum.. ternyata usahanya tidak sia sia.


"Bagaimana tuan? lanjut??" tanya melia.


"Tentu!!" adam segera berdiri dari duduknya.


adam menyaksikan orang orang yg bermain tembak bebek.


"Apa kamu mau main itu?" tanya adam "Loh kemana dia" dilihatnya melia sudah tidak ada di sampingnya.


Adam mengedarkan matanya di setiap tempat. "Astaga ngapain dia"


Ternyata melia tengah bermain kuda kudaan.


"Tuan... tuan.. kemarilah ini sangat menyenangkan!!" teriak melia, membuat adam malu.


adam hanya menggeleng gelengkan kepalanya..


*****


happy reading🥰 maaf kalau masih ada typo ya🙏🙏🥰

__ADS_1


__ADS_2