
"Tutup mulutmu" kata adam . Melia melihat adam yg sangat tlaten mengobati lukanya.
"Kenapa bisa sampai seperti ini?" Tanya adam.
"Entahlah" jawab singkat melia
Adam terus membersihkan kaki melia.
Tak sengaja rok yg digunakan melia sedikit naik ke atas karena melia tak bisa diam. Dilihatnya paha mulus melia yg putih dan bersih. Adam menahan gejolaknya kringat dingin bercucuran.
**Apa-apaan ini aku sering melihat sherin menggunakan baju seksi, bahkan lebih parah dari ini. Tapi kenapa saat tak sengaja melihat dia seperti ini aku ingin sekali menerkamnya** batin adam
"Tuan anda baik-baik saja?" Tanya wayan
"Perban" kata adam meminta perban pada wayan. Wayan pun memberikan perban pada adam.
Lagi-lagi adam bergejolak beberapa kali ia menelan salivanya.. setelah menahan cukup lama akhirnya selesai juga perban melia di perbaiki.
"Tuan adam terimakasih.. ternyata anda sangat baik" ucap melia memuji. Adam pun semakin besar kepala namun ia tak ingin gelar kejamnya luntur dari dirinya karena pujian itu.
"Jika kucingku terluka aku juga akan melakukan hal yg sama" seketika wayan terkekeh mendengar bosnya ternyata bisa melawak.
"Anda menyamakan aku dengan kucing" kesal melia.
"Tidak" jawab adam singkat
Melia kembali kesal, ternyata adam tetaplah adam tidak ada yg berubah darinya.
Sekalipun dia telah melakukan kebaikan..
"Hari ini kamu pulang" kata adam pada melia.
"Kenapa tuan" tanya melia.
"Aku akan memberikanmu libur 2 hari" kata adam lagi.
"Tapi tuan..." Kata-kata melia terhenti
"Aku tidak akan memotong gajimu, aku tak ingin kejadian seperti ini terulang. Kau sangat merepotkan aku" jelas adam
Melia hanya terdiam
"Kau bisa pulang sendiri kan, aku tak ada waktu untuk mengantarmu"
"Bisa tuan, saya akan menghubungi teman. Sekali lagi terimakasih atas pengertiannya tuan" ucap melia.
"Wayan antar dia ke loby" printah adam pada wayan.
"Baik tuan, mari nona saya akan membantu anda" setelah melia berpamitan pada adam ia turun keloby di bantu wayan.
"Pak wayan sampai sini saja anda bisa melanjutkan kerja, saya akan menelfon teman saya"
"Baik nona, hati-hati dan lekas sembuh" kata wayan dan meninggalkan melia di loby.
Melia berencana untuk bertemu naufal hari ini, ia mengirimkan pesan pada naufal untuk bertemu di cafe max di depan kampus, naufalpun setuju untuk bertemu hari ini.
**Mas atnan hari ini sibuk ga ya. Apa aku mengganggunya kalo minta jemput jam segini** batin melia ia melihat jamnya masih jam 10 pagi.
Meliapun mencoba menelfon atnan.
📞Melia : Assalamualaikum mas
📞Atnan : waalaikumsalam melia, ada apa? Apa terjadi sesuatu padamu?
Atnan khawatir karena masih jam 10 tapi melia sudah menelfon.
📞Melia : tidak mas, aku hanya dipulangkan untuk istirahat selama 2 hari kedepan. Apa mas atnan sibuk?
Disisi lain atnan sedang miting dengan kliennya, tapi karena mendapat panggilan dari melia ia segera mengangkat telponnnya.
__ADS_1
📞Atnan : kebetulan aku sedang tak ada kerjaan, tunggulah disana aku akan segera menjemputmu.
📞Melia : baiklah mas, melia tunggu di loby ya.
📞Atnan : iya melia, ingat jangan jalan kemana-mana 10 menit lagi aku sampai.
Assalamualaikum
📞Melia : waalaikumsalam.
Atnan menutup telfonnya.
"Kim selesaikan rapat hari ini, aku ada urusan di luar" ucap atnan pada sekertarisnya.
"Baik tuan"
Atnan segera meninggalkan ruangannya dan menaiki mobilnya sedikit ngebut, entah apa yg ada dipikaran atnan dia begitu peduli pada melia , sehingga miting pentingpun ia tinggalkan.
Atnan sudah sampai di depan kantor melia dan benar saja dalam waktu 10 menit ia sudah sampai.
"Melia" panggil atnan.
"Mas atnan sudah sampai, cepat sekali" tanya melia.
"Iya kebetulan jalanan tidak macet, ayo kita pulang" ajak atnan sambil membantu melia berdiri dari duduknya.
"Mas aku masih ingin bertemu dengan temanku, apakan mas atnan bisa mengantarku?" Tanya melia.
"Tentu saja, aku akan mengantarmu kemana saja" jawab atnan yg dibalas senyuman manis oleh melia.
Sesampainya di mobil atnanpun berjalan menuju cafe yg di minta melia.
15 menit sudah sampai di cafe tersebut, terlihat naufal sudah duduk di dalam cafe.
"Mas atnan tunggu sini ya, melia mau bertemu teman sebentar. Gak apa-apa kan?"
"Iya melia, aku akan menunggu disini, hati-hati ya" atnan membantu melia turun dari mobil.
"Hai fal" sapa melia
Naufal terkejut dilihatnya melia sedang memakai tongkat.
"Mel apa yg terjadi padamu, kenapa kamu bisa seperti ini" naufal memegangi pundak melia.
"Aku tak apa fal, kemarin hanya jatuh dari motor" jawab melia
Naufal membantu melia untuk duduk, dan mereka memesan minuman kesukaannya. Tak berapa lama pesananpun datang.
Dengan cepat melia langsung meminum jus apukat tanpa tersisa.
"Pelan-pelan melia aku tak akan memintanya" kata naufal bercanda.
"Hehe aku haus fal".
Merekapun ngobrol santai dan sesekali bercanda.
Hingga naufal mulai menunjukkan wajah seriusnya.
"Naufal, ada apa?" Tanya melia
"Mel aku mau membicarakan sesuatu padamu" naufal tampak gugup
"Iya fal, katakan saja aku akan mendengarkannya" tiba-tiba naufal memegang tangan melia.
"Kamelia aku minta maaf padamu karena aku tidak bisa menemanimu lagi" kata naufal
"Ada apa fal ceritakan semua padaku"
Naufal melanjutkan pembicaraanya "mel besok aku akan pindah ke jerman" tiba-tiba melia tak bersuara dia terkejut karena sahabatnya itu akan meninggalkannya.
__ADS_1
"Ayahku sakit" naufal mencoba menceritakan semuanya, sekalipun itu menyakitkan untuk dirinya dan melia.
"Dia hanya memiliki aku, dan aku akan merawatnya di jerman. Sekaligus mengurus perusahaan ayah, sebenarnya aku tidak sanggup meninggalkanmu mel. Karena aku telah berjanji akan menjagamu, tapi bagaimanapun juga aku tidak bisa membiarkan ayah sendirian disana" tak terasa air mata melia keluar dari mata indahnya ia tak bisa menahan sedihnya. Tanpa naufal sadari ternyata melia menyukai naufal meskipun belum mengungkapkannya.
Melia hanya terdiam sambil meneteskan airmata.
"Katakan sesuatu melia" naufal mulai cemas karena melia hanya diam.
"Maafkan aku fal, aku terlalu egois" kata melia sedih
"Tidak mel aku yg salah disini maafkan aku" balas naufal.
Memang melia tak ingin naufal pergi, tapi bagaimanapun ayahnya jauh lebih penting dari apapun.
"Naufal tak apa jika kamu akan pergi ke jerman, aku akan terus mendokanmu semoga kamu baik-baik saja, kamu sahabatku yg sangat aku sayangi. Aku akan mengiklaskanmu fal" lanjut melia lagi, ia mencoba untuk tegar.
"Makasih ya mel, aku janji akan kembali setelah semua disana selesai" melia hanya menganggukkan kepalanya.
"Melia ada yg ingin aku katakan padamu sebelum aku pergi" kini wajah keduanya semakin serius. "Iya katakan saja fal" jawab melia.
Kini naufal sudah tidak bisa lagi menahan perasaannya, dia memberanikan diri untuk mengungkapkan isi hatinya.
"Aku mencintai kamu melia, aku tau kita hanya sahabat. Tapi perasaanku padamu sayangku padamu melebihi seorang sahabat. Aku mencintaimu sebagai wanita mel, aku tau ini terlambat tapi setidaknya aku pergi tidak membawa beban di hatiku" melia hanya terdiam lagi-lagi air matanya menetes.
"Sekarang katakan mel, bagaimana perasaanmu padaku?" Tanya naufal
"A..aku" jawab melia terbata, naufal terus memegang tangan melia, ia dapat merasakan kehangatan dari tangan pria yg sedang ada di depannya.
"Aku juga mencintai kamu fal, mencintai kamu sebagai pria" jawaban melia spontan membuat naufal kegirangan ia berdiri dari kursinya . Naufal berjalan mendekati melia ia memeluknya.
"Terimakasih kamelia setidaknya aku tau perasaanmu padaku. Detik ini juga akan aku jaga hatimu bersamaku, meskipun aku tidak bisa membawa ragamu" naufal melepas pelukanannya karena melia semakin menangis.
"Haii sudah jangan menangis percayalah jika memang kita di takdirkan untuk berjodoh maka sejauh apapun jarak kita, selama apapun kita tidak bertemu. Maka kita akan di persatukan suatu saat nanti, aku tidak ingin menjadikanmu pacarku, cukup aku tau kamu mencintaiku maka aku akan terus berdoa untukmu agar suatu saat nanti aku dan kamu bisa menjadi kekasih dunia akhirat" naufal menghapus air mata melia yg terus mengalir membasahi pipinya.
"Berjanjilah kamu akan bahagia disini melia, kebahagiaanmu melebihi apapun untukku" lanjut naufal lagi
"Fal, terimakasih telah mencintai aku dengan tulus. Aku berjanji akan selalu bahagia dan kamu juga harus bahagia, jaga dirimu fal" kini melia sudah tidak menangis lagi, ia tak ingin orang yg ia sayangi menjadi sedih.
Naufal memeluk melia lagi, kini naufal yg menangis air matanya tumpah di pundak melia .
"Melia lekaslah sembuh aku tidak ingin melihatmu seperti ini. Aku sangat mencintaimu mel,, andai masih ada pilihan untukku aku akan lebih memilih untuk tetap tinggal di sisimu"
"Kenapa sekarang kamu yg menangis, dasar cengeng" melia mencubit pipi naufal.
Naufal mengambil tasnya ia mengeluarkan kotak berisi kalung, batu di tengah berbentuk love ,, ia memasangkan kalung itu di leher melia.
"Fal untuk apa ini" tanya melia.
"Pakailah jika kamu rindu aku kamu bisa melihat kalung ini. Tapi jika suatu saat aku belum kembali dan kamu sudah memiliki pendamping yg lain maka lepaslah kalung ini"
"Aku tidak akan pernah melepasnya naufal"
Sudah lebih 20 menit melia di dalam cafe namun atnan masih setia menantinya di mobil.
**Jangan menangis gadisku, aku tak tega melihatmu menangis** batin atnan karena ia dapat melihat melia berbicara dengan pria dan menangis.
Kini saatnya naufal benar² berpamitan
"Melia aku pergi ya" pamit naufal
"Iya fall hati-hati ya"
Naufal melepas pelukannya dan ia segera pergi, rasanya dia tidak sanggup jika terus memandang melia terlalu lama.
"sampai jumpa melia" Naufal melampaikan tangannya kepa melia.
Melia berdiri dan terus melihat naufal pergi setelah naufal tak terlihat lagi kaki melia lemas.
__ADS_1
Ia terduduk
**Tidak ya allah, aku mohon ini hanya mimpi. Naufal kembalilah kamu tak akan mungkin meninggalkanku. Maafkan aku yg beberapa hari ini tak memperdulikanmu. Aku benar-benar menyesal** melia terus menangis dan memegang kalung pemberian naufal. Melia meletakkan kepalanya di atas meja, menutup wajahnya dengan telapak tangannya.