Pemilik Hati Kamelia

Pemilik Hati Kamelia
LINY BUTIQ


__ADS_3

Satu bulan telah berlalu, setelah kepergian orangtuanya kini kamelia sudah menjalani hari-harinya seperti biasa. Setelah kakeknya pulang ke bandung melia sudah terbiasa hidup sendiri di rumah yg cukup besar.


Jam sudah menunjukkan pukul 09.00 melia akan pergi ke butik untuk menemui tante dan omnya.


"Hmm... Kenapa mereka tidak menemuiku" gumam melia, meliapun keluar dari rumahnya dan mengunci rumah. Dia mengambil motor matic yg terparkir di halaman rumahnya, meliapun melajukan motornya dengan kecepatan sedang menuju MELIA BUTIQ. butik itu sengaja di beri nama oleh ibunya dengan nama dirinya.


Setelah 30 menit akhirnya melia sampai, ia memarkirkan motornya tepat di depan butik, tapi melia tidak langsung masuk dia masih bediri di sebalah morotnya. Dan menggaruk kepalanya yg tidak gatal.


"Benerkah ini, aku tidak salahkan" tanya melia pada dirinya sendiri.


Melia bingung karena butik itu sudah berganti nama menjadi LINY BUTIQ.


Melia pun masuk ke dalam butik sedikit ragu, lisa melihat melia sedikit terkejut.


"E..eh melia" sapa lisa


"Assalamualaikum tante" salam melia


"Waalaikumsalam" jawab lisa gugup.


melia meraih punggung tangan lisa dan menciumnya.


"Hmm... Gimana kabar tante?" Tanya melia


"Baik, kamu sendiri gimana?" Tanya lisa berbalik.


"Alhamdulillah tan, kenapa tante gak pernah mengunjungiku?" Tanya melia sedikit menaikkan alisnya.


Melia sadar jika tantenya tidak suka dengan kedatangan dirinya.


"Sibuk mel" jawab lisa singkat, melia hanya mengangguk.


"Oya tante kenapa papan nama di depan di ganti?" Tanya melia santai.


"Ohh. Itu ....itu nama tante dan om jony, sekarang kan butik ini sudah tante yg handle" terang lisa secara enteng.


Melia hanya menghembuskan nafasnya secara kasar.


Lisa yg sudah malas menghadapi meliapun langsung bertanya.


"Duduklah mel dan jangan sungkan, katakan ada apa kamu kesini" lisa bertanya tanpa basa basi.


"Tante melia haus, bisakah tante memberiku minum" melia sengaja ingin melihat tantenya kesal. Lisapun menyuruh pegawainya untuk memberikan minum kepada melia.

__ADS_1


"Ini buk" asri memberikan minuman dingin kepada lisa.


"Minumlah" suruh lisa . "Terima kasih tante" melia tersenyum


Setelah puas minum dan tenggorokannya tidak kering lagi, melia melanjutkan pembicaraannya.


"Tante, sebentar lagi aku sudah mulai kuliah di semester 5".


Kamelia kini tengah menempuh pendidikannya di univ. Negeri di Surabaya. Dia mengambil jurusan menejemen dan sudah semester 5.


"Iya lalu" tanya lisa


"Aku harus membayar kuliahku tante" jawab melia gugup


"Berapa memangnya mel?" Tanya lisa lagi


"7juta tante" terang melia


"Kenapa mahal banget mel" lisa kaget karena biaya kuliah melia cukup mahal baginya.


Meliapun mengeluarkan struk pembayaran kuliahnya yg ia bayarkan setiap semesternya.


"Ini bukti pembayaran semesterku tante" melia menyodorkan lembaran struk, dan lisa menerimanya.


"Tunggu sini" kata lisa yg di balas anggukan oleh melia. Lisa pergi kelantai 3 untuk menemui suaminya.


Lantai 3 yg dulunya dijadikan kantor oleh ibunya melia kini sudah di sulap oleh tantenya. Selain tempat kerja disana juga di jadikan sebagai rumah ke2 lisa.


"Mas...mas.." suara lisa mengagetkan suaminya.


"Hmm" sahut jony


"Mas, di bawah ada kamelia" kata lisa


"Untuk apa dia kemari?" Tanya jony yg sedikit terkejut. Lisapun menjelaskan tujuan melia datang ke bitiknya.


"Kenapa dia mintanya kemari" tanya jony yg seakan lupa dengan janjinya dulu


"Mas lupa ya ucapan kita dulu ke melia, kita kan udah bilang akan mengirusnya" gerutu lisa. Jony mengingat-ingat sambil memegang kepalanya..


"Bocah itu.... Benar benar menagih, berapa yg dia minta?" Tanya jony lagi


"7 juta mas, gimana dong" kata lisa

__ADS_1


"Apa dia sudah gila, gak mungkin kita harus mengurus kuliah dia sampai kelar" jony tak terima, seakan-akan lupa dimana sekarang ia sedang bekerja.


"Aku juga berfikir gitu mas" sahut lisa.


Akhirnya jony membuka brangkasnya,dia mengambil uang dan kartu, lalu ia membisikkan sesuatu ke telinga istrinya.


"Oke dehh mas" sahut lisa yg menyetujui rencana suaminya itu


Dibawah melia menunggu dengan cemas, ia khawatir tantenya akan menolak. Tak lama lisapun turun dari tangga dan duduk di depan melia.


"Mel ini uang 5juta, dan ini katru ATM tante didalamnya ada uang sekitar 5 juta,kamu bisa pakai untuk kuliahmu dan kebutuhan lainnya, jangan boros dan ini PIN nya" lisa memberikan amplop berisi uang dan kartu ATM pada melia.


Melia sangat senang dia tidak menyangka tantenya menepati janjinya.


"Tante makasih banyak ya" melia terharu


"Iya sama², tapi setelah ini kamu carilah kerja" kata lisa dengan nada pelan.


"Maksud tante gimana" tanya melia masih tak mengerti.


Lisa yg sudah lelah menghadapi melia mulai menjelaskan.


"Ini uang yg terakhir dari tante mel, gunakan dengan sebaik mungkin dan jangan meminta lagi karna tante masih banyak kebutuhan yg lain" tegas lisa kemapa melia. Melia tak menyangka tantenya berbicara seperti itu.


"Tapi tante...." Ucap melia terhenti


"Gak ada tapi²melia, kamu sudah besar kamu bisa mengurus hidup kamu sendiri carilah pekerjaan, dan jangan manja" jelas lisa secara kasar.


Melia sudah mulai berkaca² seaakan tak percaya.


"Pulanglah mel, tante masih harus bekerja" usir lisa kepada melia.


Kameliapun berdiri dari duduknya dan bersalaman dengan lisa.


"Melia balik dulu tante, terimakasih" ucap melia yg hanya di balas anggukan oleh lisa.


Melia pun berjalan menuju motornya dia memasukkan uang dan ATM ke dalam tasnya **tante lisa benar² keterlaluan, bukankah butik ini milik ibu, untuk apa dulu berjanji kalau ternyata tante sendiri gak sanggup** batin melia.


Melia lalu menaiki motornya dan melaju menuju kampusnya dengan sedikit ngebut.


Dan mata melia sudah mulai memerah, bulir airmata tak terasa jatuh membasahi pipi cantiknya.


*****

__ADS_1


__ADS_2