Pemilik Hati Kamelia

Pemilik Hati Kamelia
Ada apa denganmu Boss?


__ADS_3

Pagi ini Melia tengah bersiap untuk bekerja. Ia menggunakan baju rapi khas kerjanya, memasang makeup natural dan mengikat rambutnya ke atas.


Tak lupa bros kesayangan ibunya yg melekat di kemeja putihnya. Setelah di rasa sudah siap ia melangkahkan kakinya untuk keluar.


Tidak lupa mengunci pintunya, saat akan memesan taksi online Melia melihat mobil yg tak asing baginya terparkir di luar pagar.


Terus di perhatikan mobil itu. Sosok pria keluar dari mobil itu memamerkan senyum manisnya.


"Mas Atnan !!" teriak melia. Ia terus berlari meghampiri atnan.. Dipeluknya tubuh Atnan dan tentu saja Atnan membalas pelukan itu.


"Kangen banget ya sama aku?" tanya Atnan.


Tersadar dengan tingkah konyolnya Melia melepaskan pelukannya.


"Maaf mas hehehe" kata Melia.


"Iya gakpapa,, yuk berangkat" ajak Atnan sambil memegang tangan Melia.


Mereka ber dua masuk ke dalam mobil, Atnan melajukan mobilnya menuju kantor Melia.


"Eh mas kok udah balik? bukannya masih besok ya??" tanya Melia.


"Sengaja aku pulang karena ingin memberikan hukuman kepadamu" jawab Atnan.


Melia berfikir,, apa dia melakukan kesalahan sampai harus di hukum.


"Emang aku ada salah apa?" tanya Melia dengan wajah khas imutnya.


"Astaga jangan tunjukkan wajah imutmu itu" ledek Atnan.


"Kenapa tidak memberi tau ku soal kecelakaan itu?" tanya Atnan, yg membuat Melia terkejut. Bagaimana pria di sampingnya itu bisa tau jika dirinya hampir saja di tabrak, begitu pikirnya.


"Mas Atnan tau dari mana?" bukan menjawab Melia malah bertanya balik.


"Kim yg memberi tau, sudah cepat bilang" kata Atnan.


"Maaf mas bukannya aku mau menutupi, cuman aku gak mau buat mas Atnan khawatir" jawab Melia. Atnan memperhatikan gadis kecilnya dari ujung rambut sampai ujung kaki. Memastikan jika dia tidak terluka.


"Iya udah aku maafin, tapi tetap kamu akan menerima hukuman dari ku" kata Atnan sambil memandang wajah Melia.


"Hukuman apa??" tanya Melia sambil memonyongkan bibirnya.


"Nanti malam bersiaplah" jawab Atnan.


"Bersiap kemana mas?" tanya Melia lagi.


"Rahasia dong" jawab Atnan, yg semakin membuat Melia penasaran.


Tidak terasa mobil Atnan sudah sampai di depan kantor Melia. Ia segera membuka pintu mobil untuk gadisnya itu.


Di waktu yg bersamaan Adam juga telah sampai di kantornya bersama Wayan.


Dilihatnya Melia dengan seorang pria, Adam tidak tau siapa itu.. Adam hanya berfikir jika pria itu adalah kekasih melia.


"Makasih ya mas kamu hati hati" ucap melia.


"Iya, kamu juga ya nanti aku jemput.. Tunggu saja di dalam sampai aku datang" kata Atnan sambil merapikan rambut Melia.


Adam bagaimana?? Jelas saja Adam melihat itu dan tidak tau kenapa pemandangan itu membuat matanya sakit.


Adam segera masuk ke dalam kantor dan di ikuti oleh Wayan..


Atnan kini sudah meninggalkan Melia.

__ADS_1


Melia segera masuk ke kantornya.. Sesampainya di lantai 20 tidak lupa Melia mampir dulu ke pantry karena harus membuatkan kopi untuk bosnya.


Kopi sudah siap, Melia segera mambawa kopi itu keruangan Adam.


"Permisi tuan" Melia masuk keruangan Adam. Namun bosnya itu hanya diam tidak menjawab apa pun.


Segera Melia menaruh kopi itu di atas meja Adam.


"Silahkan tuan, saya permisi" Melia segera keluar dari ruangan bosnya.


"Kenapa dia?? pagi pagi wajahnya udah jutek gitu. kemarin masih baik baik aja" gumam Melia. Ia segera masuk ke ruangannya dan melihat beberapa jadwal.


"Hari ini ada miting di luar kantor,, kenapa harus di luar sihh" kata Melia, ia masuk lagi ke ruangan Adam guna mengingatkan jadwal mitingnya.


"Permisi tuan"


Sekilas Adam menoleh ke arah Melia kemudian ia fokus lagi melihat leptopnya.


"Tuan" panggil Melia.


"Hmm" jawab Adam


"Hari ini ada miting bersama perusahan Bina Arta pukul 09.00 di Hotel Lemos" jelas Melia, Adam melihat jam yg melingkar di tangannya.


"Ada waktu 45 menit, siapkan semua.. dan panggil Wayan katakan aku menunggu di mobil" Adam segera mengambil jas dan tas kerjanya iya pergi meninggalkan Melia yg masih berdiri di ruangannya.


**apa dia sehat?? kenapa sikapnya seperti itu** batin Melia.


Wayan dan Melia sudah berada di mobil Adam.


Melia duduk di samping bosnya. Mobil pun di jalankan.. selama perjalanan tidak ada yg berbicara, hanya kesunyian.


Sesekali Wayan melihat kaca didepannya hanya untuk memastikan tuannya baik baik saja. Ia tau mood Adam sedang tidak bagus,, karena merasa tidak bersalah melia hanya terdiam dan memandang ke arah jalanan.


"Selamat datang tuan Adam" sapa mereka yg sudah datang lebih dulu.


"Terimakasih" ucap Adam sambil menyalami mereka secara bergiliran.


Tidak lupa adam memperkenalkan Melia dan Wayan kepada rekan bisnisnya itu.


Miting pun dimulai, Adam menjelaskan beberapa poin penting. Beberapa kali Adam tidak fokus karena salah satu dari kliennya terus saja memandangi Melia dengan intim.


Sedang Melia tidak menyadari itu. Pria itu terus saja menjalankan matanya menyusuri tubuh Melia.


Adam masih mempresentasikan proyeknya. hingga ia mengentikan presentasinya, karena Adam melihat pria itu memainkan rambut Melia dari belakang.


Adam sudah tidak tahan dengan hal itu.


"Maaf tuan bisakah anda fokus" tegur Adam.


"Ya silahkan tuan Adam saya memperhatikan anda,, sepertinya anda yg tidak fokus" jawab pria itu yg tersenyum licik pada Adam.


"Mohon maaf kerja sama ini di batalkan" kata Adam, tentu membuat mereka semua terkejut.


"Apa maksud anda tuan?" tanya salah satu dari mereka.


"Sekali lagi saya tegaskan bahwa kerja sama ini di batalkan" Adam segera menarik tangan Melia dan keluar dari ruangan itu, Wayan segera membereskan barang barang tuannya yg masih tertinggal disana, dan bergegas menyusul Adam.


"Tuan apa yg anda lakukan?" tanya Melia sambil berlari, karena tangannya masih saja di tarik oleh Adam.


"Tuan !!" teriak Melia namun tetap tak di perdulikannya.


Mereka kini sudah berada di parkiran, segera Adam memasukkan Melia ke dalam mobil dan ia segera duduk di sebelahnya.

__ADS_1


"Tuan anda kenapa? kenapa kerja sama itu di batalkan??" tanya melia dengan sedikit berteriak.. lagi lagi Adam hanya diam.


Kini wayan sudah masuk ke mobil itu.


"Akan kemana kita tuan?" tanya Wayan.


"Kembali ke kantor" jawab adam.


Tadi Melia bertanya, dia tidak menjawab. giliran Wayan yg bertanya dia menjawab dengan cepet.. membuat Melia kesal


Wayan segera menjalankan mobilnya.


"Tuan jawab !!! bukan kah miting itu penting??" tanya melia lagi


"Tidak ada yg lebih penting dari dirimu" jawab Adam, membuat Melia membulatkan matanya.


Dia masih tidak mengerti apa maksud bosnya itu.


"Tuan seharusnya anda bersikap profesional,, jangan karena ada masalah dengan sherin anda membawa sampai kekantor. bahkan anda membatalkan kerja sama ini.. benar benar kekanakan" kata melia, dia berpikir jika bosnya ada masalah dengan kekasihnya, karena dari pagi moodnya sangat tidak baik.


"Tutup mulutmu" sahut adam


"Anda benar benar keterlaluan, kita harus kembali tuan. kerja sama ini tidak boleh di batalkan.. dan selesaikan masalah dengan kekasih anda setelah pulang kerja. jangan....." kata kata Melia terhenti


"Turun !!" usir Adam


"Apa?" tanya melia


"Turun sekarang dari mobilku" jawab Adam


"Tapi tuan"


"Cepat turun!!!" Adam menatap melia, membuat gadis itu segera turun. di tutupnya pintu itu dengan kasar.


BRAKKK!!!


Mobil pun melaju meninggalkan Melia yg masih mematung.


"Apa apaan ini, heii kamu benar benar menyebalkan !!!!!" teriak Melia. ia benar benar kesal. akhirnya Melia memesan taksi online.



Kini adam sudah berada di kantornya, ia segera masuk ke dalam ruangannya dan merebahkan tubuhnya di atas sofa.


"Tuan anda membutuhkan sesuatu?" tanya Wayan.


"Tidak, aku hanya ingin istirahat" jawab Adam



"Baiklah tuan saya permisi, jika ada sesuatu segera hubungi saya" kata wayan dan di balas anggukan oleh Adam.



Wayan segera pergi dari ruangan itu.


tak butuh lama Adam tertidur di atas sofa.



\*\*\*\*\*


**happy reading🥰

__ADS_1


jangan lupa like, rate n vote yaa🥰🥰**


__ADS_2